Technology

Fundamental dan Prinsip kerja DNS

 

Loading...

DNS server merupakan server yang digunakan untuk me-resolve nama-nama sistem ke dalam IP address atau sebaliknya (reverse lookup). Agar fasilitas DNS server tersedia di dalam jaringan, diperlukan sebuah nameserver. DNS server memungkinkan para pengguna jaringan komputer menggunakan nama jagoanhosting.com sebagai pengganti untuk mengingat IP address 202.67.15.2

Pada saat suatu host di dalam suatu jaringan terhubung ke jaringan lain melalui host name, disebut juga fully qualified domain name (FQDN), DNS server digunakan untuk mengetahui IP address dari host tersebut.

Cara kerja DNS adalah sebagai berikut :

  • Saat kita merequest suatu alamat, misalnya jagoanhosting.com dari host kita, maka host kita akan mengontak name server lokal untuk menanyakan dimanakah jagoanhosting.com berada.
  • Name server akan mencari request tersebut di database lokal. Karena tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk .com
  • Domain .com berada pada level TLD (Top level domain), merupakan kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com dipakai untuk perusahaan komersial; .edu dipakai untuk perguruan tinggi; .gov dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan nama yang dipakai oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda mislanya .id untuk Indonesia atau .au untuk Australia. Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari jagoanhosting.com Kemudian DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola jagoanhosting.com Kemudian DNS server tersebut akan memberitahu IP address dari jagoanhosing.com Sehingga host kita merequest jagoanhosting.com dengan IP address tersebut

Resource Record
Resource Record merupakan record yang terdapat dalam database DNS untuk menerjemahkan IP Address ke nama dan dari Nama ke IP Address.

Ada beberapa resource Record :

  1. A Record : berisi nama host dan IP Address, menunjukkan alamat Ipv4. Nama owner akan ekuivalen dengan IP address yang didefinisikan setelah record A.
  2. SOA (Start of Authority) Record : siapa yang bertanggung jawab atas suatu zone.

SOA MNAME – SOA: Start Of Authority SOA MNAME> adalah field yang menunjukkan master server pada puncak/root dari zona authority. Hanya diperbolehkan terdapat satu master server tiap zona authority. Contohnya domain jagoanhosting.com memiliki SOA MNAME ns1.jagoanhosting.com

SOA Serial Number SOA Serial Number adalah field yang menunjukkan serial number dari DNS server. Format yang paling populer dalam penamaan serial number ini adalah yyyymmddss dengan yyyy adalah tahun, mm adalah bulan, dd adalah tanggal, dan ss adalah jumlah perubahan yang dilakukan pada hari itu. Nilai dari field ini harus diubah ketika terjadi perubahan pada zone file.

SOA REFRESH> SOA REFRESH adalah field yang menunjukkan waktu slave server akan merefresh zona dari master server.

SOA RETRY SOA RETRY adalah field yang menunjukkan berapa lama waktu jeda antara percobaan slave server mengkontak master server jika kontak pertama mengalami kegagalan ketika slave master me-refresh cache dari master server.

SOA EXPIRE SOA EXPIRE adalah field yang menunjukkan berapa lama zona-data masih authoritative. Field ini hanya berlaku untuk slave atau secondary server. Ketika nilai ini telah expired, maka slave master akan mengontak master server untuk membaca SOA record pada zona dan merequest AXFR/IFXR jika serial number berubah. Jika slave gagal mengontak master, maka slave akan terus mencoba mengontak master dan masih melayani query hingga waktu SOA EXPIRE habis. Setelah itu slave akan berhenti melayani query hingga kontak ke master server berhasil. RFC 1912 merekomendasikan 1209600 hingga 2419200 (2-4 minggu).

SOA MINIMUM TTL SOA MINIMUM TTL adalah nilai default TTL (Time To Live) untuk semua record pada zone file. Field ini dalam satuan detik.

3.NS (Name Server) Record: name server yang bertanggung jawab atas suatu zone

4.CNAME (Canonical Name) Record : nama alias untuk suatu host, dan sebuah record yang menjelaskan primary name untuk owner. Nama ownernya disebutkan dalam alias.

Loading...

2 komentar

  • 19 Juli 2009 - pukul 4:17

    Teori bekerja DNS

    Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:
    1. DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
    2. recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
    3. authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)
    thanks before…
    Salam dari kami :
    KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA (MR. AMATEUR)

  • 25 November 2010 - pukul 0:04

    Info yang sangat membantu.Terima kasih

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *