Interviews

Bisnis Sederhana Beromzet Puluhan Juta, Tastaslucu Produsen Tas Unik Asal Bogor

 
  • 5
    Shares

   

Di era yang selalu menunjukkan perkembangan tanpa batas ini, berbagai peluang bisnis selalu dan bisa saja muncul darimanapun. Bahkan kita semua tahu kini berbisnis bukan lagi tentang ukuran pria atau wanita, sarjana atau hanya lulusan sekolah menengah, tua ataupun muda, hanya kejelian melihat peluang dan kemauan untuk berusaha.

Seperti yang dilakukan oleh Jilly Pratiwi(27), seorang wanita muda yang sukses mendirikan sebuah bisnis online yang cukup digandrungi oleh pasar wanita dan juga remaja. Berawal dari sekedar mengisi waktu luang, bisnis sederhana ini kemudian mendapat perhatian penuh dari wanita yang sudah berkeluarga ini. Menciptakan sebuah produk yang berguna bagi siapapun namun dikemas unik, membuat pasar menyukai dan bahkan menjadi produk yang terus dicari. Tastaslucu.com adalah sebuah produsen tas unik asal Bogor. Berikut ini kisah lengkapnya dari bisnis sederhana beromzet puluhan juta.

Bisa diceritakan Mbak Jilly awal mula mendirikan Tastaslucu?

Untuk nama toko online saya memakai nama tastaslucu, karena memang pada awalnya saya hanya menjual produk aneka tas kreatif yang beraplikasi kain perca. Untuk merek saya sendiri yaitu MUIRA merupakan gabungan nama saya dan suami saya. Untuk produk yang kami tawarkan yaitu tas dan aneka produk dompet yang semuanya bertemakan homemade dan handmade dengan motif-motif yang lucu.

Produk MUIRA yang saya produksi sendiri berawal dari  dompet/HPO yang beragam tetapi dengan tema yang sama dan ukuran yang kecil-kecil sehingga tidak dapat membawa barang banyak, maka saya meluncurkan produk MUIRA yang berbeda dari jenis dompet/HPO yang sudah ada dengan ukuran yang lebih besar sehingga dapat membawa barang yang lebih banyak.

Berawal dari sekedar mengisi waktu luang, bagaimana Anda menggarap serius bisnis online ini sampai sesukses sekarang?

Kami selalu berusaha menyesuaikan harga jual dengan bahan baku tas. Dalam memasarkan produk pun, lebih berfokus pada online walaupun kami juga membuka toko offline. Jadi untuk pembeli di daerah yang masih dekat bisa berbelanja langsung dan kami juga menggunakan sistem distributor dan reseller. Untuk jangkauan sendiri pemasaran alhamdulillah sudah seluruh Indonesia. Sampai sekarang produk yang paling difavoritkan pelanggan adalah Smallbag MUIRA dan HPO.

Lalu apa yang membuat Anda yakin bisnis ini berbeda dan unik lebih dari yang lainnya?

Perbedaan produk MUIRA dan lainnya yaitu dari bahan Muira tahan air, lebih besar dibandingkan dengan HPO dan bisa membawa barang yang lebih banyak dengan harga yang bersaing dengan produk lainnya.

Di usia yang masih 27 tahun, prestasi apa yang sudah Anda capai sampai dengan saat ini seputar bisnis Anda?

Dari segi omzet Alhamdulillah omzet kami bekisar 50-70 juta/bulan, dan dengan kami produksi sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Bahkan buat saya mengikuti sebuah pameran juga merupakan prestasi tersendiri. Karena dalam mengikuti pameran kami dapat melihat langsung reaksi dan respond pelanggan terhadap produk kami.

Bagaimana Anda menilai ruang lingkup market yang sekarang, dan bagaimana bisnis Anda mengubahnya?

Untuk ruang lingkup market/pemasaran kami menjangkau untuk kalangan anak-anak hingga wanita dewasa. Dan kedepannya kami juga ingin mengembangkannya agar dapat menjangkau market pria.

Kendala apa yang sering Anda hadapi saat mulai membangun dan mengembangkan bisnis ini? Lalu apa yang Anda lakukan untuk mengatasinya?

Kendalanya saat bahan baku langka dan proses bordir yang lama, untuk mengatasinya kami menyimpan bahan baku dan stock bordir lebih sehingga saat dibutuhkan bisa langsung digunakan tanpa harus menunggu lama.

Kedepannya kami juga berencana untuk menambah produk seperti tas ransel, tas anak, sepatu dll, dan kami juga ingin menambah kapasitas, kuantitas dan kualitas produksi.

Lalu bagi Anda apakah sebuah bisnis online harus memiliki toko fisiknya?

Menurut saya ini sesuai kebutuhan, jika memang dirasa perlu membuka toko online/toko offline kenapa tidak. karena yang paling mengetahui usaha anda, adalah anda sendiri.

Bagi Anda sendiri bagaimana sebuah bisnis bisa dikatakan SIAP untuk Go Online?

Menurut saya tidak ada tolak ukur yang baku ya, karena untuk bisnis memulai Go Online hanya dari pelaku bisnis itu sendiri yang mempersiapkannya, seperti siap produknya, siap sarannya seperti internet, punya web/blog/medsos dan yang paling penting ilmunya.

Lalu adakah saran yang ingin Anda sampaikan kepada para pelaku bisnis online di luar sana?

Sebagai pelaku bisnis atau usaha kita harus FOKUS dan SABAR. Selain itu bagi pebisnis online jika ingin sukses mengembangkan bisnisnya, milikilah sebuah website atau blog yang menarik tetapi user friendly.

Mengirim barang tepat waktu dan barang yang dikirim harus sesuai dengan yang konsumen minta, dan jaga selalu kejujuran sehingga dapat mencipatakan loyalitas pelanggan. Bahkan untuk proses pemasaran awal diperlukan pengetahuan bagaimana pemasaran untuk online. Tapi jika memang cukup bermodal bisa menggunakan jasa pembuatan web/pemasaran online, karena yang paling penting dalam suatu bisnis menurut saya adalah pemasarannya, jadi sebelum berbisnis harus diketahui dulu target marketnya, kemana, siapa, dan dimana produk ini akan dijual.

Banner-Mebiso-11

Nah, begitulah setidaknya cuplikan interview kami dengan Jilly Pratiwi, owner dari Tastaslucu.com. Bagi wanita yang setia terhadap keluarganya, beliau juga sering memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan browsing di internet, travelling bahan mengunjungi toko-toko. Ibu dan suami adalah 2 sosok yang sangat diidolakan oleh wanita yang juga sempat menjadi seorang karyawan ini. Kini ia fokus mengembangkan toko online yang sudah dikenal di berbagai penjuru negeri ini. Begitupula ketika ia mendapati kesulitan atau kegagalan. Beliau selalu mengingat bahwa setiap kesulitan pasti memiliki kemudahan dan meyakini bahwa hal tersebut adalah keberhasilan yang tertunda.

                              
Loading...

  • 5
    Shares

Artikel Terkait

1 komentar

  • Ni Nyoman Rustini
    8 July 2018 - pukul 13:15

    Kompak bersama keluarga

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *