Interviews

Meable, Aplikasi Solusi Cerdas Bagi Penyandang Buta Warna

 

   

Pernah gak sih kamu kebayang bahwa penderita disabilitas juga bisa beraktivitas normal layaknya kita yang memiliki kondisi sempurna seperti saat ini?

Ya, berkat dukungan aplikasi canggih ciptaan 3 mahasiswa ITS Surabaya, Meable lahir dan menjadi solusi bagi masalah yang sering dihadapi oleh mereka yang memang memiliki kekurangan. Dzaki Zakiyal, Basyar Adnani, dan Harry Setiawan adalah pelopor terciptanya aplikasi ini.
Seperti apa sih cerita seputar Meable yang kini menjadi sangat dibutuhkan oleh para penyandang disabilitas di Indonesia? Beberapa waktu lalu Mebiso mewawancarai salah satu diantara ketiga remaja hebat ini. Berikut ini kisahnya:

Halo mas, bisa diceritakan seperti apa Meable ini dibentuk?

Meable dari me able, artinya saya mampu/bisa. Meable adalah aplikasi yang dibuat untuk membantu dan mempermudah aktivitas disabilitas, diantaranya Meable Color Blind membantu penyandang buta warna dapat melihat tampilan dari smartphone dan apa yang mereka lihat melalui kamera smartphone mereka dengan jelas, Meable Hearing Aid membantu orang yang lemah pendengaran dapat mendengar suara dengan baik dengan smartphone mereka.

Semua ini bermula dari saat kita melihat disabilitas kesulitan dalam membeli alat bantu mereka baik dalam biaya dan ketersediaan barang, maka dari itu dengan teknologi kita membuat alternatif agar mereka memiliki solusi dari masalah itu.

Sebenarnya apa sih alasan mas sendiri masuk ke dunia entrepreneur dalam usia yang cukup muda ini?

Dari kecil saya senang belajar cara berbisnis, sempat berjualan mainan, berjualan makanan dan minuman. Saya juga senang belajar cara berkomunikasi dan manajemen yang nantinya bisa dipakai dalam usaha saya menjadi entrepreneur. Awal SMA mulai belajar mengembangkan aplikasi, sebab saya ingin menjadi technopreneur yang mengembangkan aplikasi untuk kemanfaatan bersama. Pengorbanannya adalah mengurangi waktu santai, bekerja lebih dibandingkan rutinitas siswa pada umumnya, setiap waktu saya sempatkan untuk belajar pengembangan aplikasi, membaca artikel berita terkini baik tentang entrepeneur dan teknologi. Sering tidur malam dan menyisakan uang untuk membeli buku-buku refferensi.

Membuat aplikasi yang sangat jarang dijumpai, apa strategi pemasarannya? Bisa diceritakan sedikit mas? Lalu bagaimana dengan harganya?

Datang ke komunitas dan lewat sosial media. Kami pernah mengunjungi LSM di Semarang, SLB di Sidoarjo, Persatuan Tunanetra Indonesia Surabaya.

Untuk harga kami juga sepakat tidak money oriented, kami berusaha mengembangkan aplikasi dengan fitur-fitur sebaik mungkin. Namun kami membuat 2 versi aplikasi, free dan paid. Versi free memiliki fitur-fitur dasar, sedangkan versi paid memiliki fitur tambahan. Hal ini sebagai biaya produksi dalam bekerja.

Nah, lalu apa sih yang mas bersama teman-teman lakukan dalam menonjolkan perbedaan produk dengan kompetitor?

Google accesbility memiliki fitur color blind hanya ada di android lolipop, sedangkan versi android sebelumnya tidak ada, kami membuat untuk segala versi android, juga fitur-fitur lain yang tidak dimiliki google accesbility seperti color picker, color blind camera. Lalu untuk Meable Hearing Aid kelebihannya ada pada fitur internal dan eksternal amplifier juga fitur replay dan record.

Wah hebat sekali mas. Oh ya sampai saat ini prestasi apa saja nih yang sudah pernah diraih oleh Meable sendiri?

Juara dalam inovasi teknologi di ISPO 2014, mengikuti program StartSurabaya 1.0, mengetahui masalah dengan riil dengan melihat kondisi lapangan secara langsung.

Membuat sebuah aplikasi yang bisa dikatakan jarang, apa sih pengalaman yang paling berkesan yang pernah didapatkan? Lalu adakah tantangannya dalam menjalankan startup ini?

Mengetahui bahwa ternyata pada disabilitas sangat ingin belajar dan memanfaatkan teknologi, mereka memiliki semangat yang besar dalam membuat diri mereka mampu. Hal ini seharusnya sebagai pelajaran bagi kita yang tidak disabilitas.

Untuk tantangan tentu ada. Progress Meable yang terhenti sampai prototype dikarenakan tim pengembang Meable yang memiliki kesibukan masing-masing, dihari libur kami sempatkan untuk bertemu dan berdiskusi tentang project kami.

Menurut mas sendiri, bagaimana sih market yang ada sekarang untuk aplikasi yang kalian ciptakan ini?

Para disabilitas mulai percaya bahwa teknologi dapat bermanfaat bagi mereka, tidak ada presepsi bahwa untuk membantu kekurangan mereka harus membeli alat bantu yang mahal. Ternyata hanya dengaan smartphone pun bisa menjadi solusi.

Apa nih rencana mas dan teman-teman ke depannya?

Untuk saat ini Meable masih dalam bentuk prototype, proses kedepannya adalah segera menyelesaikan pengerjaan aplikasi.

Wah semoga segera terselesaikan ya mas supaya bisa langsung digunakan oleh mereka yang membutuhkan.

Begitulah sedikit cuplika wawancara kami dengan tim Meable yang kini sedang dalam proses penyelesaian projectnya. Bagi mereka, Seorang siswa harus memiliki presepsi bahwa masa depan mereka mereka yang tentukan, dan menjadi bermanfaaat ke orang lain adalah keharusan, maka mejadi entrepreneur adalah pilihan yang baik, dibanding bekerja dalam keterpaksaan. Intinya siswa & mahasiswa semestinya berani belajar dan memulai menjadi entrepeneur.

                              
Loading...

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *