Community

Bagaimana Mencintai Indonesia seperti @GNFI

 

Loading...

Nah pembaca, kalau kami sebutkan kata “Indonesia”, apa yang terlintas di benak anda? Kalau jawabannya adalah rusaknya Indonesia, maka artinya anda sudah termakan oleh pemberitaan media. Itulah menurut @GNFI.

GNFI atau singkatan dari situs resminya GoodNewsFromIndonesia.org adalah sebuah gerakan yang menyerukan pada para pemuda untuk menuntut pemberitaan yang berimbang di media.

Pada Festival TIK 2013 kemarin, GNFI membagikan keresahannya terhadap pemberitaan media yang berat sebelah. Contoh nyatanya mungkin adalah setiap kali menyetel televisi maupun membaca surat kabar, kita selalu disuguhi dengan berita-berita kekerasan, pembunuhan, korupsi dan segala macam rusaknya Indonesia. Padahal di balik itu semua, ada hal yang terlewatkan. Yaitu, Indonesia juga sedang berkembang ke arah yang lebih baik.

83% anak muda kehilangan optimisme akibat media yang beritanya tidak proposional, misalnya lima orang tawuran saja masuk TV, sedangkan 1000 orang membersihkan kali Brantas sama sekali tidak ada beritanya.

Berikut adalah fakta-fakta menarik mengenai Indonesia, yang mungkin tidak anda ketahui, karena mungkin tidak diberitakan di media manapun:

1. Indonesia semakin berkembang, dari segi ekonomi. Di tahun 2013, Indonesia menempati peringkat 15 dengan nilai ekonomi hingga 1 Trilyun Dolar. Hanya ada 13 negara dgn nilai ekonomi di atas 1 Trilyun dolar.

2. Di tahun 2013 pula, tercatat bahwa ekspor Indonesia mencapai 250 milyar dolar. Angka ini merupakan angka terbaik yang pernah dicapai Indonesia.

3. Di tahun 2013, pendapatan perkapita Indonesia mencapai angka rata-rata $4.200 pertahun.

4. Hutang Indonesia cuma 23% dibanding nilai kekayaan Indonesia. Artinya, meskipun kekayaan Indonesia dijual semua pun masih bisa menutup hutang (bahkan lebih). Beberapa negara seperti Selandia Baru justru punya nilai hutang yang lebih besar daripada nilai kekayaan negaranya.

5. Masyarakat kelas menengah Indonesia (pengeluaran $2-$40 perhari) ada 153 juta orang. Artinya, ekonomi kita terus tumbuh.

6. Tahun 2013, Indonesia dikunjungi 8 juta wisatawan. Nilai ini akan terus naik jika pemberitaan mengenai Indonesia mulai berimbang (inilah yang sedang diperjuangkan oleh GNFI).

7. Antara tahun 2015 hingga 2030, diperkirakan ada 170 juta rakyat Indonesia yang berusia produktif, yaitu anak-anak muda yang inovatif dan penuh dengan ide yang segar. Thailand, Malaysia, Australia, Singapura, Denmark, Uruguay, Kanada, dan Portugal digabungkan jadi satu pun jumlahnya belum bisa mencapai angka tersebut.

Apakah “Big young population” ditambah “Big cash” berarti peluang? Sayangnya, jawabannya adalah tidak. GNFI membeberkan sejumlah agenda ASEAN di masa depan yang bisa berarti peluang, atau justru ancaman bagi Indonesia:

1. Tahun 2015, ASEAN melaksanakan agenda ASEAN Single Market, atau yang lebih dikenal dengan ASEAN Community. Tidak ada bea cukai yang dibebankan pada produk-produk yang keluar masuk antara Indonesia dengan sesama negara di ASEAN.

2. Begitu pula dengan agenda ASEAN Open Sky, di mana maskapai internasional di ASEAN bebas keluar masuk Indonesia. Anda akan mendapatkan pilihan maskapai-maskapai selain Indonesia (saat ini sudah ada Air Asia).

3. Kemudian ada pula ACFTA atau ASEAN-China Free Trade Agreement di mana China bebas bea cukai di antara negara-negara ASEAN.

4. Sekaligus soal tenaga kerja. Tenaga kerja dari negara-negara ASEAN akan membanjiri Indonesia. Faktanya di Filipina, sudah ada banyak sekali tempat kursus bahasa Indonesia.

Sebagai pemuda Indonesia, apa yang bisa kita lakukan? GNFI memberikan solusi:

1. Kita siapkan diri untuk bersaing. Berhenti bersikap pesimis terhadap perkembangan Indonesia, jadilah pemuda yang mengembangkan Indonesia. Indonesia tidak akan berhasil tanpa optimisme dan kepercayaan diri.

2. Anak muda Indonesia harus berani menantang dirinya untuk maju ke luar negeri.

3. Jika ada opsi produk Indonesia di bidang apapun, bahkan bumbu penyedap sekalipun, belilah produk-produk asli buatan Indonesia. Dengan demikian, kita memperkaya negara kita sendiri.

4. Jadilah pemilik, kembangkan mindset Startup dan enterpreneurship kita.

good-news-from-indonesia-1

GNFI saat ini aktif menyerukan optimisme di situsnya GoodNewsFromIndonesia.org dan radio di kota-kota besar, seperti HardRock FM dan lain-lain. GNFI memiliki 27 kontibutor yang tersebar di dunia. Sehingga mungkin anda baru tahu jika di Belgia ada taman Ganesha yang banyak didirikan patung-patung Ganesha buatan Bali. Atau premiere film Box Office “Skyfall” di Maroko disponsori oleh Mayora, biskuit asli Indonesia. Atau berita-berita lain yang “luput” dari pemberitaan media. Gerakan ini akan terus ada sampai media melakukan pemberitaan yang berimbang.

Loading...

2 komentar

  • 4 Juni 2013 - pukul 14:35

    Bersyukurlah jadi org Indonesia ^0^

    • Administrator
      4 Juni 2013 - pukul 17:00

      banget :-)

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *