Start A Business

Mengenal lebih dekat tentang Business Model Canvas

 
  • 4
    Shares

Loading...

Dalam beberapa tahun terakhir ini bermuncul beragam tools, alat bantu bisnis. Mulai yang berbentuk software maupun bentuk canvas. Canvas ini berupa framework, atau kerangka-kerangka. Biasanya berbentuk garis kotak-kotak dengan masing-masing kotak memiliki fungsi tertentu.

Kali ini, tools yang kita bahas adalah Businesss Model Canvas (BMC). Mungkin sebagian dari kalian ada sudah mengerti tentang BMC. Bagi kamu yang belum tau apa itu BMC, jangan khawatir tim mebiso akan membantumu memahami BMC dengan mudah.

BMC ini jika digunakan dengan tepat maka akan membuatmu bisa mengatasi setiap masalah di bisnismu. BMC juga bisa membantumu untuk menciptakan inovasi-inovasi ketika bisnis sedang berada fase stagnansi. Untuk itu simak materi berikut ya.

Apa itu BMC

BMC (business model canvas) by strategyzer.com

Business Model Canvas pertama kali oleh Alexander Osterwalder pada tahun 2004. BMC sendiri merupakan hasil penelitian Alex berserta profesornya dari Universitas Lausanne Swiss, Yves Pigneur. Kemunculan BMC sendiri dipicu oleh berkembangannya bisnis berbasis teknologi dan inovasi atau sering disebut startup.

BMC dikenal memiliki sembilan kotak yang masing-masing kotak memiliki fungsi berbeda. Sembilan kotak tersebut sebagai berikut.

  1. Value Propositions
  2. Customer Segments
  3. Channels
  4. Customer Relationships
  5. Revenue Streams
  6. Key Activites
  7. Key Resources
  8. Key Partners
  9. Cost Structure

Sebelum BMC sebenarnya banyak pelaku bisnis menggunakan metode bisnis plan untuk menentukan roadmap bisnis. BMC sendiri secara definisi merupakan menajemen strategis dan template lean startup yang digunakan untuk menciptakan bisnis atau inovasi baru. BMC juga bisa digunakan untuk mendokmuntasikan seluruh proses bisnis saat ini yang sedang berjalan atau istilahnya untuk review bisnis.

Review Bisnis dengan BMC

review dengan BMC source: unsplash

Biasanya kita jarang melakukan review terhadap bisnis yang sedang kita jalani. Review dengan menggunakan BMC ternyata bisa. Kita selama ini yang menjalankan bisnis tanpa mendokumentasikan setiap bagian-bagian yang penting dapat dengan mudah menggunakan Business Model Canvas.

Kita bisa memulai dengan mendefinisikan apa core produk atau jasa kita. Siapa saja konsumen yang sering menggunakan jasa atau produk kita. Kemudian kita bisa menuliskan lewat mana kita memasarkan produk kita selama ini. Aktivitas utama apa yang kita kerjakan, lalu biaya dan pemsukan dari bisnis kita dari mana saja.

Menciptakan Inovasi dengan BMC

inovasi dengan BMC by unsplash.com

Bisnis memiliki siklus, kadang berjalan lancara dan cepat. Namun, ada masa bisnis tiba-tiba dalam keadaan stuck,  melambat. Nah, dalam fase iku yang dilakukan para pelaku bisnis adalah melakukan inovasi terhadap bisnisnya, bisa inovasi untuk produknya, manajemennya, atau proses bisnisnya.

Kegiatan menciptakan inovasi itu tidak semudah yang kita bayangkan. Tapi, BMC bisa jadi solusinya. Kita bisa melakukan inovasi dengan kerangka berfikir sembilan kotak yang ada di BMC. Kita bisa memulainya dengan mencari problem yang ada di konsumen kita kemudian mencarikan idenya dengan menggunakan BMC.

BMC Sebagai Roadmap

Roadmap bisnis dengan BMC source : unsplash.com

Bisa juga kamu memanfaatkan BMC untuk menjadi roadmap bisnismu. Kamu bisa mengetahui kondisi bisnismu saat ini, dan bisa mengembangkannya ke arah yang sesuai dengan targetmu. Setidaknya dengan BMC kamu sudah tidak buta lagi untuk mau melangkah kedepan.

Menentukan tujuan bisnismu menggunakan BMC lebih mudah karena kamu tau proses bisnismu dengan detail. Siapa konsumenmu, apa produk atau jasamu yang sering digunakan oleh banyak orang. BMC juga bisa membantumu menentukan sumber-sumber pendapatan dan perkiraan biaya yang dikeluarkan.

 

Nah untuk itu bagi kamu yang sedang menjalankan bisnis, entah dalam fase apapun. Jika kamu belum membuat Business Model Canvas kamu bisa memulainya sesegera mungkin. Banyak manfaat baik untuk bisnismu. Selamat mencoba.

Baca artikel menarik lainnya

Hindari 5 hal ini, untuk presentasi lebih baik

Strategi Pemasaran untuk Melejitkan Bisnismu

Inspirasi Bisnis Pariwisata 2018

 

Loading...

  • 4
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *