Event

Belajar Git & Github bareng PHP Indonesia Wilayah Surabaya

 

Meetup keenam PHP Indonesia wilayah Surabaya kemarin (20 Juli 2013) berlangsung dengan lancar. Diselenggarakan di ruang workshop Jagoan Hosting Indonesia, event semi-workshop ini meninggalkan banyak cerita. Banyak sekali ilmu dan materi yang dapat dimanfaatkan peserta yang rata-rata berprofesi sebagai Programmer. Terlebih pada hal Manajamen Code atau dalam bahasa IT lebih dikenal dengan Version Control System.

php-indonesia

Muhammad Taufik Kurniawan adalah profesional yang diundang sebagai pemateri hari itu. Diawali dengan penjelasan secara garis besar tentang asal usul Git dan GitHub.

“Sejarahnya, Git adalah tools yang biasa dimanfaatkan oleh maestro Linux, Linus Torvalds untuk memanajemen kode kernelnya.”

Di tahun 2005, sang Maestro dengan baik hati mau membagikan toolsnya agar dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Kata “Git” sendiri berasal dari celetukan yang dikemukakan oleh Linus Torvalds untuk menggambarkan unpleasent people. Jika diterjemahkan dalam distribusi software adalah orang yang tidak konsisten dalam mengembangkan software, dimana software semula berlisensi Free & Open Source berubah menjadi Commercial. Kemudian di tahun 2008, Tom Preston-Werner membangun GitHub untuk manajemen repository secara online. Sejak itulah dia menyebar dengan cepat. Terlebih lagi karena sifatnya yang gratis untuk software open source.

Poin utama dari materi kali ini adalah bagaimana anda memanajemen kode anda dengan baik, rapi, terstruktur, dan revertable serta anda bisa berkolaborasi dengan developer lain. Kata Taufik,

“Banyak sekali VCS (Version Control System) yang ada dalam dunia IT. Git hanyalah salah satunya. Saya pilih Git karena kecepatan dan manajemen kode yang lebih mudah dibandingkan VCS lainnya. Dengan Git, kita bisa mempunyai sebuah mesin waktu untuk kode kita. Jadi kita bisa sewaktu-waktu merubah kode baru yang error menjadi kode lama yang lebih stabil tanpa error. Banyak programmer dunia sudah menggunakan Git, bahkan perusahaan sekelas Google, Oracle, Yahoo, dan PHP sekalipun.”

Alasan lain juga dijelaskan bahwa sebagai developer, kita sudah terlalu sering bermasalah dengan kode yang gampang terbengkalai karena tidak adanya log history pada software yang kita kembangkan sendiri.

php-indonesia-git-2

Taufik menjelaskan fungsi-fungsi dasar Git yang akan sering digunakan ketika anda memanfaatkannya sebagai manajemen repository. Di antaranya:

  • git config <config-name> <config-value> untuk inisiasi konfigurasi pada local repository anda
  • git add <filename> untuk menambahkan file-file yang telah diubah pada staging area.
  • git commit -m “Message” untuk melakukan penyimpanan kode yang telah diubah dan dimasukkan pada log
  • git status untuk melihat checking status pada local repository
  • git remote add <alias> <server> untuk menambahkan remote repository
  • git pull dan git push untuk update local repository dari remote repository

Selengkapnya bisa ditemukan di http://git-scm.com.

Jika Anda juga memilih Git, maka GitHub bisa anda jadikan sebagai tempat remote repository. Dengan demikian, anda membuka peluang untuk saling berbagi dan saling berkontribusi antar sesama developer. Kenapa GitHub? Hingga saat ini, masih dan hanya GitHub yang menjadi favorit para developer untuk hosting repository Git mereka. Free bukan berarti yang mereka cari, melainkan kelengkapan fitur yang disediakan oleh GitHub inilah yang membuat para developer nyaman.

Bagi anda pengembang software open source, maka GitHub mendukung 100% manajemen kode anda tanpa perlu adanya limitasi space atau banyaknya user yang dapat berkontribusi pada repository anda. Namun jika anda menginginkan privasi, dimana anda menerapkan konsep commercial atau closed source software, maka GitHub juga memberikan pilihan private repository untuk anda.

php-indonesia-git-3

Kesimpulannya,

Kode sangat membutuhkan manajemen yang struktural dan mudah dipahami. Makanya, anda butuh VCS (Version Control System) untuk mengontrol kode anda.

Jadi apakah anda sudah menerapkan Version Control System untuk setiap software produksi anda? Jangan sampai kode-kode anda terbengkalai dan menjadi “dead code” ya… :-) 


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *