Running A Business

Kenapa Bukti Transaksi Penting Bagi Akuntansi Bisnis Anda

 

   

Jawabannya adalah transparansi.

Pada bisnis, anda pasti perlu membelanjakan dana untuk tujuan operasional maupun non operasional. Sampai di titik di mana Anda seringkali mempercayakan dan mendelegasikan pembelanjaan pada pihak lain dengan jaminan adanya bukti transaksi (nota) sebagai tanda bahwa uang dibelanjakan sebagaimana mestinya. Namun seberapa pentingkah selembar nota ini untuk akuntansi bisnis anda?

Salah satu prinsip dasar yang dianut dalam akuntansi adalah ‘Conservatism Principle” atau “Prinsip Konservatif”. Yakni prinsip yang menjujung tinggi kehati-hatian. Salah satu penerapannya adalah: Pendapatan diakui hanya bila sudah benar-benar terjadi transaksi, sementara biayanya sudah harus diakui.

Oleh karena itu secara prinsip, akuntansi tidak mengakui transaksi apapun (biaya atau pendapatan) jika tidak ada cukup bukti yang jelas.

Misalnya: Salah satu pegawai membeli handphone untuk keperluan kantor. Atas transaksi tersebut, kasir perusahaan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp 500.000,00. Jika pegawai tidak mampu menunjukkan nota pembelanjaan, maka transaksi tersebut tidak bisa dicatat meskipun kenyataannya uang keluar dari perusahaan dan ada aset handphone yang bertambah.

Mungkin ada yang bertanya: “Bukankah saldo kas berkurang, dan sebagai gantinya  ada barang masuk (handphone). Apakah itu tidak dapat membuktikan kebenaran transaksi?”

Betul, ada kas keluar, ada barang masuk. Tetapi, apakah harga handphone tersebut benar-benar Rp 500.000,00 ? Tidak ada yang bisa menjamin kebenaran transaksi ini bila tidak ada keterangan hitam di atas putih.

Dalam kondisi demikian, Akuntansi menyarankan dan menekankan agar setiap orang Akunting menjunjung prinsip konservatif (kehati-hatian). Yakni tidak boleh sekedar percaya pada pengakuan tanpa disertai dengan bukti transaksi.

Makanya, anda harus maklum jika Akuntan anda agak ‘rewel’ jika sudah berhubungan dengan nota. Artinya, mereka saat ini sedang bekerja dengan baik.

Nah, bukti transaksi sendiri bentuknya tidak selalu nota atau kwitansi. Bisa jadi berupa surat pengakuan hutang/piutang, akte jual-beli, slip transfer bank, dan lain-lain.

Selain kehati-hatian, nilai lain yang harus dijunjung tinggi-tinggi oleh para agen keuangan adalah Kejujuran. Karena sebagai akuntan, mudah sekali merekayasa transaksi. Namun attitude yang melanggar norma kemanusiaan, pastilah tidak akan membawa ketenangan hati.

Semoga bermanfaat. :-)

           

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *