Interviews

Jogjakulit, Bisnis Lokal dengan Prestasi Internasional ala Dion Perdana Putra

 

   

Berawal dari ketidaksengajaan, Dion Perdana Putra(30) yang merupakan lulusan Ilmu Politik menitih karir di bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikannya. Menjadi seorang enterpreneur dan mengembangkan bisnisnya yang bernama Jogjakulit, Dion juga memiliki keinginan untuk mensejahterakan UKM pembuat tak kulit yang sangat terkenal. Produk yang bukan hanya diminati masyarakat Indonesia ini, ternyata sudah mampu mencapai pasar internasional. Lalu bagaimana cerita Dion Perdana dalam mengembangkan bisnis Jogjakulitnya?

Sore Bapak Dion, bisa diceritakan tentang apa itu Jogjakulit.com?

Bisnis tas kulit sangat mempunyai potensi yang besar di pasar local Indonesia, potensi produk tas kulit ini sangat besar. Karena setelah saya berdiskusi dengan para pengrajin tas kulit, mereka sudah bertahun – tahun mendapatkan order dari luar negeri dan permintaan tiap tahunnya selalu naik. Tas kulit ini termasuk dalam bisnis menengah ke atas karena harga produk yang tidak murah sehingga hanya kita harus tepat sasaran untuk konsumen. Banyak sekali tas kulit produksi dalam negeri Indonesia telah diakui oleh negara – negara di Eropa dan Jepang, karena kualitas dari kerajinan handmade kulit ini. Maka melalui Jogjakulit, produk yang sudah tembus ke luar negeri saya pasarkan untuk pasar lokal, agar lebih membuktikan bahwa produk Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Ini juga membuktikan, bahwa produk ciptakan UKM indonesia memiliki kualitas terbaik.

Lalu apa latar belakang Anda mendirikan Jogjakulit ini sendiri?

Latar Belakang berdirinya jogjakulit  yaitu “saya ingin membantu ukm yang masih belum online untuk menjadi online agar lebih dikenal di dunia online“, saya dibantu oleh teman saya Kurniadi Suyuti untuk melakukan brainstorming diawal kami ingin mendirikan website Jogjakulit, tapi karena ada pekerjaan sehingga teman saya sudah tidak aktif di Jogjakulit dan saya sendiri yang menjalankan Jogjakulit untuk melakukan pemasaran secara online. Dan sebelum mendirikan Jogjakulit ini kami selalu bertemu dengan UKM pengrajin kulit untuk melakukan diskusi dari proses produksi sampai bagaimana melakukan pemasaran secara efektif melalui online dan offline. Masih banyak UKM ternyata yang mempunyai potensi untuk menjadi online akan tetapi mereka masih perlu pendampingan untuk bisnis onlinenya, maka potensi pasarnya masih terbuka.

Menjual produk hasil kerajinan tangan ini, bagaimana cara Anda menyeimbangkan harga produk dengan kualitas produk yang dihasilkan?

Menyeimbangkan harga produksi dengan kenaikan bahan baku, disini saya memang merasa dilema disisi penjualan kita tidak bisa menaikkan secara langsung karena akan mengakibatkan daya beli menurun. Kualitas jelas kita tetap jaga jangan sampai turun. Biasanya kita beri tahukan ke konsumen tentang harga yang akan naik, karena faktor bahan baku yang juga naik. Beruntungnya mereka tetap loyal jika selama harga yang naik tetap wajar dan tidak memberatkan konsumen.

Lalu apa strategi yang Anda lakukan untuk memasarkan bisnis ini?

Strategi saya dalam memasarkan produk tas kulit ini, yaitu tahap pertama adalah membuat website yang informatif dan memberikan diskripsi produk secara detail dari setiap produk tas kulit. Dan pemasaran kita yang lebih aktif adalah di social media seperti  Facebook, Twitter, dan BBM (blackberry). Dan yang terakhir adalah Instagram yang sedang kita bangun, semua promosi kami lakukan melalui online marketing.

Berbisnis di sosial media, produk apa saja yang banyak dilirik dan dipesan oleh pelanggan?

Produk yang paling popular adalah produk tas kulit wanita. Karena tas kulit wanita ini modelnya disukai sampai Negara Jepang.

Apa yang diberikan Jogjakulit sehingga dinilai berbeda dari toko online tas lainnya?

Kenapa Jogjakulit berbeda dengan penjual tas kulit yang lainnya? Karena kita selalu memberikan pengertian lebih detail bahwa tas kulit tersebut adalah tas kulit yang disukai bukan hanya di negara Indonesia saja, tetapi sudah sampai Jepang dan beberapa negara di Eropa. Sehingga pelanggan akan mengerti, bahwa model yang mereka sukai juga disukai di negara Jepang dan Eropa sana.

Selama menjalani bisnis Jogjakulit ini, prestasi apa yang sudah pernah diraih oleh bisnis Anda ini?

Prestasi yang pernah saya alami adalah kita ditelepon oleh kedutaan Indonesia di Jerman, untuk mengikuti pameran di Jerman. Kebetulan pada saat itu saya berhalangan hadir ke Jerman untuk memenuhi undangan pameran, jadi saya hanya mengirimkan beberapa contoh produk dari Jogjakulit. Banyak dari penonton pameran tersebut yang menyukai produk kami, sehingga kami meninggalkan beberapa contoh produk di kedutaan Indonesia di Jerman untuk dijadikan contoh produk Indonesia.

Lalu pengalaman paling berkesan seperti apa yang pernah Anda dapatkan selama menjalani bisnis ini?

Yang paling berkesan menurut saya adalah meskipun produk yang saya jual dengan diskripsi bahasa Indonesia, tetapi banyak orang luar negeri yang tinggal di Indonesia ingin membeli produk saya. Dan mereka rela sampai mencari toko saya, meskipun saya hanya menjual di toko online saja.

Bagaimana Anda menilai ruang lingkup market yang ada saat ini?

Ruang lingkup bisnis saya di tas kulit ini sangat luas. Saya belum melakukan explore dari kulit hewan yang lain selain kulit sapi, seperti kulit pari atau kulit ular. Belum lagi inovasi model bentuk tas dan desain bentuk. Jadi masih sangat luas marketnya dan konsumen tetap ada.

Apa tantangan yang pernah Anda hadapi selama membangun bisnis ini?

Tantangan yang saya hadapi adalah pada masalah ketersediaan produk. Karena produk kita adalah limited handmade, jadi kadang sering sold out dan permintaan atas tas tersebut masih tinggi. Sehingga saya harus melakukan produksi ulang yang membutuhkan waktu sehingga kadang konsumen harus menunggu untuk mendapatkan produk itu. Dan kendala tersebut kita sudah bekerja sama dengan beberapa vendor yang mempunyai kapasitas produksi lebih untuk membantu kita untuk mengatasi stok.

Di awal mendirikan bisnis ini tentu ada yang Anda korbankan bukan? Lalu apa saja itu?

Pengorbanan untuk menjadi entrepreneur sangatlah besar , dari mulai waktu , pikiran dan materi , dimana sebagai entrepreneur dituntut harus meriset pasar agar produk yang kita jual disukai oleh konsumen, sehingga pikiran kita selalu berfikir untuk mencari solusi untuk pengembangan produk kita.

Lalu apa rencana kedepan Anda dalam mengembangkan bisnis ini?

Rencana kedepan kita ingin melakukan produksi yang lebih banyak dan mungkin kita akan membuka toko online untuk display produk kita. Jadi diharapkan tidak ada lagi pesanan yang menunggu lama untuk produk yang dipesannya.

Apasih yang membuat Anda termotivasi dalam membangun bisnis ini?

Ada satu quote yang memberikan motivasi bagi saya dan ini kebetulan dari nenek saya sendiri, yaitu “Bahwa semua hal itu dapat dipelajari, tinggal bagaimana kamu berusaha mempelajari hal tersebut“.

Nah, yang terakhir nih Pak, saran apa yang bisa Anda berikan untuk enterpreneur di luar sana?

Saran saya adalah “berani untuk mengambil resiko dalam bisnis itu penting, karena dibalik resiko tersebut ada hal baru yang kita pelajari“.

Terimakasih Pak, untuk kesempatannya berbagi bersama kami. Semoga Jogjakulit terus dan akan selalu sukses :)

           

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *