Interviews

Diary Voice Gemparkan Industri Digital, Startup Karya 3 Mahasiswi Asli Surabaya

 

   

Satu lagi startup yang diciptakan oleh 3 mahasiswi jenius asli Surabaya. Devi Mawarni, Uswah Kunio, dan Annisa Dian Wokas. 3 mahasiswi yang menciptakan inovasi terbaru untuk media sosial yang sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat di Indonesia.

Dari sekian media sosial yang kita tahu bahkan kita gunakan, inilah salah satu yang unik. Menggunakan media suara, Diarvo memberikan warna berbeda untuk penikmat media sosial di Indonesia. Bagaimana ya awal mula adanya Diarvo, dan apa sih manfaatnya untuk kita? Ini dia kutipan wawancara singkat tim Mebiso.com dengan Devi Mawarni. :)

Halo mbak Devi, bisa diceritakan dulu mbak Diarvo itu apa dan bagaimana sistem kerjanya?

Bisnis kami Adalah media sosial berbasis suara dengan nama “Murmur” tapi sekarang sudah berganti Nama menjadi “Diarvo”. Nama yang sekarang adalah kepanjangan dari diary voice dan itu sudah mencerminkan artinya sih. Jadi media sosial kami kan berbasis suara, anda bisa post status, comment menggunakan suara dan salah satu fitur nya adalah anonymous.

Jadi setiap orang bisa mengungkapkan apa saja yang dia rasakan entah senang, sedih, marah atau apapun itu dengan post suaranya di media sosial kami dan bisa di anonymous jika orang tersebut mengingikannya. Nah, Untuk saat ini sih media sosial seperti ini masih belum ada dan tergolong masih blue ocean.

Lalu apa latar belakang mbak Devi beserta teman-teman dalam membangun Diarvo ini?

Latar belakang berdirinya ide ini awal nya ingin mengurangi angka bunuh diri yang dikarenakan tingginya tingkat depresi yang ada. Beberapa orang yang depresi disebabkan tidak bisa mengungkapkan dengan jelas apa yang dia rasakan. Tetapi semakin kesini, kita lebih mengembangkan ide nya menjadi “diarvo” yang sekarang. Kita memasarkannya saat ini di play store sih tapi itu masih versi “murmur” rencananya sekitar Oktober kita launch “diarvo” kita.

Sebagai media baru, ada tantangan tersendiri gak sih mbak?

Banyak sih mulai dari diremehkan orang, dikritik, lalu sempet juga murmur di BAJAK sama orang luar negeri sanfransisco dengan Nama Dan fitur yang sama, bahkan sampai kehabisan modal dan cari sampingan lainnya.

Dan kami juga sudah memiliki rencana untuk kedepannya, yaitu pastinya untuk bisa rilis di App Store Dan bisa memiliki banyak user tentunya.

Lalu awal mula terjun ke dunia entrepreneur ini apa sih mbak?

Awal mula berentrepreneur sih sejak pertama masuk kuliah. Menjadi entrepreneur baru pengorbanan terbesar sendiri yaitu waktu. Karena sampai kapanpun waktu tidak bisa kembali dan dibeli, tapi aku rasa itu tidak masalah untuk sebuah pembelajaran.

Nah, sebagai pemula pastinya ada nih yang paling membuat mbak mbak bersemangat dalam menjalankan startup ini? Siapa itu mbak?

Kalau saya sendiri sangat mengidolakan Mark Zuckerberg. Kata-katanya Mark Zurckerberg sih yang intinya “orang-oarng melihat Facebook seperti sekarang dengan pendapatan banyak dan terkenal tetapi mereka tidak tahu bahwa di belakang itu dia dan Tim harus berada di belakang laptop (ngoding) selama 6 tahun”.

Wah, jadi terinspirasi sekali ya mbak. Lalu adakah saran terbaik yang ingin mbak bagi dengan sesama entrepreneur muda di luar sana?

Saran yang bisa kami berikan sih “mungkin kamu merasa semua yang kamu lakukan tidak berhasil dan telah mengorbankan banyak Hal, tapi jangan pernah menyerah dan tetaplah melihat hanya pada sisi baiknya!”

Nah, begitulah sekilas wawancara kami dengan pemilik startup Diarvo. Bagi mereka bertiga setiap orang pasti mengalami kegagalan dalam hidupnya. Tapi menurut Devi sendiri, mengingat bagaimana pertama kali memulai dan mengingat apa tujuan akhir dari yang ingin dicapai, sudah mampu membuat keinginan mereka menyerah menjadi sirna.

Nah, kini giliran kamu. Anak muda tanpa batas berkreasi yang harus menunjukkan pada dunia bahwa apa yang dihasilkan mampu memberikan manfaat besar untuk lingkungan. Sudah siapkan kamu? :)

                              
Loading...

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *