Start A Business

Netizen Indonesia itu Seperti Apa sih? Yuk Cari Tahu

 
  • 85
    Shares

   

Dunia online seakan sudah benar – benar merasuk di hati setiap orang, termasuk orang Indonesia. Dimanapun kita berada, komunikasi sudah bukan lagi hal yang sulit. Termasuk untuk kebutuhan promosi bisnis yang bisa kita lakukan dengan lebih mudah, murah dan cepat. Netizen memiliki perilaku dan aktivitas yang membuat aktivitas online lebih beragam. Itu sebabnya. Perlu kita tahu bagaimana sebenarnya aktivitas dan perilaku netizen Indonesia seperti apa? Dan berikut ini 10 fakta menarik yang berhasil diadaptasi dari majalah Marketeers edisi Oktober 2014.

1. Internet, tempat sejuta penilaian

Internet memang membantu banyak manusia menemukan apa yang ingin mereka ketahui. Tapi di internet juga tempat dimana sejuta penilaian dapat diciptakan, diuraikan dan juga diabadikan. Melalui internet setiap orang bisa saling menilai keburukan dan keunggulan lainnya. Itu sebabnya selain memiliki kelebihan yang tidak terhingga, internet juga masih dikhawatirkan terutama terkait masalah security dan privacy.

Seperti halnya toko online. Ketika memutuskan untuk membuka toko online, maka saat itu juga kita akan mempertaruhkan nama brand dan juga nama kita sebagai pemilik. Ketika kita tidak bisa menjaga kepercayaan pelanggan, maka bisa dipastikan netizen akan memberikan penilaian negatif kepada toko online kita. Setiap pelanggan memiliki hak untuk menyampaikan komplain mereka kepada sebuah bisnis melalui media sosial. Dari sana mereka bisa menciptakan penilaian kepada kita dan kepada publik.

2. Mencari kemudahan dan kecepatan

Kemudahan dan kecepatan akses mulai menjadi tuntutan bagi para netizen di era modern seperti saat ini. Akses yang sebelumnya rumit, menjadi semakin mudah dengan banyak perbaikan dan perubahan. Tujuannya jelas untuk mempertahankan audiens suatu website atau para netizen. Segala aktivitas yang memberikan kemudahan dan kecepatan akan sangat dicari oleh netizen.

Seperti berbelanja online yang bukan hanya bisa dilakukan di media sosial, tetapi juga bisa dilakukan melalui website khusus toko online. Memudahkan untuk memilih, melakukan order, membayar sampai akhirnya menerima barang.

3. Belanja online, One Stop Shopping Solution

Hampir semua barang saat ini bisa kita dapatkan secara online di internet. Sosial media yang sangat beraneka ragam bisa dimanfaatkan untuk menjual dan mendapatkan informasi seputar barang yang kita inginkan. Saat ini para pelaku dunia bisnis juga akan semakin fokus mengembangkan bisnisnya ke dunia online.

Bukan hanya kebutuhan pokok manusia yang dijual di internet. Tapi jasa seperti asuransi, internet banking dan juga jasa konsultan lainnya sudah mulai merambah dunia online untuk lebih mudah menjangkau konsumen mereka.

4. Memanusiakan brand

Jika kita ingin cepat dikenal dan bisa dikenal baik oleh pelanggan, maka kita akan dituntut untuk membuat merek dapat membina komunikasi dengan konsumen secara intensif. Netizen sudah menganggap brand sebagai sebuah individu yang harus responsif, mau aktif menyapa dan bukan hanya komunikasi satu arah saja.

Bukan hanya kita yang ingin dekat dengan konsumen, tapi mereka juga ingin dekat dengan brand yang dicarinya. Untuk itu, jangan hanya mempromosikan sebuah brand melalui sosial media. Cobalah untuk menjadikan brand sebagai kawan dari konsumen yang kita miliki. Menurut sebuah penelitian, Netizen yang aktif di sosial media menyebutkan bahwa alasan mereka aktif adalah untuk mendapatkan informasi terbaru seputar brand, dan juga teman – teman mereka.

5. Netizen lebih suka mengirim pesan daripada berbicara langsung

Netizen saat ini lebih nyaman berbicara dengan smartphone mereka, ketimbang berbicara dengan manusia. Contohnya saja, ketika kita sedang berkumpul dengan teman – teman, tanpa sadar kita tidak sedang berkumpul tapi lebih banyak bermain dengan smartphone yang kita miliki. Begitulah netizen saat ini, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkomunikasi via internet atau mobile, ketimbang saling berbicara dengan sesamanya.

Diskusi yang dilakukan MarkPlus Insight juga menyebutkan, bahwa sebagian besar dari netizen tidak pernah menghubungi call center untuk menyampaikan komplain. Mereka lebih suka menuliskan komplain via comment di sosial media, email ataupun chatting.

6. Dimanapun akan jadi reporter dadakan

Hampir tidak pernah dari Netizen yang menyambangi suatu tempat tidak melakukan check in. Sebagian besar dari mereka akan lebih sibuk mengupdate status dimana mereka berada, sedang apa dan bersama siapa. Tanpa sadar mereka bahkan sudah seperti reporter dadakan di suatu waktu tertentu. Mereka juga lebih banyak datang ke tempat dimana sering mereka jumpai di internet. Artinya, mereka akan datang ke tempat yang banyak didatangi oleh teman – temannya.

Ini berguna untuk sebuah bisnis yang sedang ingin berkembang. Pastikan tempat kamu membuka usaha sudah terdaftar dan mudah ditemukan saat check in. Jika sudah begitu, dengan mudah orang menemukan bisnis kamu dan merekomendasikan kepada yang lain.

7. Social media is the new mass media

Media sosial dipilih untuk media promosi selain karena low budget high impact, tapi juga terbukti efektif setidaknya untuk meningkatkan popularitas sebuah merek. Itu sebabnya sosial media selain digunakan untuk berkomunikasi dengan teman, tapi juga banyak digunakan untuk promosi bisnis.

8. Mengkhawatirkan hal yang selalu dilakukan

Sekalipun netizen bisa mendapatkan banyak informasi, kemudahan dan kenyamanan dalam mendapatkan informasi, mereka ternyata masih khawatir dengan dampak buruk yang dihasilkan internet. Terlebih untuk anak – anak dan pasangan mereka. Informasi negatif seperti pornografi masih menjadi ketakutan utama bagi netizen. Meski begitu, sangat sedikit netizen yang menganggap bahwa pengaruh buruk itu mempengaruhi diri pribadi mereka.

9. Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat

Internet itu seperti obat, bisa menyembuhkan tapi tidak jarang membuat ketagihan. Internet juga bisa membuat seseorang menjadi antisosial dengan lingkungan. Tanpa disadari interaksi sosial di dunia online sudah menggantikan interaksi sosial di dunia offline.
Sebuah bisnis hendaknya bisa mengatasi ketakutan akan antisosial di masyarakat. Salah satunya dengan menggabungkan kemampuan komunikasi secara online dan juga offline. Sebuah bisnis bisa dengan mudah merangkul pelanggan atau calon pelanggan ketika mereka bisa menggunakan 2 jalur komunikasi dengan baik.

10. Menciptakan batasan tertentu dalam lingkungan online

Disadari atau tidak, struktur dunia internet mulai berubah dan semakin mirip dengan dunia offline. Beberapa orang mulai memberikan batasan di dunia online, seperti latar belakang, kesesuaian sifat, kesukaan, dan kenyamana mereka berkomunikasi. Pelan – pelan, komunikasi yang seharusnya inklusif berubah menjadi eksklusif. Legitimasi bagdes dan jumlah follower juga seolah – olah digunakan sebagai pembeda status di internet.

Perubahan ini hendaknya diperhatikan setiap brand. Setiap percakapan, grup dan komunitas dijaga untuk mempertahankan kekhasan komunikasi ala dunia internet yang horizontal, inklusif dan sosial.

Sumber: Majalah Marketeers Edisi Oktober 2014

Baca juga:

Tips Membangun Reputasi di Internet untuk Bisnis Anda

Mengenal Jenis Perhitungan Ketika Pasang Iklan di Internet

Temukan Pasangan Hidup yang Ideal untuk Bisnis Onlinemu

           
  • 85
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *