Technology

Pantau Kerja VPS Anda dengan Mudah via Console

 

   

Bagi pengguna Layanan Virtual Private Server (VPS) murah di Jagoan Hosting Indonesia, anda pasti punya login root (console) sendiri. Maka anda pastinya tidak ingin melewatkan kesempatan melakukan utak-atik pada VPS anda. Salah satu hal yang bisa anda lakukan dengan login root milik anda adalah melakukan monitoring server untuk menjaga performa VPS anda. Berikut saya sertakan beberapa monitoring yang bisa anda lakukan, tentunya tidak lepas dari pengetahuan dasar mengenai linux.

Cek Proses VPS

1. Login SSH ke server VPS anda melalui software putty (Windows) atau jika anda pengguna Linux, anda cukup masuk ke terminal.

2. Ketik perintah: top. Akan muncul tampilan sebagai berikut

3. Bagian “load average: 0.00, 0.00, 0.00”  menunjukkan  load server. Load pertama adalah load real time, load kedua adalah rata-rata load 5 menit, load yang ketiga adalah rata-rata load 15 menit. Defaultnya, informasi pada perintah top akan update setiap 3 detik. Untuk membuatnya jadi perdetik, silakan tekan “S” pada keyboard anda, masukkan angka 1, lalu tekan enter.

4. Berikutnya, anda bisa tekan “C” pada keyboard anda. Maka akan muncul informasi mengenai penggunaan memory server. Pastikan free memory anda masih tersisa banyak. Sebab sisa memory yang sedikit akan menyebabkan server jadi lambat. Jika sisa memory anda tinggal sedikit, anda bisa cek dulu bagian mana yang menggunakan resource memory / CPU terlalu banyak. Kemudian kill process tersebut apabila tidak diperlukan.

Cek Penggunaan Space VPS

1. Untuk melakukan pengecekan sisa space pada disk anda, anda bisa gunakan perintah df -h

2. Untuk menampilkan atau melakukan estimasi penggunaan disk space, bisa menggunakan perintah du.

Untuk menampilkan lebih lanjut, Anda bisa membaca manualnya dulu.

Cek Log Service VPS (HTTP, mySQL, dll)

1. Jika terjadi error pada service, maka pertama kali cek dulu service HTTP anda. Jika anda butuh log, di beberapa sistem linux, anda bisa buka di direktori /var/log/error.log (tergantung konfigurasi HTTP).

2. Jika masalahnya ada di database anda yang tidak mau load. Maka error lognya bisa anda cek dulu pada direktori /var/lib/mysql/hostname.err (tergantung setting mySQL anda di my.cnf)

3. Sedangkan file log lainnya pada server biasanya tersimpan di direktori /var/log.  Anda bisa mengecek beberapa log message yang ada di direktori tersebut untuk mendapatkan informasi kenapa terjadi error pada service anda.

Cek Transaksi Email

1. Bagi pengguna mail server, perlu sekali melihat log dari email terkirim dan terima. Untuk pengguna exim, maka anda bisa melihat pengiriman dan penerimaan email di direktori /var/log/exim_mainlog.

2. Selain itu, email queue (email pending) juga bisa membuat disk space anda penuh. Maka cek email queue pada exim dengan perintah exim -bp atau dengan perintah mailq

Blacklist IP dengan IPtables

1. iptables digunakan sebagai firewall, salah satunya digunakan untuk memblok IP yang menyerang server kita. Sebelumnya, anda bisa cek dulu IP penyerang dengan perintah netstat -anp. Jika anda sudah mendapatkan IP yang ingin di block, jalankan command berikut:

iptables -A INPUT -s <IP> -j DROP
iptables -A OUTPUT -d <IP> -j DROP

Demikian beberapa tips dasar yang bisa dilakukan. Bagi user yang sudah paham Linux, mungkin bisa melakukan monitoring lebih dalam. Semoga bermanfaat ;-)

           

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *