Interviews

Greestcloth.com, Toko Online Fashion Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa IPB

 
  • 3
    Shares

   

Menjadi seorang mahasiswa dan juga enterpreneur kini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali Ahmad Haris Wijaya(21)yang merupakan seorang mahasiswa IPB semester 6. Bersama dengan timnya ia mendirikan sebuah bisnis online dengan konsep fashion ramah lingkungan. Mengusung konsep ramah lingkungan ini ia terus buktikan dengan menggunakan bahan produksi yang benar – benar ramah lingkungan. Berkat kerja keras dan pemikiran hebatnya ini beberapa kali beliau mendapatkan prestasi dan memperoleh pengalaman yang sangat luar biasa. Menurut beliau, setiap enterpreneur harus fokus terhadap apa yang ia jalani. Ini yang membawa Ahmad Haris Wijaya sukses bersama Greestcloth.com.

Halo Mas Ahmad, senang sekali saya bisa mewawancarai mas. Sebelumnya bisa dijelaskan dulu mas, apa sih Greestcloth.com itu?

Bisnis ini saya jalankan bersama tim bernama Greest Clothing. Usaha yang bergerak dalam bidang clothing ramah lingkungan. Berbagai produk yang dihasilkan clothing (sekarang masih kaos) berbahan baku serat ramah lingkungan seperti bamboo cotton, organic cotton, dan serat ramah lingkungan lainnya (nanas, pisang, dan abaca). Disamping memproduksi produk kami juga mengkampanyekan peduli lingkungan, pola hidup hijau, dan pola hidup sehat.

Wah kegiatan yang bukan hanya menguntungkan diri sendiri ya mas. Lalu apa latar belakang berdirinya bisnis ini?

Greest sendiri dilatar belakangi oleh banyaknya produk fashion yang beredar di dunia, namun mereka tidak ramah lingkungan. Hal itu dibuktikan dari bahan baku sintetis dan bahan kimia yang digunakan melebihi batas standar. Oleh karena itu Greest ada dan bertujuan untuk menciptakan trend fashion pro lingkungan di dunia. Greest memiliki tiga nilai di setiap produknya, yaitu ramah lingkungan, nyaman, dan berkualitas. Greest memberikan harga premium dengan jaminan tiga nilai tersebut.

Lalu bagaimana mas memasarkan produk ini?

Saat ini Greest memasarkan produk melalui internet, baik dari website maupun sosial media. Disamping itu Greest dibantu oleh reseller dan agen dalam penjualannya. Saat ini konsentrasi penjualan masih di berbagai kota di pulau Jawa. Tak menutup kemungkinan Greest masuk di pasar internasional.

Dan untuk produk yang paling banyak digemari oleh pelanggan saat ini adalah kaos sablon dengan bahan bamboo cotton, produk ini sering dipesan oleh kalangan anak muda. Kedepannya Greest akan mengeluarkan produk dengan bahan 100% cotton organic, karena permintaan akan produk ini sudah mulai berdatangan.

Nah tapi apa sih yang membuat mas sebagai seorang mahasiswa juga ingin menjadi seorang enterpreneur seperti sekarang ini? Dan apa pengorbanan mas untuk bisa menjadi seorang enterpreneur ini?

Sebenarnya menjadi entrepreneur sudah menjadi impian saya ketika masih mengenyam pendidikan di SMA. Dan mulai terealisasi di bangku perkuliahaan. Karena dengan menjadi entrepreneur saya dapat menyalurkan passion yang dapat bermanfaat untuk sesama, serta dengan menjadi entrepreneur peluang untuk memberi manfaat kepada orang lain lebih besar dibanding pekerja atau self employee biasanya.

Pengorbanan yang besar dari segi waktu, biaya, dan tenaga. Namun pengorbanan itu terasa kecil dibanding dampak jangka panjang seorang entrepreneur.

Benar sekali mas, tanpa berkorban kita tidak bisa menjadi sukses. Nah, tapi apa sih yang membedakan bisnis mas ini dengan bisnis lain yang konsepnya sama?

Yang membuat Greest berbeda dengan produk lain terletak pada produk yang dijual kepada pelanggan, yaitu merupakan produk yang dibuat seramah lingkungan mungkin. Disamping itu pelayanan kepada konsumen merupakan hal utama serta Greest mendukung gerakan peduli lingkungan melalui komunitas-komunitas lingkungan.

Wah jika begitu tentu sudah pernah menyandang berbagai prestasi dong mas?

Alhamdulillah, saya pernah menjuarai berbagai lomba atau kompetisi bisnis nasional, salah satunya yaitu menjadi juara 3 dalam Hemaviton Pemburu Peluang Sesi II. Namun prestasi yang saya anggap terbaik adalah mampu membuka dan menjalankan bisnis ini sampai sekarang.

Dan bagaimana dengan pengalaman paling berkesan yang pernah Anda dapatkan selama menjalankan bisnis ini?

Banyak pengalaman yang saya dapat ketika menjadi entrepreneur, antara lain bisa berbagi pengalaman ke calon entrepreneur-entrepreneur lain, bertemu sesama entrepreneur, dan yang paling berkesan saat mampu berkolaborasi dengan UKM – UKM sekitar untuk menghasilkan produk Greest.

Hebat sekali mas, lalu bagaimana mas Ahmad menilai ruang lingkup market yang ada saat ini?

Menurut saya market sekarang yang paling potensial ada di Indonesia. Dengan market di Indonesia Greest mulai masuk untuk mengubah paradigma market agar lebih cerdas membeli produk, tidak dalam segi harga melainkan dari segi dampak lingkungan dan kualitas produk di pasaran.

Untuk kedepannya saya berkeinginan produk Greest dapat mendunia, serta sebagai wadah kolaborasi antar UKM untuk bersama-sama menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan.

Menurut mas tantangan apa yang sudah pernah dihadapi oleh bisnis ini?

Tantangan dan kendala merupakan hal yang pasti dalam dunia entrepreneurship. Biasanya saya mengatasi kendala tersebut pertama-tama mengkonsultasikan dahulu kepada Allah, kemudian konsultasi ke mentor, setelah itu bergerak bersama menghadapi tantangan dan kendala yang ada.

Nah sejauh ini siapa nih yang paling memotivasi mas untuk menjalankan bisnis ini?

Banyak tokoh yang menjadi inspirasi saya. Namun tokoh yang berpengaruh adalah Bill Gates dan Warrent Buffet.  Saya banyak belajar sikap dan pemikiran dari buku-buku serta video mereka. Untuk fashion saya lebih termotivasi pada Jimmy Lai pendiri Giordano.

Apakah mas Ahmad ingin bagi – bagi tips untuk para enterpreneur lain di luar sana?

Dari saya cukup ini saja mbak “gunakan 70% untuk bagikan konten-konten yang bermanfaat, 30% lakukan penjualan”.

Wah terimakasih banyak mas Ahmad sudah mau berbagi cerita bersama kami. Semoga Greestcloth.com semakin dan selalu sukses :)

 

                           
  • 3
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *