Inspirasi

Kisah Pebisnis Muda Atina: Founder Vanilla Hijab

 

Loading...

Atina: Founder Vanilla Hijab – Bagi Anda yang berhijab, mungkin sudah tak asing lagi ketika mendengar brand hijab yang satu ini. Siapa sangka, founder Vanilla Hijab ternyata masih muda, lho. Jatuh bangun sempat ia rasakan dalam membangun bisnis ini. Simak kisah inspiratifnya berikut ini.

Bermula dari niat untuk membantu orang tua

Awalnya, Atina bermimpi untuk berkuliah di teknik perminyakan, serta bekerja di perusahaan minyak. Sesuai dengan kehendaknya, Atina pun berhasil masuk Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Namun, suatu hari Atina terjangkit penyakit autoimun. Penyakit tersebut membuat fisiknya menjadi lemah, sampai harus menggunakan kursi roda. Akhirnya, ia pun harus mengambil cuti kuliah dan kembali ke Jakarta untuk menjalani pengobatan.

Mengetahui bahwa ia perlu menjalani proses pengobatan dalam waktu yang cukup lama, Atina pun akhirnya berhenti kuliah di ITB. Mimpinya untuk menekuni dunia teknik perminyakan harus kandas. Ia pun pindah kuliah dan mengambil jurusan manajemen, yang sebenarnya tidak ia sukai.

Hal tersebut memacunya untuk mencari sesuatu yang baru. Melihat orang tuanya yang menghabiskan biaya banyak untuk pengobatannya, Atina bertekad untuk membayar sendiri biaya kuliahnya. Ia pun putar otak untuk cari cara agar bisa menghasilkan uang. Semua itu ia rasakan saat masih berusia 19 tahun.

Akhirnya, ia memutuskan untuk berjualan hijab. Hijab menarik minatnya karena terlihat simpel, tidak seperti berjualan pakaian yang membutuhkan ukuran. Dari sanalah, petualangan berbisnis Atina pun dimulai.

Vanilla Hijab: Kesuksesannya semanis namanya

Saat awal merintis usahanya, Atina pergi ke Pasar Mayestik untuk mencari bahan hijab. Setelah mendapatkan pesanan, Atina akan kembali ke toko untuk membeli bahan hijab dan menjahitkan pesanan. Selain itu, ia juga kerap berburu ke Tanah Abang dan Thamrin City.

Mulanya, Atina menjual hijab dengan sistem preorder. Atina memfoto barang terlebih dahulu, kemudian di-upload pada akun Instagram yang ia namai @vanillahijab. Nama Vanilla pasti mengingatkan Anda akan salah satu rasa manis makanan. Atine memilih nama Vanilla dipilih karena mudah diingat. Selain itu, Vanilla memberikan kesan menyenangkan.

Pelan namun pasti, bisnis hijabnya pun semakin sukses. Akhirnya, Atina pun mantap memproduksi sendiri hijabnya. Didirikan sejak 2013, kini Vanilla Hijab tak hanya menjual hijab saja. Vanilla Hijab telah berkembang menjadi brand busana muslimah ready-to-wear yang ternama. Vanilla Hijab terkenal dengan desainnya yang modis dan didominasi warna-warna pastel.

Popularitas Vanilla Hijab tidak perlu diragukan lagi. Vanilla Hijab banyak dikenakan influencer dan public figure. Saat meluncurkan produk baru, Vanilla Hijab bisa langsung sold out dalam beberapa jam saja! Ribuan orang bisa memesan dalam sehari. Bahkan, ada orang yang rela membeli produk Vanilla Hijab lewat calo.

Vanilla Hijab juga menorehkan banyak prestasi. Vanilla Hijab pernah ditawari untuk berpartisipasi dalam London Modest Fashion Week 2018, namun memilih untuk menolaknya karena persiapannya sangat mepet.

Selain itu, Vanilla Hijab pernah berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk mendesain produk musim dingin untuk didonasikan kepada pengungsi di Suriah. Fantastis, donasi yang terkumpul kala itu mencapai hampir setengah miliar rupiah!

Kiat sukses berbisnis ala Atina: founder Vanilla Hijab

1. Berani untuk memulai

Atina bisa dibilang cukup nekad ketika mencoba berbisnis hijab. Ia sama sekali tidak memiliki background tentang dunia fashion. Walaupun demikian, hal tersebut tak menciutkan niat Atina untuk tetap berbisnis. Tekadnya untuk membiayai kuliah dengan mandiri sangat kuat.

Atina banyak memulai hal baru untuk mengembangkan bisnisnya, mulai dari mencari penjahit, mengelola medsos untuk promosi bisnis, hingga melayani pesanan. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Kini, Vanilla Hijab telah bertransformasi menjadi salah satu brand busana muslimah terbesar di Indonesia.

2. Siap mengorbankan sesuatu untuk meraih kesuksesan

Kesuksesan tidak bisa diraih dengan mudah. Hal itulah yang diyakini oleh Atina. Seperti yang dilansir dari Kumparan, Atina berpendapat bahwa ada yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Selain itu, penting juga untuk menyiapkan mental yang kuat untuk menghadapinya.

Tak seperti anak sebayanya, waktu Atina benar-benar padat untuk mengurusi Vanilla Hijab sambil mengikuti perkuliahan yang padat. Atina pun harus merelakan waktu bermainnya.

Atina bolak-balik berbelanja kain hijab dan melayani pesanan pelanggan di sela-sela waktu kosong kuliah. Padahal, ia mengambil kelas reguler dan kelas ekstensi secara bersamaan, lho! Hal ini dilakukannya karena ingin lulus kuliah dalam waktu 2,5 tahun, agar bisa lulus bersamaan dengan teman-temannya di ITB.

Wah, ternyata banyak sekali lika-liku yang dilalui Atina hingga bisa sukses seperti sekarang. Hal yang sama juga berlaku untuk Anda, pasti ada jalan untuk bisa meraih kesuksesan!

Jangan lewatkan berbagai kisah inspiratif lainnya hanya di Mebiso, media belajar bisnis nomer satu. Selamat menambah wawasan, salam sukses!

Photo from Indie Marketfest News

Baca artikel-artikel menarik lainnya di:

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *