Headline Inspirasi

5 Inspirasi Marketing yang Bisa Anda Dapatkan dari Industri Pornografi

 

Loading...

Mendengar kata pornografi mungkin akan membuat Anda memikirkan hal-hal negatif yang berkaitan dengan industri tersebut.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa industri pornografi menjual layanan yang sangat bertentangan dengan norma dan agama yang dianut masyarakat Indonesia.

Tetapi asal Anda tahu, industri hiburan dewasa ini menurut Kassia Wosick, asisten profesor sosiologi di New Mexico State University diperkirakan bernilai 97 miliar USD seperti dikutip dari nbcnews.com.

Wow, angka yang cukup fantastis.

Perkembangan industri pornografi yang masif tersebut tak lepas dari strategi marketing yang mereka gunakan. Tentunya dari apa yang industri pornografi ini lakukan ada beberapa pelajaran marketing yang mungkin bisa kita petik.

Dalam artikel ini Mebiso mengajak Anda untuk mengupas 5 pelajaran marketing yang bisa diambil dari industri pornografi ini.

Oh ya, meskipun artikel ini tentang industri pornografi, Mebiso tidak serta merta mendukung industri tersebut. Anggaplah apa yang Anda baca ini sebagai inspirasi untuk memajukan bisnis Anda.

1. Industri pornografi itu jago dalam memahami kehendak pasar

industri pornografi menangkap minat pasar
Sumber gambar: unsplash.com/@linkedinsalesnavigator

Industri pornografi terkenal dengan produktivitasnya dalam berkarya. Bahkan mereka bisa membuat 13.000 film dan mencetak profit sebesar 15 miliar USD setiap tahun.

Bandingkan dengan Hollywood yang mampu membuat 600 film dengan profit hanya 10 miliar USD tiap tahunnya.

Dalam memproduksi film, perusahaan yang membuat film pornografi membuat film berdasarkan keinginan pasar. Mereka memiliki data khusus terkait tren pencarian di situs-situs mereka.

Mereka juga membuat segmentasi pasar dan menghasilkan film-film khusus untuk segmen tersebut.

Anda juga bisa melakukan hal yang sama. Dalam artian Anda juga harusnya mengikuti kehendak pasar atau pelanggan Anda.

Dengarkan apa yang mereka butuhkan dan buatlah produk untuk memenuhi kebutuhan mereka.

2. Tidak melulu membahas seks

memanfaatkan media sosial untuk branding
Sumber gambar: pexels.com/@pixabay

Terdengar aneh memang, tetapi perusahaan pornografi tidak selalu membahas seks dalam praktik marketingnya.

Mengapa demikian?

Hal tersebut disebabkan mereka memiliki keterbatasan dalam menggunakan media sosial. Mereka tidak bisa memposting konten-konten pornografi di media sosial besar seperti Facebook, Twitter, atau Instagram.

Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan pornografi seperti Pornhub memiliki situs blog khusus yang aman dan tidak memuat konten-konten dewasa.

Mereka sering membagikan statistik dan infografis terkait konsumsi pornografi di situs mereka. Data-data statistik tersebut secara tak kasat mata menunjukkan bagaimana pengunjung berinteraksi dengan website pornografi seperti Pornhub.

Anda dapat meniru pendekatan ini dengan cara membagikan cerita mengenai produk Anda.

Dalam hal ini jangan berfokus pada jualan saja.

Anda bisa menceritakan bagaimana orang-orang menggunakan produk Anda. Atau bisa juga Anda menceritakan bagaimana produk yang Anda buat mengubah hidup pelanggan Anda.

Tentu ceritanya harus cerita nyata ya. Bukan rekaan.

3. Situs pornografi terbaik memiliki brand yang mengungguli kompetitor

industri pornografi dan kampanye charity
Sumber gambar: pexels.com/@mahesh-aravinth-saravanan-photography-493706

Persaingan antar brand situs pornografi sangatlah sengit. Di tengah persaingan itu, memiliki brand yang kuat menjadi kunci untuk memenangkan persaingan.

Sadar akan hal tersebut, perusahaan pornografi Pornhub menampilkan citra perusahaan yang positif di mata masyarakat.

Mereka bahkan melakukan tindakan mulia seperti meningkatkan kesadaran akan kanker payudara sembari menggalang dana lewat kampanye bertajuk “Save the Boobs”.

Selain kampanye tersebut, Pornhub juga memiliki kampanye-kampanye lain yang membuat brand mereka tampak menonjol dibanding kompetitor.

Hal tersebut lah yang menjadikan Pornhub mampu mengungguli pesaing-pesaing mereka.

Satu hal yang bisa Anda tiru dari hal tersebut adalah Anda perlu membangun brand perusahaan Anda dengan matang.

Anda dapat melakukan kampanye-kampanye inovatif yang dapat meningkatkan citra positif perusahaan Anda.

Misal Anda memiliki bisnis kafe, Anda bisa membuat program buka puasa bersama anak yatim.

4. Menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi

perubahan teknologi untuk bisnis
Sumber gambar: pexels.com/@tranmautritam

Perkembangan teknologi adalah keniscayaan yang cepat disadari oleh pelaku bisnis pornografi. Industri pornografi sendiri berawal dari penjualan film porno dalam format VHS di tahun 1980. Lalu berkembang menjadi format DVD di tahun 1990.

Saat ini, industri pornografi berkembang menuju format digital yang bisa diunduh atau streaming lewat internet.

Tak hanya itu, industri ini juga mulai memanfaatkan kecanggihan big data dan analytic untuk mengembangkan usaha mereka.

Senada dengan hal tersebut, bisnis Anda juga haruslah up to date.

Jangan takut dengan perubahan teknologi yang Anda. Mulailah memanfaatkan teknologi seperti media sosial, SEO, analytic, dll untuk menunjang bisnis Anda.

5. Memanfaatkan media untuk mempromosikan brand

ilustrasi promosi lewat media
Sumber gambar: unsplash.com/@snowshade

Untuk membedakan dirinya dari kompetitor, situs pornografi Pornhub sering memanfaatkan publikasi media untuk kepentingan marketing mereka.

Pornhub dikenal karena sering mengunggah data-data pencarian dan statistik terkait penggunaan situs mereka ke publik.

Data-data tersebut sangatlah menarik di mata media. Alhasil, Pornhub menjadi sumber rujukan terpercaya bagi seorang jurnalis yang sedang menulis artikel atau berita tentang pornografi.

Selain itu, Pornhub sering mendapatkan exposure dari meme yang diunggah orang-orang di 9Gag.

Hal tersebut menunjukkan bahwa suatu bisnis bisa mendapatkan promosi gratis dari media-media besar jika bisnis tersebut memiliki cerita menarik untuk dibagikan.

Oleh karenanya, bisnis Anda bisa memanfaatkan trik ini dengan membuat kegiatan-kegiatan yang menarik dan memiliki nilai berita.

Kesimpulan

Meskipun industri pornografi memiliki citra negatif di mata masyarakat kita, ternyata ada pelajaran marketing yang bisa menginspirasi kita untuk mengembangkan usaha yang kita miliki.

Pun, dalam membangun usaha pastikan jika usaha Anda tidak menyalahi norma dan hukum yang berlaku ya.

Baca juga artikel menarik lainnya:

7 Tips Menyelenggarakan Rapat yang Efektif

Cashless Society, 7 Manfaat yang Anda Dapat Lewat Transaksi Non-Tunai

Mengejutkan! Blackberry Messenger Undur Diri 31 Mei

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *