Technology

Membaca Keunggulan dan Kekurangan Menggunakan Cloud Computing System

 

Loading...

Cloud atau dalam bahasa Indonesia disebut awan, merupakan gumpalan uap air yang mengapung dilangit. Namun apakah “Awan” yang kita maksud adalah hal yang demikian? Tentu saja tidak. Teknologi Cloud adalah sebuah penemuan manusia yang menghubungkan suatu alat dengan alat yang lain melalui sebuah jaringan yang besar yang saling terkoneksi (internet).

Teknologi Cloud saat ini banyak pengaplikasiannya baik dalam segi Hardware atau Software. Sebagai contoh adalah Kampus Online ini, kita dapat menggunakan chat, message secara realtime dan simultan. Ini merupakan sebuah aplikasi daripada teknologi Cloud. Dan berikut ini saya akan coba membagikan beberapa keunggulan dan kekurangan saat kita menggunakan cloud computing system:

Keunggulan Cloud Computing System

Uraian mengenai keuntungan (sisi potensial) yang didapat dalam penggunaan Cloud Computing:

1. Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya.

2. Bagi application developer, layanan cloud memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas.

3. Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi.

4. Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan cloud ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet.

5. Integrasi aplikasi dengan berbagai perangkat.

Kekurangan Cloud Computing System

Resiko yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing ini antara lain:

1. Service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery.

2. Privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama.

3. Compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user.

4. Data ownership, mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud.

5. Data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloudservice dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat usermelakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.

Baca juga:

10 Layanan Penyimpanan Data Gratis Berbasis Cloud

10 File Manager Terbaik untuk Android

Serba-serbi Virtual Private Server (VPS)

Loading...

1 komentar

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *