Interviews

Keinginan Menjadi Ibu Rumah Tangga Profesional Membawa Ibu Teti Umarih Sukses Berbisnis Online Produk Luar Negeri

 

Loading...

Bukan hal mudah menjual produk yang ternyata berasal dari luar negeri, ada banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi oleh Ibu Teti Umarih(33). Namun pilihan ini yang ia jadikan sebagai suatu motivasi dalam berbisnis online melalui Tokobarangikea.com. Ibu Teti yang merupakan lulusan fakultas pertanian Universitas Padjajawan Bandung ini memilih untuk bekerja dari rumah dan menjadi Ibu rumah tangga profesional dengan menjalankan bisnis onlinenya. Keinginannya untuk mandiri dan bekerja dengan waktu yang bebas didukung oleh relasi yang ia miliki baik dalam maupun luar negeri membuatnya semakin mudah dalam menjual produk import ini. Lalu apa itu Toko Barang IKEA dan bagaimana Ibu Teti menjalankan bisnis ini? Berikut ini ulasannya:

Selamat sore Ibu Teti, bisa diceritakan bagaimana awal Anda menjadi seorang enterpreneur ini Bu?

Sejak kuliah di Bandung saya sudah berbisnis untuk membiayai kuliah sendiri, saya tipe yang tidak suka bekerja dengan waktu yang fleksibel, saya sangat suka jalan – jalan, jadi saya memilih bidang yang tidak terlalu terikat dengan waktu, dengan penghasilan yang bagus, akhirnya memilih jalur ini. Sejak menikah lalu pindah ke Jakarta dan punya anak, semakin bertekad untuk memilih online bisnis, alasannya supaya saya tetap bisa di rumah dan jadi ibu rumah tangga profesional.

Wah jika sudah sejak muda Anda memilih dunia enterpreneur tentu ada yang harus Ibu korbankan bukan? Apa saja itu?

Dalam merintis bisnis biasanya ada modal waktu dan dana untuk melakukan riset, tapi semua menyenangkan. Pengorbanan bagi saya adalah saat melakukan riset ke luar negeri, mencari partner expedisi yang murah dan terpercaya, dan lain sebagainya.

Nah, sekarang bisa Ibu jelaskan apa itu Toko Barang Ikea sendiri? Bisnis seperti apa dan produk apa saja yang Ibu tawarkan disini?

IKEA adalah brand yang menyediakan produk home furnishing, produk di sini berasal dari Swedia. Rangkaian produk bisa dilihat di sini. TBI adalah nama yang sudah menjelaskan dengan jelas bahwa toko ini menjual produk IKEA, dan strategi supaya ketika orang mencari di Google. Berharap menjadi website yang pertama kali dilihat.  Toko kami mengimport produk IKEA dari Singapore dan US. Untuk memfasilitasi penggemar produk IKEA di Indonesia untuk mendapatkan produknya tanpa harus ke luar negeri, secara aman dan praktis karena kami yang mengirimkan ke rumah pemesan.

Produk children dan Cooking/Kitchen masih menjadi unggulan dan diminati banyak pemesan di Toko Barang IKEA ini.

Lalu bagaimana latar belakang Anda mendirikan bisnis ini?

Saya mengenal brand ini ketika masih tinggal di Jerman, saat pulang ke Indonesia, saya mendapati kalangan menengah keatas sudah mengenal brand ini. Saat hamil anak pertama, teman – teman dari Jerman mengirimi saya kado bayi dari rangkain produk IKEA children. Dan teman – teman lain mengatakan ini produk bagus dan lucu, jadi trigger pertama untuk niat menjual IKEA disini. Setelah melakukan riset ke jaringan teman, saya merasa PD bahwa disini ada market. Lalu saya memutuskan untuk membuka Toko Barang IKEA (selanjutnya TBI) melalui Facebook karena gratis, sedang hip dan mudah. Saya tidak terlalu jagoan dengan membuat website.  Pesanan pertama saya buka dengan sistem pre order pada Tahun 2009. Saya mendapatkan 65 orang yang memesan produk. Sayapun sempat kebingungan sendiri bagaimana cara mendatangkan produk dari Jerman ke Jakarta.  Awalnya setiap ada kolega yang pulang ke Indonesia, saya ikut membeli bagasi untuk produk IKEA titipan, semakin lama titipan semakin besar dan tidak mungkin lagi melalui jalur itu, dan mulai dengan Forwarder.

Jadi bagaimana saat ini Anda memasarkan produk IKEA ini sendiri?

Saya masih menjualnya melalui Facebook, website, group BBM, WhatsApp dan kadang ikut pameran.

Bagaimana Anda menyeimbangkan harga dengan kualitas produk yang Anda jual?

Harga yang saya tawarkan cukup fair dengan effort yang dikeluarkan untuk mendatangkan produk ini sampai rumah pemesan. Jadi bagi saya harga dengan kualitas produk yang dipesan dan diterima sudah seimbang dan setara.

Sentuhan apa yang membuat bisnis Anda berbeda dengan bisnis lain yang memiliki konsep serupa?

Personal, saat ini mulai banyak kompetitor melalui portal dagang semacam Tokopedia, dll, namun menurut survey kecil – kecilan yang saya buat, customer TBI (saya sebut TBI friends, karena mereka tidak sekedar pembeli tapi juga teman) tetap membeli dari tempat kami karena saya melayani diskusi produk sangat detail dan sabar. Bukan dijawab oleh mesin otomatis, karena memutuskan meja yang tepat atau karpet yang tepat di ruang tamu untuk ibu – ibu sangatlah butuh waktu, pendampingan, dan konsultasi yang lama. Kesabaran seperti ini tidak bsia digantikan mesin penjawab otomatis, kadangkala 24 jam melayani, tapi saya suka dan menganggap itu bagian dari komitmen tugas. Terbayar jika karpet sudah dipajang di rumah TBI friends dan foto dikirim ke album testimonialnya.

Prestasi terbaik apa yang sudah pernah Ibu raih selama menjalani bisnis ini?

Rasanya sih masuk feature di Bloomberg TV, bukan Bloomberg TV Indonesia. Ini linknya karena saya ibu rumah tangga biasa, tapi mereka (Hongkong) notice dan itu achievement sekali.

Wah hebat sekali Bu. Lalu pengalaman paling berkesan apa yang pernah Anda alami selama menjalankan bisnis ini?

Saat saya memiliki jaringan pertemanan yang luas, di dalam dan luar negeri. Itu keuntungan yang berharga, membuka kesempatan ke bisnis lain.

Selanjutnya bagaimana Anda menilai ruang lingkup market yang ada saat ini? Dan bagaimana bisnis Anda mengubahnya?

Karena melayani customer yang menengah keatas, harga menjadi tidak terlalu sensitif, sehingga berfokus kecepatan pelayanan, dan kejujuran. Misalnya serius menghadapi customer expatriat dari Australia, sampai dia puas, maka bulan berikutnya banyak expat Aussy lain yang order. Mungkin lebih kepada Word of Mouth mereka diantara sesama komunitas.  Mungkin pernah dengar istilah ‘hit and run’? saya tidak punya istilah itu dalam kamus saya, semua customer dilayani sebaiknya – baiknya, baik yang closing atau tidak, karena kita tidak pernah tau di bulan berapa dia akan closing.

Tantangan dan kendala apa yang pernah Anda hadapi dan bagaimana Anda mengatasinya?

Pengiriman paket kargo yang rusak, misalkan furniture rusak, kaca pecah, dll, kap lampu penyok, berfikir kreatif dan cepat cari solusi, menginformasikan kepada pemesan tidak menutupinya dan mencarikan alternatif, mau di diskon sebagai barang as is, atau diperbaiki mendekati sempurna. Misalnya untuk bahan besi bisa diperbaiki ke bengkel besi untuk perbaikan dan bahan kayu ke tukang kayu. Jadi lebih kepada menjaga kejujuran dalam setiap proses transaksi.

Lalu apa rencana Ibu kedepannya untuk mengembangkan bisnis ini?

Saya ingin tetap berada di jalur import, karena merasa pemainnya tidak terlalu banyak dan sudah ada networking. Saya juga ingin melakukan pengembangan ke produk lainnya, supaya lebih bervariasi.

Siapa tokoh yang jadi motivasi Anda atau apa Quote yang paling berkesan bagi perjalanan anda sebagai enterpreneur?

Entah quote siapa, namun ini sangat memotivasi saya, yaitu “bekerja cepat, tuntas dan ikhlas, rejeki tidak akan salah alamat”.

Apakah Anda memiliki saran untuk para pelaku bisnis di luar sana?

Mungkin saran dari saya cukup klasik atau hampir sama dengan yang banyak enterpreneur lain sampaikan, yaitu kita harus bekerja dengan fokus, menekuni setiap pekerjaan dan serius menjalankannya.

Yang terakhir adalah adakah tips seputar bisnis online yang ingin Anda bagikan kepada para pelaku bisnis online lainnya?

Tetap kreatif memasarkan produk, buat wall yang menarik, info produk, dll. Untuk harga tidak selalu harga murah menjadi pilihan customer, imbangi dengan pelayanan yang jujur, cepat, tidak menjajikan sesuatu yang tidak bisa dipenuhi. Apalagi yang berurusan dengan waktu delivery. Selalu persiapkan buffer keterlambatan atau siapkan alternatif diskon. Jangan sampai customer kecewa terlalu banyak dan selalu online. Dan yang terakhir jangan mendiamkan customer terlalu lama. Mungkin itu tips bisnis online dari saya.

Wah terimakasih banyak Ibu Teti untuk waktunya berbagai cerita bisnis onlinenya bersama Mebiso. Semoga Ibu dan Toko Barang IKEA selalu dan semakin sukses :)

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *