Running A Business

Cara Mengatasi Cybercrime Jenis Cybersquatting dan Typosquatting Pada Bisnis Online

 

Loading...

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Internet adalah dunia baru tanpa batas yang bisa menjadikan bisnis kita melesat jauh ke atas (sukses) ataupun sebaliknya, melesat jauh kebawah (bangkrut), tentu saja hal WAJIB kita hindari. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu penyebab terhambatnya, atau bahkan hancurnya bisnis online kita adalah kejahatan internet (cybercrime), Anda setuju kan dengan Hal ini?

Jika Anda pernah mengalaminya, maka Anda pasti mengetahui rasanya sakit hati jika bisnis online kita terkena cybercrime. Coba bayangkan saja, bertahun-tahun kita membangun reputasi bisnis online kita dengan segala macam daya upaya, entah itu SEO, iklan, social media, dll. Tiba-tiba dalam waktu sekejab hancur reputasinya (tidak dipercaya lagi oleh pengguna internet). Waktu, tenaga, dan pikiran Anda jadi sia-sia kan?

Saya tidak sedang menakut-nakuti Anda, para pembaca mediabisnisonline.com. Silahkan Anda cari kasus-kasus cybercrime di “search engine”, dan Anda akan menemukan banyak sekali kasus yang terjadi. Memang saat ini mungkin website Anda masih aman-aman saja, tetapi besok, lusa, minggu depan, tahun depan? tidak ada yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi. Kita semua tahu kalau para hacker diluar sana tetap “exist” dan terus berkembang baik jumlah dan kemampuannya. Mereka haus akan mangsa baru.

Banyak sekali modus dari cybercrime dan penanganannya pun berbeda-beda, khusus untuk kali ini saya akan berbagi seputar cybercrime jenis Cybersquatting & Typosquatting. Dan tentu saja cara mengatasinya. Simak detail ulasannya berikut ini :

  1. Cybersquatting
    Cybersquatting (penyerobotan nama domain) adalah jenis kejahatan internet (CyberCrimes)  masuk ke dalam kategori domain hijacking (Pembajakan Domain) yang dilakukan dengan cara  mendaftarkan domain nama perusahaan atau nama orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan atau orang lain atau kepada pemilik asli domain tersebut, dengan harga yang lebih mahal.Cybersquatting (atau domain squatting) didefinisikan menurut Hukum Federal Amerika Serikat adalah  mendaftarkan, atau menggunakan nama domain dengan niat buruk untuk mengambil keuntungan dari merek dagang milik orang lain. Orang yang melakukan praktik ini disebut dengan cybersquatter. Tujuan dari cybersquatting adalah menjual nama domain dengan harga lebih mahal dari harga registrasi  perusahaan atau orang ternama yang belum  sadar atau berniat mendaftarkan suatu domain.Biasanya nama domain yang di beli oleh Cybersquatter adalah nama domain milik suatu perusahaan atau nama perseorangan yang cukup terkenal reputasinya, popularitasnya dan merk dagangnya, sehingga sang cybersquatter / Pesaing  (Pelaku cyberSquatting) mendahului untuk menyerobot dengan membeli dengan modus untuk menjual kembali kepada si pemilik asli domain dengan harga yang lebih mahal atau meminta sejumlah tebusan berupa uang. dengan dimana biasanya jika si pemilik domain aslinya tidak mengindahkan tawaran permintaan sang CyberSquatter  atas sejumlah tebusan tersebut, maka CyberSquatters biasanya tidak segan-segan mengancam atas domain asli si pemilik domain dengan cara yang tidak diinginkan dan menurunkan atau akan memperburuk reputasi atas nama domain dan pemilik asli domain tersebut. Tentu saja Anda tidak menginginkan hal ini terjadi pada website Anda kan?
  2. Typosquatting
    Typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain plesetan yang dibuat dari asumsi salah ketik atau istilah missed typing dari jari gemuk seseorang. Sekarang saya tanya kepada Anda sendiri, seberapa sering Anda salah ketik domain? :)Salah satu praktik dari Typosquatting, dimana sang Typosquatters (pelaku typosquatting) mendaftarkan satu atau lebih nama domain yang merupakan “kesalahan ketik” dari domain terkenal berharap dapat menguangkan kesalahan ketik dari pengguna internet. Saat user secara tidak sengaja memasukan alamat situs yang salah (wrong sites), mereka mungkin akan di arahkan ke situs alternatif yang dipunyai oleh Typosquatter dan biasanya link tersebut akan diarahkan sama persis seperti tampilan website domain asli dari korban , atau biasanya ke halaman yang mengandung banyak malware dan content-content yang mengandung asusila.
    Hmm… Anda mau website Anda yang sudah memiliki reputasi bagus diserang seperti ini?URL dari Typosquatter biasanya ada lebih dari satu guna mengecoh dan membingungkan pengguna internet dalam mengakses URL tersebut. Semua mirip dengan nama situs korban. Contohnya pada kasus sebenarnya seperti Google, situs yang dituju adalah Google.com / Google.co.id
    Tapi pengguna tanpa sengaja menengetikan Goggle.com / Googel.co.id, namun pengguna tetap diarahkan pada link portal Google.com yang sebenarnya atau juga pada situs yang mengandung Content pornografi ataupun mengandung banyak malware. Hasilnya si pengguna internet pun bingung terlebih lagi jika ada pesan “ Congratulation ,you ‘re just now getting  of…./ winning the …. “ dan ada tampilan messagebox dengan mengintruksikan si pengguna internet untuk mengklik button yang ada dan selebihnya korban menjadi makanan empuk sang TypoSquatter.
  3. Mengatasi Cybersquatting & TypoSquatting
    Saya akan membagikan informasi tentang 3 cara untuk mengatasinya :
    – Cara yang ribet tapi murah bahkan gratis
    – Cara yang gampang dan mahal
    – Cara yang gampang dan murah.Saya yakin 100% Anda pasti menginginkan cara nomor 3, gampang dan murah. benar kan?
    Tidak ada salahnya Anda mengetahui cara pertama dan kedua untuk menambah wawasan Anda. Tetapi saya tidak bisa memaksa Anda untuk membaca semuanya, jika Anda ingin langsung mengetahui cara nomor 3, silahkan scroll kebawah dan cari cara nomor 3. :)Berikut penjelasan masing-masing cara mengatasi cybersquatting & Typosquatting :

    – Cara yang ribet tapi murah bahkan gratis
    Setiap domain pasti didaftarkan melalui provider domain. untuk mengetahuinya silahkan Anda cek di website who.is dan masukkan nama domain Anda atau domain yang mirip dengan domain Anda tetapi sudah dimiliki oleh Cybersquatters / Typosquatters.
    Lalu silahkan kontak ke provider domain tersebut, jelaskan bahwa Anda adalah pemilik asli brand Anda, dan telah dirugikan oleh domain yang telah didaftarkan oleh Cybersquatters / Typosquatters tersebut.
    Biasanya Anda akan diminta legalitas tantang brand Anda, dan surat keterangan lain yang ribet sekali mengurusnya.
    Dan yang paling menyusahkan adalah waktu mengurus ini akan sangat lama sekali. bisa berbulan-bulan. bahkan bertahun-tahun.

    – Cara yang gampang dan mahal
    Anda telah mengetahui bagaimana cara kerja Cybersquatting & Typosquatting. Sekarang tinggal Anda berperan sebagai Cybersquatters / Typosquatters untuk brand Anda sendiri.
    Silahkan Anda beli domain dengan brand Anda dan nama lain yang mungkin salah ketik dan terkait dengan brand Anda.
    Mahal memang, satu domain .COM sekarang rata-rata harga nya 135 ribu-an.
    Klik disini untuk melihat harga domain.
    Tinggal Anda kalikan saja biaya tadi dengan jumlah domain yang ada di daftar Anda.

    – Cara yang gampang dan murah.
    Ini adalah penyempurnaan dari cara kedua. teknisnya sama dengan cara kedua, yaitu Anda menjadi  Cybersquatters / Typosquatters untuk brand Anda sendiri. Tetapi dengan manfaatkan promo domain pada provider domain.
    Tenang saja, saya akan berikan satu contoh saja, di JagoanHosting.com saat ini Anda bisa mendapatkan domain .COM hanya dengan 25 ribu saja, dan ini hanya berlaku untuk bulan ini saja (juli 2015).
    Jadi, jangan sampai ketinggalan!!!

    Langsung terapkan Cara yang gampang dan murah untuk mengamankan domain Anda dan mencegah Cybersquatting & TypoSquatting.
    Klik disini untuk langsung membeli domain seharga 25 ribu saja.
    Klik disini untuk mengetahui detail promo

    Tentu saja Anda bisa mencari promo domain di provider lain, tetapi untuk saat ini, harga promo domain 25 ribu di JagoanHosting.com tadi adalah yang paling murah. Silahkan Anda buktikan sendiri.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan cara mengatasi cybercrime jenis Cybersquatting & Typosquatting kan?
Pesan terakhir saya adalah jangan sampai brand Anda hancur terkena cybercrime. Lakukan tindakan antisipasi atau pencegahan sedini mungkin sebelum terlambat. :)

Sumber artikel : http://bit.ly/1KoaqjE

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *