Leadership

Menjadi Pemimpin Besar dengan Cara yang Mudah

 
  • 125
    Shares

Loading...

Memimpin sebuah perusahaan bukanlah hal yang mudah, terlebih untuk seorang yang baru terjun ke dunia bisnis dan usaha. Ini membuat tidak jarang pemimpin baru akan merasa gagal dalam memimpin perusahaan dan karyawan – karyawannya. Namun ternyata ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengasah dan membentuk diri menjadi seorang pemimpin besar yang sukses. Dan cara itu tidak semuanya sulit, seperti yang berikut ini:

1. Menghargai kegagalan

Steve Jobs, ya siapa yang tidak kenal dengan Bapak Apple ini. Bekerja dan membesarkan Apple hingga pada akhirnya keluar, tidak membuatnya menyesal sudah bekerja di tempat itu. Iya Bahkan mengatakan jika dipecat dari Apple merupakan suatu hal yang baik. Bukan tanpa alasan, tetapi dia berfikir dengan dikeluarkannya dia maka itu membuatnya mampu menciptakan ide dan kreatifitas baru lainnya. Beliau mengatakan jika kegagalan harusnya mampu kita jadikan sebagai alarm untuk bangkit dan sukses di jalur yang lainnya. Ini membuat kita harus terus belajar melakukan yang terbaik, karena jika kita tidak pernah melakukan kesalahan, itu artinya kita tidak pernah bisa belajar.

2. Mampu melihat mana yang pintar dan berbakat

Seorang pemimpin harus menjadi bijak dan paham bagaimana memilih karyawan yang pintar dan berbakat. 2 hal yang dirasa mirip tapi sebenarnya tidak. Ada kalanya perusahaan yang tidak mementingkan bagaimana anak itu pintar, apa saja yang sudah dia capai di sekolah, prestasi apa yang dia capai dari kepintarannya. Tetapi mereka malah mencari tahu siapa anak itu dan bagaimana cara membawanya masuk. Seperti yang dilakukan Google, bukan hanya pintar. Google tidak menjaring mereka yang pintar di sekolah, mendapatkan banyak penghargaan. Namun Google mencari mereka yang memiliki keunikan dan gagasan yang membuatnya menjadi seorang yang sangat berbakat. Keahlian seperti ini memang tidak dimiliki oleh semua pemimpin.

3. Fokus pada tim

Ada kalanya pemimpin memberatkan seorang yang ingin keluar dari pekerjaan mereka, karena mereka dinilai pintar dan berbakat. Namun sebaiknya jangan lakukan hal itu. Fokuslah pada tim yang ada sekarang. Beri mereka kesempatan untuk keluar dan mencari apa yang mereka kehendaki. Dan berikan tim Anda kesempatan untuk menunjukkan jika mereka juga pintar dan berbakat. Pemimpin yang baik sebaiknya terus bekerja bersama dan menjalin hubungan yang baik dengan semua anggota tim yang ada. Ini membuat hubungan tim akan semakin erat, dan juga berdampak pada perusahaan yang akan semakin berkembang.

4. Cobalah untuk lebih banyak mendengar

Menjadi seorang pemimpin bukan berarti Anda harus dan akan selalu berbicara di depan anak buah Anda. Berikanlah ruang dan waktu untuk anggota tim Anda menyampaikan apa yang mereka ingin sampaikan. Entah itu untuk kepentingan perusahaan, atau kebutuhan mereka. Mendengarkan mereka akan membantu kita jauh lebih dekat dengan mereka. Kita akan jauh lebih memahami apa yang dapat mendukung kinerja mereka di perusahaan. Berikan mereka ruang untuk bisa mengungkapkan apa yang mereka ingin ungkapkan.

5. Jangan terlalu serius

Bukan tidak boleh kita bekerja serius dan fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Tetapi sebagai manusia, kita tentu memiliki keinginan untuk lebih nyaman dan santai dengan setumpuk pekerjaan yang dimiliki. Cobalah untuk memberi waktu santai kepada diri Anda sendiri. Anda bisa mengajak ngobrol karyawan Anda, minum kopi santai bersama mereka sambil membahas masalah yang ringan. Seperti halnya Dick Costolo CEO Twitter yang sebelum memimpin perusahaan ini adalah seorang pelawak. Mengapa ia memilih untuk lebih santai dalam bekerja, karena ia akan membutuhkan karyawan yang menganggap dirinya sebagai seorang CEO yang serius. Ini akan membuat karyawan merasa nyaman dan senang ketika dipimpinnya.

Baca juga:

Loading...

  • 125
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *