Technology

Membangun Simple NAS Menggunakan Freenas 9

 
  • 1
    Share

Loading...

FreeNAS, sistem operasi open source untuk Network Attached Storage (NAS), telah melalui banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir semenjak iXsystems menginvestasikan sahamnya untuk pengembangan sistem operasi ini.

FreeNAS 9, yang dirilis pada pertengahan tahun 2013, dengan segala kemampuan yang dimilikinya sistem operasi ini layak disebut monster . Sesepuhnya FreeNAS 0.7 membutuhkan spesifikasi yang sangan minim untuk installasinya (dalam hal memori dan CPU), dan ditujukan untuk rumah dan kantor kecil . Namun FreeNAS 9 kali ini ditujukan untuk pasar NAS profesional. Kebutuhan memori minimum adalah 8GB (dibandingkan dengan 256 MB untuk versi 0.7), dan untuk lingkungan perkantoran dianjurkan paling tidak memory 16GB. Hal ini karena FreeNAS 9 lmenggunakan teknologi ZFS berbanding terbalik dengan UFS sederhana yang digunakan dalam FreeNAS 0.7. Jika Anda tidak memiliki server raksasa dengan 16GB RAM, masih mungkin untuk menggunakan FreeNAS 8 dengan spesifikasi hardware yang lebih minim, tetapi tanpa ZFS. Berikut adalah rincian lebih lanjut tentang persyaratan hardware FreeNAS.

Spesifikasi hardware FreeNAS

Dalam artikel kali ini kita akan menginstall simple FreeNAS menggunakan 1 flash disk berukuran 2GB kemudian 1 harddisk berukuran 2TB untuk melayani storage ke jaringan.

Panduan installasi FreeNAS 9

1. FreeNAS tersedia dalam arsitektur 32bit dan 64bit , sesuaikan dengan hardware yang anda miliki, pertama download file ISOnya dari website http://www.freenas.org/

2. Selanjutnya burn ISO yang telah didownload ke CD .

3. Booting ke CD dari pc yang mau diinstall FreeNAS. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti gambar dibawah :

4. Pilih menu 1 untuk install > OK

5. Selanjutnya pilih disk tempat install freenas. Installasi butuh waktu sekitar 30 – 60 detik , Lalu ada perintah untuk Reboot.

6. Setelah booting maka akan tampil menu seperti gambar dibawah :

7. Selanjutnya akses ip 192.168.1.167 freeNAS melalui browser, masuk dengan user admin tanpa password .

8. Langkah selanjutnya adalah ganti ip server freeNAS setting menjadi static, sesuaikan ipnya dengan network yang kita gunakan.

9. Langkah berikutnya adalah mengatur storage yang akan digunakan,untuk mengkonfigurasi storage, klik ikon “Storage” dibawah logo FreeNAS. Klik “Create Volume.” masukkan nama “Nama Storage” (ex. “Data”) dan klik harddisknya (ada1 on di server freeNASS yang saya gunakan). Pilih “UFS” lalu klik “Add Volume.”

10. Tambahkan user yang bisa mengakses storage tersebut, Langkah pertama adalah membuat Group. Klik “Account” di menu sidebar kiri. Klik “Group” lalu “Add Group.”  Masukkan nama “Nama Group” (ex. freeusers) dan klik “OK.” Untuk menambah user, klik “Users” selanjutnya “Add User.” Dari menu “Add User” masukkan “Username,” “Nama lengkap” dan “Password” (dua kali), lalu klik “OK.”

Klik “View All Users” lalu klik “Auxiliary Groups” untuk user baru. Cari group “freeusers” dan klik tanda (“>>”) untuk menambah user ke group ini. Klik “OK.”

11. Sebelum berlanjut ke network shares, Storage perlu dikonfigurasi agar Group “freeusers” bisa melakukan baca tulis. Klik ikon “Storage” di toolbar lalu klik ikon “Change Permissions” (berlogo kunci). Set “Owner (user)” ke “nobody” lalu “Owner (group)” ke “freeusers”. Centang “Write” permission untuk “Group”, centang “Set permission recursively” kemudian klik “Change.”

12. Langkah selanjutnya kita akan membagikan storage yang telah dibuat ke jaringan. Klik “Sharing” di bawah logo freeNAS. Klik “Windows” di tab “Shares” kemudian klik “Add Windows Share.” Masukkan “Name” dan  “Comment.” Masukkan path menuju disk pada kolom “Path”. contohnya “/mnt/Data”. Bisa juga gunakan tombol “Browse” untuk mencari volumenya. Klik “OK”

Klik “Services” dibawah logo freeNAS lalu klik “CIFS” (Common Internet File System) dari “Off” menjadi “On.”

13. Akses menggunakan windows 7, klik “Computer” dari start menu. Lalu di address bar masukkan url “\\freenas\data”. Masukkan username and password lalu klik “OK.” Sekarang PC telah konek dengan freeNAS.

 Nah, bagaimana, sudah pahamkah Anda? Jika belum, silahkan bertanya di kolom komentar dibawah ini ya :)

Baca juga:

Loading...

  • 1
    Share

6 komentar

  • Henrik Togatorop
    25 September 2014 - pukul 11:17

    Mas saya mau numpang nanya,,,
    perbandingannya sebelum menggunakan Freenas dan setelah menggunakan Freenas mas apa iach,,,
    tolong dijawab ia mas, buat referensi skripsi saya soalnya. Thanks

    • Administrator
      29 September 2014 - pukul 9:58

      Begini pak. Setelah menggunakan freenas bisa mendapat keuntungan sebagai berikut:
      1. Spesifikasi hardware bisa dirakit atau beli server langsung tergantung budget dan kebutuhan
      2. Lebih banyak opsi konfigurasi karena bisa menambah berbagai layanan jaringan berbasiskan FreeBSD tidak tergantung pada vendor hardware
      3. Terdapat forum pengguna aktif yang dapat dijadikan referensi jika terdapat kendala
      4. Jika terdapat bugs, lebih cepat diperbaiki karena didukung oleh komunitas open source
      :)

  • 8 Oktober 2014 - pukul 8:21

    mas, bagaimana potensi terkena virus, apakah rentan?
    dimana forum freenas ini mas? trims

  • herdy
    11 Desember 2014 - pukul 14:39

    kalau untuk setiap masuk folder di buat passwork sesuai masing” acoount bisa ga ya mas ?

  • herdy
    13 Desember 2014 - pukul 21:10

    mas , saya mau tanya..saya udah coba di versi 8.3 dengan filesistem ZFS.
    tapi pas akses folder tanpa autentifikasi password.. jadi bisa langsung akses… itu gimana ya mas, kan yg di atas dengan freenas 9 dengan file system UFS..
    atau saya harus pakai kedua’a yg mas terangkan di atas?

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *