Interviews

Ngobrol Asik Bareng @onnowpurbo, Bapak Open Source Indonesia

 
  • 13
    Shares

   

Sekitar hari Rabu 29 Mei 2013 kemarin, Bapak Open Source Indonesia Onno W. Purbo diajak mampir ke kantor kami seusai mengisi sebuah seminar di Surabaya. Maka kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh teman-teman untuk bertanya-tanya. Topiknya beragam, mulai dari pendidikan Linux hingga politik. Rupanya Onno W. Purbo punya banyak sekali pandangan-pandangan yang menarik dan menggelitik seputar kehidupan sehari-hari. Seperti apa?

Halo Pak Onno, sibuk apa Pak?

Saya ngajar mas.

Ada cerita lucu selama mengajar Pak?

Ada. Pakai Linux mas? Coba kasih lihat laptopnya ke saya.

Hehe, belum Pak..

Mahasiswa saya, mayoritas sudah pakai Linux mas. Ceritanya lucu dan bermacam-macam. Misalnya suatu saat ada mahasiswa saya yang  kirim file .doc. Saya tolak, saya bilang saya tidak bersedia buka di Linux. Kemudian besoknya dia email lagi, “lho, saya coba buka di Linux bisa pak”. Saya balas : “Mas, saya tidak bilang saya tidak bisa buka di Linux, tapi saya tidak bersedia”. Nah, hal-hal seperti inilah yang membuat mahasiswa saya akhirnya pakai Linux.

Bagaimana sejarahnya menggunakan Linux Pak? Kenapa tampaknya.. anti banget sama Windows?

Sekitar tahun 1998, seringkali file saya hilang gara-gara virus. Saya jengkel. Kemudian saya pindah ke Linux. Pada tahun-tahun itu Linux belum bagus grafisnya, belum end-user familiar. Namun enaknya, saya tidak pernah kehilangan file lagi. Akhirnya saya tidak pernah lagi pindah ke Windows. Saya jadi hidup enak. Maka saya pun sekarang ngajak yang lain buat hidup enak.

Ah, pandangan orang tentang hidup enak kan beda-beda Pak..

Mas, kalau sampean pakai Windows yang original kan harus bayar, mau pakai bajakan juga dosa. Nah, sekarang 1 orang purchase lisensi original gak akan kerasa buat orang itu. Tapi sekarang kalikan dengan jumlah penduduk Indonesia? Kalau semua pakai Windows, berapa harta yang mengalir keluar?

Meskipun katanya kita merdeka, dari sisi teknologi, kita itu dijajah. Lihat saja, handphone kamu produksi negara mana mas? Berapa harganya? Misalnya 2 juta. Kalikan dengan jumlah penduduk Indonesia. Berapa harta yang mengalir keluar? Datanya, ada 6 Triliun harta kita yang mengalir keluar. Kalau jumlah itu digunakan untuk membangun pabrik handphone di Indonesia? Bisa tidak? Kira-kira, rakyat bisa tidak dapat yang lebih murah? Sekarang kita pilih:

Jadi salesman Windows tanpa dibayar, atau jadi bos untuk diri kita sendiri?

Iya Pak. Tapi mau gimana lagi ya Pak, anak SD aja sekarang pelajarannya Microsoft. Sejak kecil dididik jadi pegawai.

Ya itu juga salahnya sistem pendidikan di indonesia. SD (Sekolah Dasar) adalah waktu di mana anak-anak belajar bagaimana “senangnya belajar”. Pada usia ini, seharusnya pendidikan harus bisa mendorong rasa penasaran anak-anak ini. Di Linux mas, ada sistem operasi namanya Edubuntu. Sistem Operasi ini sudah dilengkapi beberapa aplikasi yang justru cocok untuk membangkitkan penasaran anak-anak terhadap ilmu pengetahuan. Misalnya KGeografi, atau Kalzium. Ada pula permainan logika Fisika, dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Anak saya pakai mas. Yang paling terasa adalah bahasa inggrisnya jadi jago.

Satu lagi mas, saya juga pasang UPNP.

UPNP?

UPNP adalah Universal Plug N Play. Tinggal colok kabel LAN ke tivi, kemudian bikin server video lokal. Kita jadi bisa nonton video sepuasnya. Saya hidup enak. Saya ingin teknologi ini juga dikenal oleh yang lainnya. Saya ingin ngajak yang lain buat hidup enak.

Makanya, saya butuh provider konten lokal. Yaitu mereka-mereka yang sudah berinisiatif membuat channel-channel Youtube sendiri.

Wah. Bagus itu pak, banyak sekali channel-channel lokal di Youtube pak.

Makanya itu mas, kita bisa bikin sistem dimana rakyat yang membuat, dan rakyat pula yang menikmati. Kita ciptakan sistem dimana rakyat bukan sekedar konsumen, namun creator.

Dan pembicaraan kami pun terus berlanjut. Seputar strategi pergerakan untuk perubahan, hingga kemungkinan seorang Onno W. Purbo menjabat jadi menteri. Untuk soal yang satu ini, Onno mengaku enggan. Daripada jadi menteri, dia lebih senang dengan kehidupan santai seperti sekarang. Menggerakkan massa dari belakang. Salah satunya adalah gagasan wajanbolic bersama teman-temannya yang kemudian mengantarkan mereka ke World Summit dan berhasil merombak kebijakan yang tidak masuk akal di Indonesia. Terimakasih Onno W. Purbo, kami mendapat banyak sekali semangat dari anda.

Channel Youtube kami: http://www.youtube.com/beonintermedia. Pembicaraan dengan Onno membuat kami kembali semangat untuk menggerakkan konten Youtube kami. Jadi pembaca, mari bergabung dengan channel kami untuk update-update berikutnya.


  • 13
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *