Business Says Running A Business Start A Business

Memilih Nama untuk Startup? Ide Ini Bisa Dicoba!

 

Loading...

Memilih Nama untuk Startup – Nama yang baik akan mendatangkan rezeki yang baik, siapa yang setuju? Perihal memilih nama memang tidak bisa sembarangan, termasuk dalam memilih nama untuk Startup Anda. Startup dengan nama yang baik akan mudah dikenal khalayak.

Anda sedang membangun Startup? Masih bingung dalam menentukan nama Startup? Nah, ide-ide berikut ini sangat bisa jadi pertimbangan dalam menentukan nama Startup. Check them out!

Pakai kata-kata yang sudah ada

Anda bisa loh menamai Startup Anda dengan kata-kata asli, alias kata-kata yang sudah familiar kita kenali ada. Beberapa brand menggunakan kata-kata yang sudah ada, menunjukkan hal-hal di sekitar.

Salah satu brand tersebut adalah brand produk gadget terkenal asal Amerika Serikat yang terkenal dengan iPhone-nya, Apple. Selain Apple, ada juga situs jual beli online terbesar di dunia, Amazon. Kalau dari Indonesia sendiri, ada brand jual-beli tiket untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi Tiket.com.

(+) Kelebihan: mudah, fun, serta membuat Startup mudah dikenal.

(-) Kekurangan: malah bisa membingungkan, salah memilih malah bikin Startup tidak terkenal, sulit ketika membuat URL karena kebanyakan sudah ada yang pakai kata-kata macam itu.

Pakai kata-kata yang salah eja

Beberapa brand memiliki nama yang catchy, dengan menggunakan kata yang ada salah ejanya. Contoh saja brand Tumblr (tumbler) dan Flickr (flicker), atau Startup Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan, Zenius (jenius). Nama model ini juga memberikan kesan keren, lho.

(+) Kelebihan: unik, catchy, berbeda dari yang lainnya.

(-) Kekurangan: bisa memusingkan, susah diingat, atau susah dicari.

Pakai nama dari gabungan dua kata

Menggabungkan dua kata juga dapat menciptakan nama brand Startup yang unik. Contoh dari brand terkenal di dunia misalnya Facebook. Kalau di Indonesia, ada Bukalapak, Ruangguru, dan masih banyak lagi.

(+) Kelebihan: bisa jadi se-kreatif mungkin dalam menciptakan nama, mempermudah saat membuat URL.

(-) Kekurangan: bisa salah memadukan kata, malah menghasilkan nama yang kurang menarik.

Pakai inisial atau akronim

Inisial atau akronim (singkatan) bisa jadi nama Startup yang cukup oke. Ada Startup GNFI alias Good News From Indonesia yang menyediakan informasi-informasi menarik tentang Indonesia. Psst, nama Mebiso pun pakai metode ini, lho. Ayo tebak, apa sih kepanjangan dari Mebiso?

(+) Kelebihan: inisial atau akronim bisa jadi solusi ketika Anda ingin menamai Startup dengan nama yang panjang dan terdiri dari beberapa kata, karena nama tersebut dirasa sangat sesuai untuk menggambarkan bisnis.

(-) Kekurangan: bisa terkesan membosankan, kalau ingin membuat URL bisa jadi sangat mahal jika inisialnya terdiri atas 3 huruf saja.

Pakai kata-kata yang dikarang sendiri

Anda juga bisa lho mengarang sendiri nama Startup dengan kata-kata yang tidak pernah ada sebelumnya. Otomatis, Startup Anda akan jadi unik, karena tidak ada bisnis lain yang menggunakan nama tersebut! Contoh saja Lazada, Zilingo, atau Hipwee.

(+) Kelebihan: kreatif, unik, dan bisa jadi mudah diingat.

(-) Kekurangan: bisa jadi kurang bermakna, lalu membingungkan atau membuat salah paham, bahkan mudah dilupakan jika terlalu abstrak!

Memilih nama untuk Startup ternyata susah-susah gampang, ya!

Bagaimana, sudah terpikirkan nama yang cocok atau masih bingung? Semoga segera mendapatkan nama yang pas, ya! Bagi Anda yang hendak berkecimpung di dunia Startup, pastikan Anda memiliki bekal wawasan yang banyak, terutama seputar entrepreneurship.

Psst, Mebiso menyediakan berbagai artikel terkait Startup danentrepreneurship, agar Anda jadi mudah dalam belajar. Selamat menambah ilmu dan semoga sukses!

Baca artikel-artikel menarik lainnya di sini:

Referensi:

https://www.entrepreneur.com/article/228812

Loading...

3 komentar

  • 18 Oktober 2019 - pukul 19:27

    Artikelnya banyak membantu, trims Mebiso

  • 9 November 2019 - pukul 16:06

    Kalo seandainya bikin brand dengan serapan bahasa inggris itu gimana yaa?

  • 24 November 2019 - pukul 8:30

    perlu banyak referensi mmg utk membuat suatu brand/nama. terkadang ada yg mnrt kita pass, eh cek di internet sdh gak unik..

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *