Start A Business

Membangun Bisnis Yang Sehat

 
  • 3
    Shares

Loading...

Kalau Anda saat ini membangun sebuah bisnis, tahukah Anda bahwa 80% bisnis itu tidak bisa survive dalam lima tahun? Kenapa hal itu terjadi? Salah satu faktornya adalah karena banyak dari kita masih memiliki “mindset karyawan”, yaitu kita masih suka terlibat dalam bisnis kita, atau memiliki pemikiran, “kalau tidak ada saya maka bisnis ini tidak jalan.”

 

Pada artikel ini, kita akan fokus pada how to make money pada bisnis Anda.

 

Kalau Anda saat ini adalah orang yang ingin menjadi seorang entrepreneur yang menjadi tantangannya adalah Anda akan mengurusi memperbanyak capital pada bisnis atau start up Anda. Lalu, mungkin Anda akan bertanya-tanya, “bagaimanakah agar bisa make money pada bisnis yang saya jalankan?”

 

Pertama, kuasailah laporan keuangan.

Walaupun bisnis Anda masih kecil, Anda harus bisa membuat bisnis Anda berjalan secara professional. Kalau Anda masih phobia dengan laporan keuangan, mungkin bisnis Anda tidak akan bisa profitable dan potensi bisnis Anda tidak bisa terkupas semuanya. Karena all about business is all about numbers.

Kalau Anda tidak mengerti angka-angka dalam bisnis Anda, maka dapat dipastikan bisnis Anda tidak profitable, bahkan bisnis Anda akan segera “pensiun dini”. Jadi, kenalilah angka-angka pada Laporan Keuangan dan buatlah Laporan Keuangan yang sederhana, seperti Neraca, Laba Rugi, dan Arus Kas, seperti contoh di bawah ini:

 

contoh-neraca

contoh-neraca

 

Contoh laporan laba rugi

Contoh laporan laba rugi

 

laporan-arus-kas

laporan-arus-kas

 

Kedua, aturlah tiga hal dalam bisnis Anda.

Satu, adalah piutang. Kalau Anda sekarang sudah siap memberikan piutang kepada rekan, yang menjadi tantangan adalah bagiamana caranya agar cash gap Anda tidak terlalu lebar. Key point-nya adalah bagaimana caranya agar Anda bisa membangun sistem piutang, dimana Anda tidak hanya jago jualan, tapi Anda juga bisa menagihnya.

Dua, kelola hutang Anda. Hutang is a good thing, asal Anda bisa  membayar cicilan beserta bunganya setiap bulan. Kalau Anda tidak bisa membayar hutang, jangan terus menambah hutang.

Tiga, kontrollah inventory dan stock Anda. Terkadang, mayoritas pebisnis berpikir bahwa harus memperbanyak stock karena memiliki banyak stock berarti bisnis kita semakin bagus. Itu tidak sepenuhnya benar karena memiliki banyak stock justru itu berarti cash flow mati. Solusinya adalah dengan membuat quick cash.

Lantas, bagaimanakah membuat quick cash pada bisnis Anda? Bagaimana membangun bisnis yang sehat?

Ternyata, cash itu tidaklah sama. Ada cash yang kita dapatkan karena jual beli asset. Misal, Anda memiliki mobil perusahaan dan menggunakannya selama lima tahun kemudian Anda menjualnya.

Kedua, cash yang berasal dari kita meminjam uang. Kalau Anda punya bisnis yang setiap sebulan sekali harus pinjam uang, atau untuk inject capital, berarti Anda memiliki bisnis yang tidak sehat. Anda harus segera figure out, bagaimana cara meningkatkan marketing Anda beserta profit strategy supaya bisa mendapatkan profit lebih banyak dan kelangsungan proses bisnis tetap berjalan.

By the way, mengenai marketing, jangan khawatir mengenai bagaimana meningkatkan jumlah customer, customer akan datang jika prospek yang datang lumayan banyak. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana strategi Anda agar menarik orang untuk datang. Kemudian, how to increase your conversion rate? Bagaimana kalau prospek sudah datang, kemudian mereka diyakinkan kemudian membeli. Kalau Anda bisa mengontrol kedua hal tersebut dan Anda memiliki customer base, maka jumlah customer Anda akan meningkat.

Jadi, bagaimana cara meningkatkan omzet sekaligus keuntungan bisnis? Berikut ini adalah strategi Five Business Chasis yang dipaparkan oleh Roni Yuzirman, pendiri salah satu komunitas entrepreneur terbesar di Indonesia, yaitu Komunitas Tangan Di Atas:

1. Perbanyak Prospek (Leads)

Caranya adalah dengan iklan, buka cabang, sebar brosur, ikut pameran, membuat pelatihan, dll. Misalnya, Anda buka toko di mal. Rata-rata yang masuk ke toko Anda secara tidak sengaja adalah 1000 orang, maka prospek atau leads Anda adalah 1000. Kemudian Anda sebarkan brosur di pintu gerbang mall yang mengundang orang supaya datang ke toko Anda. Let’s say prospek yang masuk ke toko dari brosur tersebut adalah 100 orang, jadi prospek Anda menjadi 1100. Semakin banyak yang masuk ke toko Anda berarti semakin banyak pula prospek Anda.

 

2. Perbanyak Jumlah Konversi (Conversion)

Konversi adalah jumlah prospek yang akhirnya membeli produk Anda. Misalnya dari 1000 prospek yang masuk ke toko Anda ada 250 orang yang membeli. Artinya konversi Anda adalah 25%. Bagaimana cara menaikkan konversi? Contohnya: berikan garansi, berikan jaminan purna jual, delivery gratis, dll.

 

3. Naikkan Jumlah Transaksi

Jumlah transaksi adalah berapa banyak transaksi yang terjadi di toko Anda per hari, per minggu atau per bulan. Bagaimana cara menaikkan jumlah transaksi? Lakukan berbagai cara agar pelanggan Anda lebih sering belanja, misalnya dengan memberikan hadiah, bonus, point, voucher dll.

 

4. Naikkan Jumlah Rata-rata Pembelian

Dari jumlah transaksi tersebut berapa rata-rata transaksinya? Misalnya toko Anda memperoleh omset Rp. 1.000.000 per hari dengan jumlah transaksi 50, maka rata-rata transaksi Anda adalah Rp. 20.000. Caranya? Anda pernah makan di McDonalds? Setiap kita akan membayar, pelayannya selalu tanya: “Mau tambah french fries pak?” Kalau kita jawab iya, dia akan tanya: “Yang large atau medium?” Kalau kita jawab tidak ingin french fries, dia akan tanya lagi: “Es krimnya mau pak?” atau “Mau coba wafflenya pak?” Begitu seterusnya.

 

5. NaikkanMargin Keuntungan

Misalnya harga pokok produk Anda adalah Rp.750. Anda jual Rp.1000, maka keuntungan Anda adalah Rp. 250 atau 25% (Rp. 250 : Rp. 1000). Kemudian Anda naikkan harganya Rp. 100 menjadi Rp. 1.100, maka margin keuntungannya menjadi 32% atau naik 7%.

 

Ketiga, kalau Anda ingin meningkatkan revenue, bagaimana Anda meningkatkan repeat order, yaitu bagaimana Anda memonitor database customer, bukan hanya mereka beli sekali, tapi mereka beli berkali-kali. Pastikan Anda memiliki strategi yang tepat melakukan hal itu.

Keempat, bagaimana cara agar rata-rata pembelian Anda bisa naik. Misal, pembeli Anda membeli 100ribu, kenapa mereka tidak beli 120ribu? Anda harus melakukan apa pada bagian advertising, online business? Atau apa yang harus Anda intensifkan pada orang-orang sales atau non sales.

Contohnya adalah pada saat kita makan di McDonald.

Setiap kita mau bayar di kasir, kasir pasti akan menawarkan macam-macam. Misal french fries, es krim dll. Akhirnya, tadinya tidak ingin membeli french fries akhirnya jadi beli. Tadinya yang cuma beli ukuran kecil, jadinya membeli yang ukuran medium.

 

Finally, kalau Anda ingin meningkatkan profit atau meningkatkan selisih keuntungan, Anda bisa menaikkan harga atau menurunkan biaya. Tidak semua industri bisa dengan mudah untuk menaikkan harga.

 

Kalau Anda bisa melakukan lima hal di atas, maka keuntungan bisnis Anda akan semakin bagus.

 

Selamat, bagi Anda yang sudah memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur, membuat kehidupan menjadi lebih baik dengan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Sebelum Anda berinvestasi pada bisnis Anda, investasilah lebih banyak pada diri Anda.

 

Jangan harap bisnis itu semakin mudah, berharaplah Anda menjadi semakin baik.

Loading...

  • 3
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *