Inspirasi

Benci Pada Bos? 5 Tips Bijak Ini Solusinya

 
  • 1
    Share

Benci Pada Bos – Bekerja bersama pemimpin yang kurang disukai bisa jadi mimpi buruk untuk Anda. Alih alih membuat nyaman dalam bekerja, benci pada bos dapat menganggu produktifitas Anda lho!

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan jika berada dalam situasi ini?

Sebelum Anda memikirkan cara-cara licik untuk menghadapi bos Anda, Mebiso menawarkan 5 solusi bijak yang bisa Anda coba.

benci pada bos sebaiknya diskusi
Sumber gambar: unsplash.com/@nikarthur

1. Telusuri akar permasalahan sebelum membenci bos Anda

Benci pada bos berawal karena alasan tertentu. Seringkali terjadi permasalahan profesional atau personal yang melibatkan Anda dengan bos.

Jika tergolong dalam permasalahan profesional, sebaiknya selesaikan secara profesional juga.

Apabila permasalahannya bersifat personal, Anda perlu pahami dulu siapa yang memulai permasalahan.

Jika Anda adalah orang pertama yang memulai permasalahan, sebaiknya Anda meminta maaf dan meredam emosi Anda.

mempelajari pola kemarahan bos
Sumber gambar: pexels.com/@rawpixel

2. Kurangi rasa benci dengan melihat Pola Perilaku

Benci pada bos karena tabiat buruknya? Coba pelajari pola perilaku pimpinan Anda

Bos yang sering marah-marah adalah keluhan terbanyak yang dirasakan para karyawan.

Jika Anda memilki keluhan seperti itu, coba Anda ingat-ingat pada saat apa bos Anda akan marah-marah.

Ketika polanya sudah terlihat, Anda dapat mengetahui alasan beliau berperilaku seperti itu.

Untuk beberapa alasan mungkin bisa dibenarkan seperti jika beliau marah ketika Anda tidak disiplin (datang telat, malas-malasan, tugas melebihi deadline, dll).

Tapi, jika kemarahan beliau acak dan sulit diprediksi, coba Anda terapkan tips no 3.

kompak benci pada bos
Sumber gambar: pexels.com/@rawpixel

3. Cari tahu apakah ada karyawan lain yang senasib dengan Anda

Anda mungkin tidak sendirian. Ada karyawan lain yang bisa jadi senasib dengan Anda, membenci atasan karena perilaku beliau yang tidak menyenangkan.

Apabila memang benar ada rekan Anda yang juga tidak menyukai pimpinan Anda, Anda dan rekan Anda ini bisa saling mendukung.

Bentuknya bisa beragam, salah satu yang efektif adalah melaporkan perilaku tak menyenangkan atasan ke departemen HRD.

Jika Anda melaporkan atasan Anda bersama dengan kolega Anda yang lain, laporan Anda akan lebih kredibel dan diterima oleh pihak lain.

asertif menyampaikan uneg uneg
Sumber gambar: pexels.com/@kaboompics

4. Sampaikan ketidaksukaan Anda secara Asertif

Asertif adalah sikap dimana Anda menyampaikan unek-unek atau perasaan Anda secara tegas kepada orang lain, dalam hal ini atasan Anda.

Jangan biasakan untuk menyimpan perasaan benci terlalu lama. Ini akan membuat Anda sakit hati dikemudian harinya.

Lebih baik utarakan ketidaksukaan Anda terhadap atasan.

Namun, Anda juga harus paham bahwa menyampaikan ketidaksukaan bisa dilakukan dengan cara sopan dan beradab.

bijak menggunakan medsos
Sumber gambar: pexels.com/@joel-super-188959

5. Jangan sebarkan kebencian Anda lewat medsos

Perkembangan teknologi yang terlampau canggih ini memudahkan kita untuk menyebarkan gagasan dan perasaan kita.

Salah satunya lewat media sosial.

Namun, rasa benci pada atasan sebaiknya tidak diumbar-umbar ke media sosial.

Jika Anda mengumbar kebencian Anda di media sosial, citra profesional Anda akan tampak buruk. Meskipun Anda yang benar.

Oleh karenanya gunakanlah media sosial dengan bijak.

Jika 5 cara di atas tidak menyelesaikan permasalahan Anda dengan bos, ada baiknya Anda mengundurkan diri.

Bukan untuk mengalah, namun lebih bermaksud untuk membuat Anda lebih sejahtera.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Jadilah Digital Nomad Sukses dengan 5 Tips Ini

5 Tips Praktis yang Bisa Membuat Anda Membaca 50 Buku Setiap Tahun

3 Alasan Utama Kenapa Pengunjung Tidak Sudi Membaca Artikel Anda (Beserta Cara Membenahinya)


  • 1
    Share

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *