Event

Liputan: Mebiso Talk #2 “How to Start Longlasting Business”

 
  • 5
    Shares

Loading...

Berawal isu tentang Instagram yang melakukan pemblokiran sepihak yang meresahkan para pelaku bisnis online di lingkungan komunitas WOSCA(Woman Online Comunity Surabaya) dan juga WPC (Woman Preneur Club) yang diceritakan oleh 2 orang anggota komunitas tersebut, Ibu karila (owner arilexshop.com) & Ibu asti mega (owner kupubedding.com), yang kebetulan ngobrol santai di cafe “detekape” Surabaya dengan team mebiso.com. Mereka menceritakan tentang betapa kalangkabutnya pebisnis online yang kehilangan akun Instagramnya tersebut. Lalu tercetus sebuah ide untuk bikin sebuah event dengan tema “How to Start Longlasting Business” dengan mendatangkan beberapa narasumber yang terkait. Harapannya event tersebut bisa menghasilkan solusi untuk keresahan mereka yang akun Instagramnya diblokir. Setelah melakukan persiapan selama kurang-lebih satu minggu, akhirnya keputusan finalnya adalah diadakan mebiso talk dengan tema tersebut pada tanggal 2 Mei 2015 di cafee heerlijk librari.

IMG_8348

Merupakan tantangan tersendiri bagi team mebiso talk untuk mengadakan event ditengah libur panjang dan dengan persiapan yang kurang dari satu minggu. But.. diluar dugaan pesertanya melebihi target quota kita dan mencapai sekitar 50 orang. Saking antusiasnya, ada sekitar 5 orang peserta yang datang pagi-pagi sekali, bahkan sebelum panitia datang jam 08.30 untuk mempersiapkan acara yang akan dimulai jam 09.00.

Setelah jam 09.00 barulah semakin banyak peserta berdatangan, termasuk moderator kita Bapak Danton Prabawanto (CEO BEON Intermedia), dan para narasumber berikut:

Pertama, Bapak Kukuh Wira (owner niceforkids.com). Beliau jualan online menggunakan website, facebook, tokopedia, bukalapak.

IMG_8434

Kedua, karena masih sangat muda saya panggil Mas Lingga Sadewa (owner Sadewa Electronics). Beliau jualan online hanya menggunakan tokopedia saja.

IMG_8360

Ketiga, karena masih muda dan cantik saya juga panggil Mbak Nerisa Eka Ayu Wardhani (owner Ayuree hijab). Beliau jualan online hanya menggunakan Instagram saja.

IMG_8356

Pertama-tama acara dimulai dengan pengenalan bisnis masing.

Pak kukuh menceritakan pengalamannya membangun bisnis mulai dari tahun 2008 dari offline dulu kemudian tahun 2011 baru mulai mencoba dunia online dengan memanfaatkan facebook dan website.

Lain lagi dengan Mbak Nery yang justru memulainya dulu dari website lalu karena ga jalan, beralih ke Instagram dan akhirnya bisa sukses.
Beda cerita juga dengan Mas Lingga yang baru setahun kemarin buka account di tokopedia dan langsung sukses jualan di tokopedia sampai sekarang.

Obrolan “mebiso talk” semakin lama semakin seru.

Menurut Mbak Nery, jualan pakai website sangat tidak nyaman karena ribet dan sulit mengelolanya. Mending pakai Instagram aja, udah jadi enak, tinggal upload aja dan lagipula pasar udah terbentuk. Maksudnya gini, beda dengan facebook yang karakteristik orangnya banyak nanya tetapi ga jadi beli, kalau di Instagram orang lihat produk – tanya – beli. Ga tahu kenapa tetapi itu yang dialami mbak¬†Nery selama ini. Mbak Nery juga membagikan tips tentang menaikkan follower Instagram menggunakan SFS (Shoutout for Shoutout), istilah gampangnya “Gotong Royong”, mbak Nery menambahkan. Tetapi itu sekarang berbayar, dulu masih gratis karena sama-sama butuh. sekarang kan kalau folower udah banyak bisa semena-mena mengenakan tarif untuk para pemula yang membutuhkan follower, gak bisa lagi pakai sistem gotong royong tadi, “yah siapa elu..” gitu kan kata yang udah folowernya banyak. :)¬†Bahkan sekarang mbak Nery malah udah punya admin SFS sendiri yang khusus mengurusi akun Instagramnya.

Disisi lain, Mas Lingga juga meng-iya-kan pernyataan Mbak Nery yang beranggapan bahwa pakai website itu ribet, mending pakai yang udah siap pakai aja, seperti tokopedia, tinggal upload barang sudah.. jadi. Mas linnga juga menambahkan, kalau di tokopedia itu tantangannya adalah di ketatnya persaingan harga. Kan memang namanya “marketplace” orang bisa dengan mudah membandingkan produk dari toko satu dengan toko lainnya. Yaps.. pertanyaanya adalah bagaimana memenangkan persaingan itu? Jawaban mas Lingga benar-benar menyentil otak peserta karena memang ga kebayang sama sekali. Harga sama tidak apa-apa, tetapi tips nya adalah di biaya ongkos kirimnya yang lebih murah.

Pada sesi ini Pak kukuh yang memiliki pandangan sedikit berbeda. Menurutnya, Instagram, tokopedia itu hanyalah sebuah “showroom” atau pameran saja. bener itu mudah dan marketnya berkumpul disitu, tetapi itu ga bakalan bisa “sustain”. Yang bisa “sustain” dan jangka panjangnya bagus tetaplah website, karena kita mempunyai full control disitu. Pak kukuh menceritakan bahwa memang sangat susah dan butuh perjuangan untuk membangun sebuah website. Karena membangun sebuah website adalah juga membangun sebuah brand kita (niceforkids.com), tambahnya lagi. Pak kukuh percaya bahwa brand yang kuat akan berdampak pada kelangsungan bisnis kita dalam jangka panjangnya. sedangkan untuk marketplace dan social media mungkin hanyalah sebuah “hype” aja yang bisa berubah dan bahkan hilang sewaktu-waktu tanpa kita sadari.

IMG_8435

Satu jam Lebih obrolan seru tadi berlangsung..

Tiba-tiba moderator melihat jam dan sadar bahwa sesi kedua yang akan membahas tentang “bisnis” harus dimulai dan harus meninggalkan sesi “jualan” yang sedang berlangsung, maka moderator menyela obrolan dan mengarahkan ke sesi kedua.

Mbak Nery dan Mas lingga menceritakan betapa sulitnya mengelola SDM yang saat ini sedang dialaminya.

Pak kukuh yang memang sudah lebih berpengalaman, selain tantangan mengelola SDM, juga tantangan dalam membangun sebuah sistem organisasi, bagaimana membuat SOP, mengatur kebijakan dll. Awalnya memang sangat-sangat sulit untuk membangun sebuah sistem, tetapi kalau sudah jadi.. yah bisa dikatakan “everything flows like it should be happen”, kita tinggal mikirin strategi bisnis aja. :)

Ditengah obrolan, ada peserta yang juga cerita tentang problemnya mengenai SDM. Beliau menceritakan bahwa karena tidak adanya sitem yang solid, hubungannya dengan para pegawainya justru terlalu baik, dan jadinya malah tidak enak sendiri dan tidak profesional.

Ada fakta menarik pada sesi kedua ini, Pada saat membicarakan tentang “jualan online” pada sesi pertama, semua berdebat tentang caranya masing-masing. Tetapi ketika ngomong soal “bisnis”, Anda percaya atau tidak, tetapi inilah fakta yang didapat dari mebiso talk. Semua narasumber membahas tentang 2 hal, yaitu “Sistem” (sistem orgainsasi, red) dan “SDM” yang memang sudah termasuk dalam sistem organisasi itu sendiri. Bahkan sampai moderator dan sebagian besar peserta juga setuju dan memang sedang mengalami problem tersebut.

Pada sesi kedua ini team mebiso talk memberikan “surprise” dengan mendatangkan pakar SDM Bapak Made Gunartha dari WIN CONSULTANT. Pak Made memaparkan tentang tingkatan/kelas sebuah bisnis dan pentingnya menyadari bahwa kita saat ini sedang berada di tingkatan yang mana. Beilau mengasosiasikan bisnis dengan tingkatan usia manusia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, lansia. Karena akan berakibat fatal jika kita masih pada tingkat anak-anak tetapi melakukan kegiatan bisnis yang dilakukan tingkat dewasa. Dan juga sebaliknya, kita sudah berada di tingkat dewasa tetapi masih keasyikan dengan kegiatan bisnis tingkat anak-anak sehingga kita tidak bisa berkembang.

Mendengar pemaparan dari Pak Made tadi, para peserta dan narasumber seperti terperangah dan mengangguk-angguk kan kepala yang menyiratkan ada banyak PR bisnis dan koreksi yang harus mereka lakukan pada bisnisnya masing-masing.

IMG_8406

Karena keterbatasan waktu, dengan sangat terpaksa sesi ketiga yaitu “tanya-jawab” kita batasi hanya 3 pertanyaan saja, yang biasanya sesi ketiga ini adalah sesi yang paling seru karena melibatkan debat/diskusi dengan para peserta.

Sekian ulasan saya tentang event mebiso talk dengan tema “How to Start Longlasting Business”, semoga bermanfaat. :)

Oh ya, kalau pembaca mebiso ada usulan tentang topik yang mau kita bahas di event mebiso talk berikutnya, silahkan langsung isi komentar dibawah aja. Terimakasih banyak. :)

Loading...

  • 5
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *