Interviews

Kualitas Terbaik Menjadi Kunci Kepercayaan Pelanggan Terhadap Ridefreakleather.com

 

   

Menjadi seorang Mahasiswa bukan tidak mengalami kesulitan saat juga memilih menjadi seorang enterpreneur. Terlebih saat mulai disibukkan dengan tugas kuliah dan skripsi yang menanti. Namun itu tidak menjadi halangan bagi enterpreneur muda berusia 23 tahun. Hafiyyan Naufal merupakan enterpreneur yang sukses di usia muda yang saat ini sedang menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor. Nah, bagaimana kisahnya dan apasaja yang menarik dari bisnisnya? Berikut ini ulasan ceritan ya:

Bagaimana cerita awal ketika Anda masuk ke dunia enterpreneur? Dan mengapa Anda lebih memilih menjadi seorang enterpreneur?

Banyaknya cerita/sharing dari beberapa pengusaha-pengusaha muda alumni kampus saya di IPB. Kesuksesan mereka, jatuh dan bangunnya usaha mereka, perjuangan mereka, membuat saya terpacu untuk bisa seperti mereka, menjadi seorang pengusaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Jika ditanya mengapa lebih memilih menjadi entrepreneur?Jawabannya sederhana, karena saya adalah orang yang suka dengan kebebasan, terutama kebebasan waktu. Selain itu, jika dalam Islam, ada kalimat, “9 dari 10 pintu rezeki ada pada kegiatan berniaga/berdagang”, jadi, jika bisa mendapatkan 9 pintu tersebut, untuk apa mengejar 1 pintu lainnya?Hal tersebut yang ditanamkan oleh alumni-alumni saya di IPB kepada mahasiswa-mahasiswa baru di kampus saya, dan saat itulah saya memutuskan untuk berwirausaha.

Lalu pengorbanan terbesar apa yang Anda rasa sudah pernah Anda lakukan untuk menjadi enterpreneur?

Saya membangun bisnis ini saat saya kuliah, dan masih semester 5. Pengorbanan terbesar bagi seorang mahasiswa yang berwirausaha adalah waktu. Waktu untuk belajar menjadi berkurang, dan oleh sebab itulah, saya lulus dengan predikat “seadanya” danbarululus di semester 10 semester. Untuk pengorbanan seperti uang dan materi, saya kira tidak terlalu besar, karena saya memulai bisnis ini tanpa modal sepeserpun. Lebih rincinya akan saya jelaskan pada jawaban pertanyaan berikutnya.

Bisa dijelaskan mengapa dinamakan Ridefreakleather.com?

Bisnis saya adalah bisnis fashion, lebih spesifiknya adalah Jaket kulit sintetis. Branding yang saya pakai bernama “Silverstone RFLA”, dimana RFLA adalah singkatan dari Ridefreak Leather Apparel. Saya memilih kata “Ridefreak” karena segmentasi pasar dari produk saya adalah kalangan muda, komunitas-komunitas motor, yang biasa disebut “Bikers” atau “Rider”. Kata “freak” itu sendiri berarti “penggila”, sehingga jika digabungkan, ridefreak itu adalah penggila motor, penggila jalanan, penggila semua hal yang berhubungan dengan Riding/Berkendara. Dan penggunaan kata Ridefreakdan Silverstone, ya agar terkesan “keren” saja, danlebih “garang” kedengarannya.

Pejalananusahasayadimulai, awalnyadenganmemasarkanproduk orang lain, masihtetapseputar Leather Product tentunya, darisanasayamendapatkan modal untukmembuat brand sayasendiri, dandenganbermitradengansalahsatukonveksi di Bandung (kenalansayadarikaskus), sayamembangunbisnisinidarisana.

Produk apa saja yang Anda tawarkan?

Pada awalnya hanya memasarkan produk jaket kulit sintetis, tetapi sekarang sedang merambah ke sepatu kulit yang tentunya masih seputar “Pengendara Bermotor” dan yang pasti, NO-SNEAKERS, dalam artian all about boots dan safety shoes.

Lalu bagaimana latar belakang berdirinya bisnis yang Anda miliki ini?

Ide bisnis ini bermula dari pengalaman saya selama ikut sertadalam salah satu komunitas motor besar, saya memperhatikan satu hal dari komunitas tersebut, yaitu mereka menggunakan jaket kulit, bahkan ada pendapat bahwa “anak motor” harus menggunakan jaket kulit, jaketkulitidentikdenganpengendarabermotor. Jadilah trend jaket kulit ini yang sangat lekat dengan “anak motor” tersebut.

Permasalahannya timbul karena jaket kulit hewan, misalnya saja jaket kulit domba, itu pasti dibandrol dengan harga selangit, diatas Rp. 700.000, bahkan ada yang hingga 2 jutaan untuk brand-brand tertentu. Sedangkan, seperti yang kita tahu bersama, pengendara motor di Indonesia semakin lama semakin bertambah, varian dari berbagai vendor motor pun semakin banyak, dan otomatis semakin banyak pula komunitas-komunitas motor yang ada di Indonesia, satu merek sepeda motor saja bisa mempunyai banyak komunitas, bahkan di setiap regional di negeri ini setiap tipe motor dari masing-masih vendor memiliki komunitasnya sendiri-sendiri.

Masalahnya adalah kebanyakandari pengendara motor/anggota komunitas motor adalah orang-orang “low-profile” yang pastinya enggan untuk mengeluarkan uang jutaan hanya untuk sebuah jaket kulit, walaupun mereka sangat ingin mempunya jaket kulittersebut.

Dari permasalahan tersebutlah saya ingin merubah mindset kepada seluruh angora komunitas motor tersebut, bahwa:

jaket kulit itu bukanlah sesuatu barang yang mahal dan sulit didapatkan

jaket kulit bisa kok bisa sama harganya dengan harga servis motor di bengkel pinggir jalan

jaket kulit bisa kok sama murahnya seperti harga bensin saat touring Jakarta-Jogja

Jaket kulit bisa jadi identitas, dan bisa dimiliki semua anggota komunitas, dan semua orang pecinta kendaraan bermotor tanpa harus mengocek saku yang dalam

Kemudian bagaimana Anda memasarkan produk Anda ini? Dan sudah sampai kemana saja?

Penjualan saya sampai saat ini masih difokuskan pada penjualan online, menggunakan media social seperti Facebook, Twitter, Instagram dan website komunitas seperti Kaskus.

Karena saya memproduksi sendiri, maka penjualan secara online saya anggap metode yang tepat, selain tidak harus membuka toko, menyewa ruko/lokasi berjualan, itu bisa mengurangi biaya pengeluaran, sehingga dapat berdampak pada harga jual yang bisa saya kendalikan dan diusahakan tetap stabil.

Produk saya sudah dipasarkan hampir keseluruh daerah di Indonesia, Aceh, Medan, Batam, Palembang, Lampung, Bangka, Bali, NTT, Kalimantan, Manado, Makassar, sampai ke Wamena di Papua, saya punya pelanggan tetap. Kalau di Jawa, justru tidak terlalu banyak.

Bagaimana Anda menyeimbangkan harga dengan kualitas produk yang Anda jual?

Memang ada istilah “ada harga, ada kualitas”, saya pun sependapat dengan hal tersebut. Akan tetapi, harga bisa kita atur sedemikian rupa, terutama untuk biaya di luar produksi seperti sewa toko, dll. Semua itu bisa ditekan untuk mendapatkan harga jual produk yang se-terjangkau mungkin, tanpa mengurangi kualitas produk yang ditawarkan.

Sentuhan apa yang membuat bisnis Anda berbeda dengan bisnis lain yang memiliki konsep serupa?

Banyak penjual produk fashion, khususnya jaket kulit, terutama yang memiliki sistem online seperti saya, mereka memajang/mendisplay produknya dengan asal – asalan, contohnya ditaruh dilantai begitu saja kemudian di foto, atau dengan cara jalan pintas dengan mengambil foto produk orang lain (biasanya artis luar negeri) tanpa izin. Berbeda dengan apa yang saya lakukan, karena saya tahu betul kekuatan dari sebuah online shop/toko online adalah foto produk yang ditampilkan, maka dari itu saya selalu memerhatikan foto – foto produk yang akan saya display di toko online atau lapak saya di media social. Saya dan teman – teman beberapa bulan sekali mengadakan Photo Session untuk sekedar penyegaran foto produk/katalog, bahkan untuk lebih menghemat biaya, saya membuat studio foto sederhana di rumah.

Prestasi terbaik apa yang pernah Anda raih selama menjadi enterpreneur ini?

Selain pelanggan dari komunitas motor, saya memiliki setidaknya 2 Perusahan yang menjadi  pelanggan tetap dalam hal memasok jaket kulit sintetis yang nantinya akan merekapakai sebagai merchandise dari kegiatan – kegiatan perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut contohnya adalah PT Pertamina di Medan, PT Shell di Jakarta, dan masih banyak perusahaan yang pernah menjadi konsumen saya. Berbagai mahasiswa di berbagai universitas juga pernah memesan jaket saya untuk  kegiatan perpisahan atau jaket angkatan kelas.

Saya juga memiliki beberapa distributor (distro/toko) yang juga menjual produk saya di Manado, Aceh, Batam, Palembang, Medan. Rata-rata dari mereka adalah distro perlengkapan kendaraan bermotor.

Pengalaman paling berkesan apa yang pernah Anda alami selama menjalankan bisnis ini?

Yang paling berkesan tentu saja saat mengantarkan pesanan langsung ketangan pembeli, saya pernah mengantar 200 jaket ke Tangerang, menggunakan mobil Livina, dan waktu itu kami berempat, dan mobil itu menjadi penuh sesak sekali, semuanya jaket. Dan saat – saat bertemu dengan konsumen menurut saya adalah satu hal yang paling berkesan, apalagi bisa sampai mendapatkan testimoni yang baik dari konsumen tersebut. Sukur – sukur bisa dapet “repeat order”.

Yang berkesan berikutnya adalah pengalaman tertipu oleh pelanggan saya, beliau posisi di Palangkaraya, Kalimantan. Pelanggan saya ini sudah beberapa kali order jaket, sampai pada order ke 5 atau ke 6 saya pun lupa, pelanggan tersebut menghilang begitu saja bersama puluhan jaket saya yang sudah saya kirim kesana. Kejadian ditipu ini pun bukan hanya sekali dalam perjalanan bisnis saya, setidaknya ada 3 atau 4 kali saya tertipu oleh pelanggan saya sendiri, bahkan teman baiksaya pun pernah menipu dan membawa lari jaket saya.

Bagaimana Anda menilai ruang lingkup market yang sekarang, dan bagaimana bisnis Anda mengubahnya?

Seperti yang sudah dijelaskan pada jawaban latar belakang usaha, pasar ini begitu luas, produk fashion khususnya, kita hanya butuh menggali “siapa” target/segmentasi pasar kita, dan sesuaikan/modifikasi produk Anda untuk lebih mengarah pada target tersebut.

Tantangan dan kendala yang pernah Anda hadapi dan bagaimana Anda mengatasinya?

Kendala terbesar jika Anda bisnis dengan sistem online adalah foto produk Anda yang dicuri oleh orang dan dipajang ke toko onlinenya dengan mengaku – ngaku bahwa itu adalah produknya. Untuk itu, sejak beberapa bulan lalu, saya selalu memasang watermark brand saya pada setiap foto produk yang saya display di toko online saya.

Rencana ke depan untuk mengembangkan bisnis?

Kedepannya, tentu yang namanya bisnis fashion pastinya terus mengikuti trend yang berkembang, rencana saya kedepan tentunya memperbanyak lagi model – model jaket  yang saya buat, sehingga mampu membidik target pasar yang lebih luas (selain komunitas motor yang sekarang menjadi segmentasi utama bisnis ini), tentunya yang masih memiliki konsep seputar leather produk, misalnya saja komunitas band indie, dan komunitas – komunitas music – music keras.

Siapa tokoh yang jadi motivasi Anda atau apa Quote yang paling berkesan bagi perjalanan Anda sebagai Enterpreneur?

Tokoh inspirasi saya, tidak usah jauh – jauh ke luar negeri, saya mengidolakan Aburizal Bakrie, salah satu orang terkaya di negeri ini, dengan quotenya, “Tidak akan berhasil tanpa terjatuh, dan jangan pernah menghitung uang di kantong orang”

Selain itu, ada Bob Sadino dengan “Belajar Bego”–nya, “Bisnis itu cuma modal dengkul, kalau ga punya dengkul, pinjam dengkul orang lain”

Adakah saran terbaik yang dapat Anda berikan seputar dunia enterpreneur?

Ada 3 hal yang selalu saya pegang dalam menjalani semua hal, yaitu,“Targetkan, Lakukan, Dapatkan”, Karena tidak akan pernah ada mimpi yang menjadi kenyataan.

Dalam membangun sebuah usaha, perencanaan yang matang memang diperlukan, akan tetapi untuk yang benar–benar baru memulai, menurut saya actionlah yang lebih penting, karena jika terus – menerus berencana, lalu kapan mau mulai? Pesaing–pesaingmu itu sudah jauh di depan kamu.

Pasang target se-realistis dan sedekat mungkin, jangan sampai habis ikut seminar dengan pembicara seorang pengusaha dengan omset milyaran, kamu langsung pasang target punya omset 1 triliun misalnya. Maka dari itu, mulailah denganhal yang kecil, pasang target, setelah itu lakukan dengan maksimal, dapatkan target – target itu, lalu buat target baru, lakukan lagi, dapatkan lagi, begitulah seterusnya.

Dan jangan pernah jadi pemimpi, karena sebuah mimpi, tanpa aksi, mimpi itu hanyalah bunga tidur semata dan tidak memiliki makna apa – apa.

Wah terimakasih untuk kesempatannya berbagi cerita bersama kami. Semoga Ridefreakleather.com semakin dan selalu sukses J

           

Artikel Terkait

1 komentar

  • 3 November 2014 - pukul 14:17

    mantapp omm,lanjutkan.. sukses selalu (y)

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *