Interviews

Mompreneur Hebat, Memiliki Semangat Anak Muda untuk Terus Belajar Mengembangkan Bisnis

 

   

Menjadi seorang Ibur umah tangga tidak membuat Ibu Diana Puspitasari(41) berdiam dirumah dan enggan melakukan pekerjaan yang sedikit menguras fikiran dan juga tenaga. Lulusan S2 ini memilih untuk menjadi seorang Mompreneur dan mengambil konsentrasi ke produk fashion muslim. Ibu yang pernah menjadi seorang dosen ini juga tidak tinggal diam untuk mengembangkan usahanya. Beliau terus belajar dan mencari pembelajaran baik dari buku maupun dari internet. Berikut ini kisah selengkapya :)

Halo Ibu Diana, bisa diceritakan sekilas ibu tentang bisnis yang Ibu geluti saat ini?

Merk produk saya adalah Razaqi dengan produk utama adalah mukena anak. Merk Razaqi sudah lama ada bahkan sebelum saya memproduksi mukenah anak. Merk/nama Razaqi saya gunakan dengan harapan usaha ini akan mendatangkan rejeki yang halal bagi kami. Saat ini produk yang kami hasilkan sudah lebih beragam mulai mukenah anak, sajadah anak, gamis anak, baju koko anak, mukena dewasa, serta pakaian seragam karyawan. Khusus produk seragam karyawan dibuat berdasarkan pesanan.

Produk yang kami tawarkan sebagian besar adalah produksi sendiri, namun untuk menambah variasi toko online saya juga menambah produk lain dari suplier.

Memiliki latar belakang S2, mengapa Ibu memilih masuk ke dunia entrepreneur?

Saya mulai masuk ke dunia enterpreneur dan konsisten mengembangkan kira-kira 3 tahun lalu melalui produk Mukena anak Razaqi, kebutuhan muslim, dan seragam karyawan. Khusus seragam karyawan dikerjakan berdasarkan order/pesanan karena jenis kain dan model yang dipesan disesuaikan dengan permintaan perusahaan pemesan.

Namun sebenarnya usaha konveksi ini sudah lama saya geluti namun sempat berhenti selama 1 tahun. Saya sebenarnya telah bekerja sebagai dosen di salah satu PTS, namun saya berniat tetap menggeluti enterpreneur ini sebagai bekal saat saya pensiun nanti. Saya pikir kalau saya baru mulai setelah pensiun dan tua akan sangat terlambat, maka saat saya masih kuat bekerja dan punya potensi yang belum dimaksimalkan saya rintis usaha konveksi ini.

Memulai bisnis sejak lama, darimana Ibu mendapatkan ide bisnis ini? Dan apa produk yang populer sampai saat ini Bu?

Ide produk murni berasal dari saya sendiri, namun ada beberapa produk yang juga merupakan masukan dari lingkungan terutama Ibu saya yang memang memiliki background jahit menjahit.

Produk yang paling populer adalah mukena anak. Mukena anak yang kami hasilkan berbahan kaos yang setelah saya survey saat awal memproduksi belum ada produk sejenis berbahan kaos.

Menjadi seorang Mompreneur, upaya apa yang Ibu lakukan untuk mempromosikan bisnis Ibu ini?

Pemasaran dilakukan secara online, sedangkan promosi dilakukan secar aoffline melalui tabloid maupun secara online. Jangkauan pasar saat ini masih di seluruh Indonesia, namun melalui media sosial saya mencoba membuka jaringan ke negara tetangga namun belum berhasil mendapatkan pelanggan.

Lalu bagaimana Ibu mengatur keseimangan harga dengan kualitas barang yang Ibu hasilkan?

Harga yang saya tetapkan berbasis pada biaya produksi dan kualitas. Komponen biaya produksi terutama besar/kecilnya biaya/ongkos pembuatan sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Misalkan ongkos jahit untuk kualitas yang baik tentu berbeda dengan ongkos jahit untuk kualitas yang asal-asalan. Dan kami berusaha membuat produk yang tidak asal-asalan dari segi kualitas.

Ada kegiatan pemeriksaan kualitas, jika tidak sesuai maka produk akan masuk pada barang reject. Kami sangat menjaga kepercayaan konsumen karena mereka sudah mempercayai kami membeli secara online. Bahkan saya berani menerima pengembalian produk dan uang akan dikembalikan jika barang yang diterima tidak sesuai dengan keinginan konsumen. Bagi saya kepercayaan lebih penting.

Memiliki bisnis konveksi tentu banyak pesaing diluar sana. Lalu bagaimana Ibu mengatasi persaingan yang muncul diantara bisnis Ibu dan kompetitor?

Sentuhan yang membuat bisnis/produk kami berbeda dari bisnis/produk lain yang serupa adalah mukena anak yang kami hasilkan berbahan kaos yang setelah saya survey saat awal memproduksi belum ada produk sejenis berbahan kaos.

Apa sih prestasi dan pengalaman berkesan yang Ibu dapatkan selama menjalankan bisnis ini?

Perjalanan bisnis yang saya lakukan masih sangat muda serta masih terbatas omzet yang dicapai. Sehingga sejauh ini saya masih terus berusaha mengembangkan untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas.

Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat saya diliput oleh JTV dan diminta untuk wawancara secara live pada acara Satus Persen Jatim di JTV. Saya begitu terkejut dan tidak bisa mempercayai sampai-sampai persiapan yang saya lakukan hanya minimal.

Wah tapi sangat bagus Bu masih awal tapi sudah dipercaya oleh stasiun TV untuk melakukan wawancara. Lalu peluang apa yang Anda lihat untuk bisnis ini kedepannya?

Ruang lingkup pasar yang ada sekarang sangat luas dan dapat dicapai dengan cara online. Namun usaha untuk menjangkau pasar menurut saya hanya dapat dinilai berhasil jika kita sudah bisa memperoleh peningkatan jumlah customer dan kuantitas order.

Menurt Ibu, tantangan terbesar apa yang Ibu hadapi dalam menjalankan bisnis ini?

Tantangan dan kendala yang pernah saya hadapi adalah saat permintaan stagnan bahkan menurun sehingga saya harus segera mencari cara atau strategi untuk meningkatkan kembali permintaan. Berdasarkan pengalaman tersebut saat ini saya telah mencoba membuat perencaanaan strategi promosi dan pemasaran untuk menjaga loyalitas pelanggan serta menjaring pelanggan baru. Saya tidak pernah berhenti mencari informasi baik melalui buku maupun internet untuk mengembangkan bisnis.

Saya mempunyai impian agar brand saya akan dikenal luas dan menjadi usaha yang besar seperti beberapa brand yang menurut saya sudah berhasil.

Siapa sih yang paling memotivasi Ibu dalam memulai dan mengembangkan bisnis ini?

Ada seseorang yang menjadi motivasi saat saya jatuh dan usaha terhenti selama 1 tahun, sehingga kemudian saya memutuskan kembali menjalankan usaha konveksi ini. Dia adalah seorang mahasiswa salah satu PTS, dimana saat itu saya ditugaskan oleh perguruan tinggi tempat saya bekerja untuk mengikuti sebuah seminar. Mahasiswa tersebut menjadi salah seorang pemenang lomba yang diadakan PTS tersebut dan menerima penghargaan yang merupakan satu rangkaian acara dengan seminar.

Namun saya banyak mencari informasi, membaca, dan belajar dari apa yang telah dilakukan oleh para enterpreneur sukses, terutama dalam dunia online.

Saya sangat suka dengan quote ini “Usaha yang besar dimulai dengan satu langkah kecil”.

Yang terakhir nih bu, adakah saran untuk para entrepreneur khususnya Mompreneur di luar sana yang mau sukses menjalankan usahanya?

Jangan pernah memandang remeh seorang enterpreneur, bahkan jika usahanya hanyalah berjualan makanan di emperan, karena itu adalah sebuah langkah awal untuk mengembangkan usaha. Dan saran untuk para entrepreneur yaitu jangan pernah menyerah karena merasa gagal, karena tidak ada keberhasilan tanpa kegagalan.

Saat ini saya sendiri juga masih dalam taraf terus belajar dari yang telah sukses. Tips saya dalam usaha kita harus konsisten dan belajar terus untuk berkembang, terlebih dunia online sangat terbuka dan terus berkembang. Dan satu hal terutama dalam bisnis online adalah jangan pernah salah gunakan kepercayaan, membangun kepercayaan sangat sulit. Sekali kita tidak dipercaya maka dari mulut ke mulut akan tersebar.

                              
Loading...

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *