Start A Business

Berbagi Kebahagiaan Melalui KotakBekalWorks, Pengembangan Game Fisik oleh Fikri Azka

 

Dari yang awalnya hanya merasa senang saat bermain, kini Fikri Azka Nugroho(24) bersama ketiga rekannya yaitu, I Wayan Prilion Anggarista(24), Faiq Ahaddian Zaim(24), dan Tio Yudha Prasetya (21) berhasil menciptakan sebuah temuan barunya di dunia game. Inovasi yang cerdas memberikan kenikmatan dan kesenangan tersendiri bagi dirinya dan semua penikmat game lokal. Pengembang game fisik ini sendiri merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual di Intitut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Baginya berbagi kebahagiaan dengan orang lain melalui game sama halnya membahagiakan diri sendiri.

Beberapa waktu yang lalu, tim Mebiso.com sempat mewawancarai Mas Azka sebagai perwakilan dan berbincang-bincang seputar KotakBekalWorks. Yuk kita simak ulasannya :)

KotakBekalWorks1

Bisa diceritakan awal mula menjadi seorang entrepreneur ini?

Pada tahun 2012 kemarin saya memulai untuk membentuk sebuah komunitas pengembang game di kampus, sebagai sarana latihan saya dan teman-teman untuk membuat game yang baik dan menyenangkan. Baru pada tahun 2014 kemarin akhirnya saya dan beberapa teman-teman saya memutuskan untuk membentuk sebuah embrio studio pengembang game tabletop dengan nama KotakBekalWorks dan berharap ini akan menjadi wadah kami dalam berkarya dan belajar berwirausaha.

Pengorbanan terbesar yang saya rasakan selama belajar menjadi entrepreneur adalah ketika harus membagi prioritas tetap menjalankan KotakBekalWorks sambil mengerjakan Tugas Akhir, saat itu saya telah mencapai titik yang sangat melelahkan baik fisik maupun mental, namun saya yakin itu semua belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan apa yang akan kami hadapi ke depannya.

Nah, kalau KotakBekalWorks ini sendiri apa sih mas? Bisa dijelaskan sedikit tentang KotakBekalWorks ini?

Sederhananya KotakBekalWorks adalah studio pengembang game fisik, baik itu card game maupun board game yang juga memiliki concern kebudayaan Indonesia sebagai tema game-game kami.

Nama Kotak Bekal sendiri diambil karena kami teringat betapa excitednya kami untuk membuka bekal yang dibawakan ibu ketika waktu istirahat sekolah telah tiba, filosofi itu kami ambil dengan harapan nantinya semua orang akan merasakan sebuah excitement yang luar biasa ketika ingin memainkan game-game yang kami buat.

Produk yang sedang kami kembangkan saat ini ada dua game, yang pertama adalah Kaya,  sebuah game casual dengan tema kuliner nusantara dan Katanya, sebuah game untuk pemain yang lebih hardcore dengan tema cerita rakyat nusantara. Namun, sejauh ini baru Kaya saja yang hampir siap produksi. Untuk proses produksi kami memiliki rekanan di Bandung yang siap menghandle file mentah hingga menjadi game yang siap jual beserta packagingnya.

KotakBekalWorks2

Lalu apa latar belakang kalian membangun KotakBekalWorks ini?

Latar belakang berdirinya KotakBekalWorks adalah kami menyadari banyaknya budaya nusantara yang menarik namun kurang diapresiasi, atau terlihat beberapa pengembang game yang mencoba mengangkat tema nusantara namun tidak dikerjakan secara maksimal sehingga terkesan klise. Berangkat dari situ kami memutuskan untuk mencoba membuat game yang mengangkat tema nusantara dengan menarik, dan untuk saat ini media yang kami gunakan masih terbatas pada tabletop game (game yang dimainkan di meja seperti card game atau board game).

Menjual produk bukan barang membuat kalian pastinya harus pintar menentukan harga. Lalu bagaimana mas Azka menyeimbangkan harga dengan kualitas produk yang dijual?

Kualitas konten game ditentukan dari seberapa menarik gameplay yang ditawarkan dan seberapa menarik secara visual, sehingga yang dibutuhkan kami untuk meningkatkan kulitas gameplay adalah dengan terus menerus melakukan sesi test play dengan sebanyak mungkin orang. Dari fase test play tersebut kami akan mengerti pendapat orang-orang yang telah memainkan game kami, seperti dimana kekurangannya, bagian mana yang mereka senangi dan sekiranya fitur apa yang mereka inginkan untuk bisa ada di dalam game. Sedangkan untuk harga benar-benar bergantung kepada faktor menemukan rekanan produksi dengan harga minimal dan dengan tingkat kualitas produksi maksimal.

Nah, pengembang game sendiri sudah sangat banyak dan beragam. Lalu apa yang membuat KotakBekalWorks terlihat berbeda dari yang lain?

Setiap game memiliki karakternya masing-masing, hal tersebut bisa terlihat dari cerita, visual dan mekanik game itu sendiri. Penting bagi sebuah tim pengembang game untuk membuat mekanik yang unik yang berbeda dari game yang sudah ada sebelumnya, karena apabila terlihat memiliki mekanik yang mirip maka daya tariknya pun bisa berkurang. Yang membedakan produk kami dengan produk kompetitor adalah kami mencoba untuk melakukan pendalaman konten dari IP (Intellectual Property) yang kami kembangkan, sehingga di masa yang akan datang diharapkan kami juga bisa menjual produk yang bukan game seperti komiknya, merchandisenya atau bahkan lisesnsi dari IP yang telah kami buat.

Selama membangun KotakBekalWorks ini prestasi apa yang sudah berhasil kalian capai?

Secara teknis tidak ada yang bisa dibanggakan untuk menjadi prestasi, karena bahkan produknya belum dijual hahaha. Tapi sebagai pengembang game ketika orang-orang menikmati game yang kami buat dan menyuruh kami untuk segera merelease game tersebut merupakan kebahagiaan tersendiri yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Pengalaman paling berkesan apa yang pernah dialami selama menjalankan bisnis ini?

People do come and go, itu adalah salah satu hal yang paling berkesan selama saya menjalankan KotakBekalWorks bersama teman-teman. Kami pernah ditinggalkan beberapa anggota kami karena perubahan rencana hidup mereka dan selalu menarik ketika kemudian akhirnya datang lagi orang baru dengan excitement yang lebih besar untuk ikut memperjuangkan apa yang telah menjadi visi kami.

Lalu apa sih yang mas lihat dari peluang pasar kedepannya untuk dunia game ini sendiri?

Sejak tahun 2011 sampai tahun 2015 ini adalah masa dimana Indonesia mengalami geliat IP lokal yang sangat menggairahkan. Sangat banyak IP lokal unik yang mampu merebut hati anak muda di Indonesia sendiri seperti Si Juki, Grey & Jingga, Nusantaranger, Spheres Trinity, Garudaboi, Vandaria, Pet War dan lain-lain. Satu hal yang kami percayai adalah kami harus bersama-sama menggabungkan kekuatan dengan para kreator lokal lain untuk menghidupkan IP lokal, minimal di negeri sendiri. Itu yang akan kami lakukan yaitu mencoba perlahan-lahan ‘mengedukasi pasar’ dan merebut hati anak muda Indonesia dengan game-game lokal yang tidak kalah menarik dengan apa yang sudah kita nikmati bertahun-tahun ini yang berasal dari Jepang, Amerika dan Eropa. Sehingga kita tidak lagi melulu ‘dijajah’ di negeri sendiri.

Menurut kalian, tantangan dan kendala apa yang membuat ingin terus mengembangkan bisnis ini?

Tantangan yang paling sering kami hadapi adalah terlalu banyak ide yang muncul sehingga akhirnya membuat pengembangan game menjadi terhambat, karena terlalu banyak hal yang harus dicoba. Di saat seperti itu penting bagi salah satu dari kami untuk mengingatkan apa yang menjadi visi kami dan bagaimana menuangkannya ke dalam game sehingga ide-ide baru tidak menjadi melenceng.

Lalu rencana apa yang ingin jalankan di masa yang akan datang untuk bisnis ini?

Rencana ke depan kami ingin menjalin rekanan dengan toko mainan seperti Toys Kingdom untuk mempermudah distribusi game kami, selain itu kami juga akan menerbitkan komik online secara berkala untuk memberikan kedalaman konten IP kami kepada para pemain.

Wah, semoga rencananya bisa segera terwujud ya. Dan sukses selalu untuk KotakBekalWorksnya :)

Begitulah obrolan yang kami lakukan dan ulasan singkat seputar KotakBekalWorks karya anak bangsa. Bagi seorang Azka yang sangat mengidolakan Wil Wheaton, produser dari acara Wil Wheaton’s Tabletop bersama Felicia Day ini, untuk memulai sebuah bisnis, kita hanya harus segera memulainya, mengorek sedalam-dalamnya insight dari target market yang kita inginkan, mengevaluasinya dan memulainya kembali.


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *