Running A Business

Jenis-jenis Hak Kekayaan Intelektual: Desain Industri, Rahasia Dagang, dan Hak Cipta

 
  • 1
    Share

Loading...

Jenis-jenis HKI sangat luas. Paten dan Merek hanyalah satu di antaranya. Di samping itu ada pula desain industri, rahasia dagang, hak cipta, desain tata letak sirkuit terpadu, perlindungan varietas tanaman, dan lain sebagainya. Jika kemarin kita sudah membahas mengenai Paten dan Merek sebagai salah satu jenis HKI.

[Baca juga: Mengenal Arti Paten dan Hak Kekayaan Intelektual Produk Anda]
[Baca juga: Mengenal Jenis Hak Kekayaan Intelektual: Merek]

Sekarang kita bicara tentang jenis berikutnya, yakni Desain Industri, Rahasia Dagang, dan Hak Cipta.

1. Desain industri

Dari namanya sudah bisa ditebak seperti apa. Desain industri berkaitan dengan desain dan industri. Artinya desain yang dimiliki adalah desain yang bisa diperbanyak secara massal, bukan berupa karya seni.

Desain industri ada hubungan erat dengan estetika juga. Kursi dengan sandaran dan empat kaki sudah jamak. Tetapi kursi dengan delapan kaki? Itulah desain industri.

Dan desain industri bisa kita daftarkan perlindungannya. Jika dianggap memiliki nilai kebaruan, desain kita akan terlindungi selama 10 tahun.

2. Rahasia dagang

Rahasia dagang, seperti namanya merupakan informasi dalam bidang teknologi atau bisnis yang tidak diketahui oleh umum yang bernilai ekonomis.

Rahasia ini berguna bagi si pemilik dan dijaga kerahasiaannya oleh si pemilik agar tidak berpindah ke pihak lain yang tidak berwenang.

Berbeda dengan yang lain, rahasia dagang tidak perlu didaftarkan ke Ditjen HKI. Cukup pencatatan lisensi dan/atau pengalihan hak saja yang dicatatkan.

3. Hak cipta

Hak cipta adalah hak eksklusif milik pencipta untuk memperbanyak, mengumumkan ciptaannya. Apa saja sih yang dilindungi hak cipta? Hak cipta melindungi karya tulis, gambar, lagu, karya seni lainnya, termasuk di dalamnya software, database.

Berapa lama perlindungannya? Lama perlindungannya adalah seumur hidup pencipta ditambah 50 tahun.

Oh ya, berbeda dengan yang lain, hak cipta sesungguhnya tidak perlu didaftarkan. Perlindungannya bersifat deklaratif yang berarti dilindungi sejak ciptaan tersebut diumumkan. Tetapi pemilik hak cipta boleh saja mengajukan permohonan pencatatan hak cipta ke Ditjen HKI untuk diberikan surat keterangan terdaftar.

Semoga sekarang, rekan-rekan semua sudah bisa lebih memahami perbedaan antara paten, merek, desain industri, hak cipta sehingga sudah bisa langsung bilang “Saya mau daftarin merek saya” :-)

Tambahan Editor: MEBISO membuka seluas-luasnya ruang konsultasi bagi anda yang ingin bertanya seputar HKI. Konsultasi anda akan dijawab langsung oleh Gunawan Bagaskoro (Iploid) sebagai konsultan HKI ahli. Anda cukup meninggalkan komentar atau email ke [email protected] Kami tunggu ;-)

source: iploid.com
gambar: wikimedia.org
editor: Taufik M. Aditama
Loading...

  • 1
    Share

3 komentar

  • 25 Februari 2014 - pukul 23:13

    salam hormat, saya ini tidak tahu bagaimana mau mendaftarkan hak cipta atas gagasan yang saya buat ?,,,,,,,,ditujukan kemana?,,,persyaratannya apa aja?,,,, terima kasih

    • Administrator
      26 Februari 2014 - pukul 10:19

      Terima kasih atas pertanyaannya.
      Perlindungan hak cipta diberikan jika karyanya sudah terwujud. Sehingga suatu gagasan atau ide yang masih ada di dalam kepala dan belum dituangkan dalam bentuk karya tulis, paper, skripsi, artikel atau cerpen tentu belum terlindungi.
      Perlindungan hak cipta bersifat deklaratif, artinya karya tersebut terlindungi sejak ia diumumkan kepada publik.
      Permohonan pencatatan hak cipta diajukan ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM dengan alamat di Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 8-9 Jakarta Selatan.
      Permohonan bisa juga diajukan di Kanwil Kumham setempat. Permohonan yang diajukan di Kanwil akan diproses lebih lanjut di Ditjen HKI.
      Permohonan bisa juga disampaikan melalui Konsultan HKI yang telah terdaftar di Ditjen HKI. Pengajuan biaya melalui Konsultan tentunya akan dikenakan biaya jasa konsultan tersebut selain biaya permohonan resmi.

      Syarat pengajuan permohonan hak cipta
      1. Mengisi formulir
      2. Melampirkan contoh ciptaan
      3. Melampirkan fotokopi KTP
      4. Membayar biaya permohonan
      Informasi lengkap bisa dilihat di http://www.dgip.go.id
      Jika bingung membedakan antara paten, merek, hak cipta, bisa simak tulisan saya di Mebiso ini. :)

  • dien
    2 September 2014 - pukul 11:08

    misi numpang nanya, gan.. kalo utk nama + logo perusahaan/badan usaha/bisnis, masuknya kategori merk, paten, hak cipta atau apa ya? msh blm ngeh nih..
    kebetulan lg bikin artikel.
    makasih sebelum dan sesudahnya

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *