Running A Business

Berita Penting! Masa Berlaku Meterai Cetakan 2009 Berakhir pada 31 Maret 2015?

 

Loading...

Tahukah Anda bahwa meterai merupakan Pajak juga? Bea Meterai adalah pajak atas dokumen. Bea Meterai adalah termasuk Pajak Pusat, artinya Bea Meterai dikelola oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat Jendela Pajak. Direktorat Jendral Pajak (DJP) telah meluncukan sebuah desain materai baru pada Tanggal 17 Agustus 2014 lalu. Materai cetakan baru tersebut menggantikan materai cetakan 2009. Meterai lama dengan desain tahun 2009 tidak dapat ditukarkan dengan meterai desain 2014 yang baru, tetapi masih dapat digunakan sampai dengan tanggal 31 Maret 2015.

Seiring diluncurkannya desain materai baru, terbit beberapa aturan baru terkait bea materai. Dan harga materai pun naik lebih dari 100%. Dikutip dari kompas.com, Dirjen Pajak Kemenkeu Sigit Priadi Pramudito mengungkapkan ‚ÄúTarif bea materai yang saat ini sebesar Rp 3.000 dan Rp 6.000, akan dinaikkan menjadi Rp 10.000 dan Rp 18.000.”

Selain itu, Sigit menuturkan, nantinya transaksi untuk ritel juga akan dikenakan tarif Bea Materai. Ditjen Pajak akan mengawasi pengusaha ritel yang belum memungut bea meterai dalam transaksi perdagangan yang dilakukan. Dalam UU Bea Materai, transaksi belanja di atas Rp 250.000,00 dipungut bea meterai sebesar Rp 3.000, di atas Rp 1.000.000,00 dikenakan bea materai Rp 6.000.

“Materai sekarang kan biasanya hanya digunakan kalau buat surat pernyataan, padahal segala yang bersangkutan dengan uang itu terhutang meterai, struk belanja itu terutang meterai,” kata Kasubdit Peraturan PPN Perdagangan Jasa dan PTLL, Oktria Hendrarji. Teknis pelaksanaannya menurut Oktria juga tidak sulit, apalagi saat ini sudah diterapkan sistem komputerisasi. Jadi untuk pengusaha ritel tidak perlu menempelkan materai pada struk transaksinya, sudah ada aplikasi yang mengatur teknis penerapannya.

Sementara itu, Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Irawan menuturkan, mengacu pada Undang-undang Nomor 13 tahun 1985 tentang Bea Materai, maka bea materai bisa dinaikkan maksimal hanya enam kali. Nilai bea materai yang seharga Rp 3.000 dan Rp 6.000 saat ini sudah mengalami kenaikan enam kali sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2000. “Melihat kemampuan ekonomi dan Produk Domestik Bruto, maka tarif bea materai perlu dinaikkan,” kata Irawan. Selain penyesuaian tarif dasar tersebut, akan diatur ulang pula tarif bea materai untuk transaksi keuangan di pasar keuangan, sehingga nantinya akan dipatok berdasarkan presentasi.

Demikian sekilas mengenai biaya meterai. Sebagai warga negara yang baik, hendaknya kita mematuhi segala aturan ketetapan pemerintah.

Sumber:

www.pajak.go.id/

ekstensifikasi423.blogspot.com/2014/08/bentuk-ukuran-dan-warna-meterai-tempel.html

Baca juga:

Mengenal Jenis-Jenis faktur Pajak

Tips Bagi Perusahaan untuk Mempersiapkan Diri Menghadapi Pemeriksaan Pajak

5 Keuntungan Menjadi PKP

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *