Running A Business

Gangguan Mental Yang Rentan Dialami Wirausaha

 

Gangguan mental di zaman digitalisasi kini menjadi hal yang sangat dekat. Mengapa tidak? Bagi seorang wirausaha dengan ritme kerja yang sering kali tidak stabil, membuat seorang wirausaha rentan mengalaminya. Baca juga: 7 Pelajaran Hidup dari Sebuah Perjalanan Wirausaha

Di era kemajuan teknologi ini, bekerja bukan lagi perihal duduk di kantor dari pukul 9 sampai jam 5. Beberapa tipe pekerjaan yang lebih fleksibel, seperti wirausaha hingga freelance justru memicu adanya gangguan mental. Baca juga: 5 Langkah Menjadi Freelance Web Developer Sukses

Mengapa bisa ya, tipe pekerjaan yang sebenarnya sangat fleksibel justru memberikan ancaman? Mari simak ulasan berikut ini

Jenis-Jenis Gangguan Mental yang Sering Dialami Wirausaha

1. Penyalahgunaan dan Adiksi Zat

Seorang wirausaha mempunyai banyak kebebasan untuk menentukan orientasi dan eksekusi ide yang dimiliki. Bagi mereka yang kurang cermat dalam proses delegasi, tidak jarang memiliki gangguan mental yakni stress yang tinggi. Tingkat stres yang tinggi ini diakibatkan karena beban kerja dan jeda untuk istirahat yang tidak seimbang.

Nah, seorang wirausaha menekan kecemasan tersebut dengan menemukan hal yang dirasa menyenangkan dan dapat mengobati, dengan mencari cara cepat dengan penggunaan alkohol atau bahkan narkoba.

2. Keinginan untuk Bunuh Diri

Para wirausaha ini harus berhadapan dengan banyaknya ketidakpastian dalam pekerjaan mereka, sehingga mereka harus pintar-pintar beradaptasi dan menyusun strategi. Tidak jarang, dari mereka adalah sosok yang takut menghadapi kenyataan. Tipe individu yang seperti inilah yang rentan mengalami gangguan mental. Adanya suicidal thought (pikiran bunuh diri) merupakan gangguan mental yang perlu bantuan profesional.

Kegagalan pada proses adaptasi, membuat mereka mudah terserang gangguan mental yakni depresi dan merasa dirinya tidak berharga. Seringkali, wirausaha yang lebih menekankan hasil daripada proses yang rentan mengalami gangguan mental ini.

3. Imposter Syndrome

Imposter syndrome atau sindrom penyemu adalah suatu kondisi yang membuat individu yang mengalaminya merasa tidak pantas atau tidak berhak mendapatkan suatu prestasi dan kesuksesan.  Padahal, orang tersebut memiliki banyak kemampuan yang diakui oleh orang-orang disekitarnya. Nah, ternyata banyak lho wirausaha yang sering merasakan ketakutan untuk gagal yang akhirnya membuat mereka sering cemas.

Wirausaha yang memiliki imposter syndrome dapat merasa bahwa kesuksesan yang sekarang ia peroleh hanya karena beruntung atau karena bantuan orang lain. Walaupun Imposter Syndrome tidak termasuk dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa, kondisi ini tidak boleh kamu biarkan terus menerus ya. Baca juga: Hindari Imposter Syndrome, Jangan Sabotase Diri Anda Sendiri

Nah, itu tadi kondisi-kondisi yang sering dialami oleh wirausaha. Apakah kamu pernah mengalaminya?

Artikel ini kerja sama Mebiso dengan riliv


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *