HR Kesehatan Mental

Cara Mengatasi Konflik Pekerjaan: Pasti Bisa, Kok!

 

Cara mengatasi konflik pekerjaan – Siapa yang bisa lepas dari konflik? Tentu tidak ada, ya! Sayangnya tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah tersebut. Tidak heran banyak yang menginginkan cara mengatasi konflik pekerjaan.

Jangan biarkan masalah berlarut – larut atau menghindari masalah anda

Ini akan berdampak kepada mental dan performa Anda saat bekerja. Rasa tidak nyaman di kantor dapat meningkatkan stress yang berakibat pada stabilitas profesionalisme anda saat bekerja dengan rekan atau bos anda.

Konflik kesalahpahaman sering terjadi antara sesama atasan, atasan dengan bawahan, bahkan bawahan dengan sesamanya.

Tarik nafas dan berpikirlah positif sebagai seorang  profesional yang cerdas dalam menyikapi konflik. Berikut beberapa langkah penting yang harus kamu tau cara mengatasi konflik pekerjaan.

Identifikasi akar permasalahan dan penyebabnya 

Mengetahui apa dan kenapa sesuatu terjadi adalah langkah awal dalam cara mengatasi konflik pekerjaan. Anda harus memulai dari diri anda sendiri. Ketahui kesalahan anda dan buang sikap egois, karna sikap tersebut dapat menghancurkan anda suatu saat. Cobalah tempatkan diri anda di posisi yang bersalah agar anda bisa membuka jalan untuk mengalah dan mengakui kekurangan serta kesalahan anda. 

Bicarakan masalah adalah kunci cara mengatasi konflik pekerjaan

Realisasi untuk menyiñkap kembali konflik yang terjadi telah anda lakukan. Sekarang, Bicarakanlah masalah anda dengan pihak kedua. Atur jadwal meeting dalam waktu dan tempat yang tepat.

Saat anda bertemu, kemukakan lah pendapat anda dengan tenang dan jika pihak kedua berbicara, dengarkan lah pendapatnya dengan baik agar anda bisa menyimak dan memahami keinginanya.

Fokus dalam memecahkan masalah dan hindari pertengkaran atau perdebatan keras satu dengan yang lainnya karena hal itu akan menambah masalah bukannya mengurangi masalah anda. 

Temukan solusi atas kesepakatan bersama

Cara mengatasi konflik pekerjaan
Sumber: Gradika Aggi / Unsplash

Setelah berbincang dan menemukan penyebab permasalah yang terjadi, menemukan solusi atas kesepakatan bersama adalah bagian tersulit.

Di momen inilah kita sering throwback berkali-kali dan mutar balik tanpa arah yang jelas. Karena ini adalah puncak dari peperangan, sering kita merasa overwhelming dan berpikir untuk keuntungan kita sendiri.

Ingat! kedua belah pihak tersakiti dalam masalah ini, jadi anda juga harus menempatkan diri anda diposisi rekan anda untuk mengetahui perasaanya. Jika sudah, buatlah kesepakatan yang nantinya membuka kembali tali persaudaraan dan mencapai misi bersama dalam pekerjaan. 

Saling Menasehati

Setelah rally yang panjang dan cukup melelahkan, tentu anda dan pihak kedua membutuhkan nutrisi baru to start over. Alangkah baiknya jika Bos atau CEO memberikan wejangan atau nasehat kepada anda berdua agar kedepannya lebih memahami posisi dan tanggung jawab masing -masing.

Mengingatkan kembali, soft-skill yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan performa individu dan kelompok. 

Segera Memaafkan 

Ulurkan tangan anda atau rangkul rekan anda dan meminta maaflah dengan tulus. Jika dia meminta maaf, maka maafkan dia dengan ikhlas. Jadikan permasalah tersebut sebagai pelajaran anda kedepannya dan bangunlah hubungan yang lebih kuat antar anda berdua.

Sakit hati membekas didalam jiwa , tapi alangkah indahnya dunia anda apabila anda memafkan dan mengikhlaskan dengan begitu anda sudah mengerti bagaimana cara mengatasi konflik pekerjaan anda.

Baca juga artikel lainnya:


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *