Running A Business

Mengenal Penerapan Kepribadian X dan Y dalam Manajemen

 
  • 2
    Shares

Loading...

Teori X dan Teori Y ialah teori motivasi manusia yang diciptakan oleh Douglas McGregor yang umum digunakan dalam manajemen SDM, tingkah laku organisasi, komunikasi organisasi dan pembangunan organisasi. Douglas McGregor menggambarkan dua model yang bertentangan mengenai motivasi tenaga kerja.

Teori X
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki cita-cita yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Sifat ini boleh dimiliki oleh pekerja frontliner meskipun tidak menutup kemungkinan, frontliner boleh memiliki dominan Y untuk memudahkan kinerja manajemen.

Teori Y
Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kudrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat kerana mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreatif, imaginasi, kepandaian serta memahami tanggungjawab dan prestasi atas pencapaian tujuan bekerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja. Hendaknya sifat ini dimiliki oleh pemilik bisnis, pemimpin, manager lini pertama, dan mereka-mereka yang menjalankan fungsi manajemen dalam perusahaan.

Jadi?
Setiap manusia memiliki dominan X atau Y dalam diri mereka. Namun bukan berarti anda harus menonjolkan satu dominasi X atau Y saja. Jika anda ingin hidup yang lebih sukses, maka anda harus mampu menjadi lebih fleksibel. Yaitu berpindah ke kuadran satu ke kuadran lain sesuai konteks dimana anda berada. Misalnya, bagi anda pemilik dominan X, ketika anda menjalankan fungsi manajemen, maka mau tidak mau, anda harus berpindah ke kuadran Y. Sedangkan bagi anda pemilik dominan Y, ketika anda berada dalam situasi pergaulan yang santai, maka anda harus fleksibel untuk menonjolkan dominasi X agar lebih mudah diterima lingkungan.

Bagaimana mengubahnya?
Dominasi X dan Y dalam diri manusia dipengaruhi 3 hal, yakni: 1. Genetika, 2. Pola asuh, dan 3. Pergaulan. Pada faktor 1 dan 2, ketika anda sudah mencapai usia dewasa, maka anda sudah tidak akan bisa mengubah diri melalui faktor ini. Kesempatannya adalah mengubah anak anda dengan menerapkan pola asuh yang tepat. Satu-satunya kemungkinan anda untuk berubah adalah dengan faktor ketiga, yakni Pergaulan yang tepat. Anda bisa mulai berubah dengan menciptakan pergaulan yang tepat di sekeliling anda. Misalnya dengan latihan kecil seperti menerapkan aturan-aturan di kantor anda. Selain melatih diri anda (si dominan X) untuk patuh pada kebiasaan-kebiasaan manajemen, anda juga mendidik lingkungan anda menjadi dominan Y. Jadi manajemen, mari bergerak ke arah Y bersama-sama ;-)

sumber: Wikipedia Indonesia, win-consultants.com
editor: Taufik M. Aditama
Loading...

  • 2
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *