Business Says Character Building Leadership Tips Bisnis

Punya Pegawai Beda Generasi? Pebisnis UKM Perhatikan Ini!

 

Pebisnis UKM – Membangun bisnis UKM pada umumnya memang sedikit berbeda jika dibanding dengan memimpin sebuah perusahaan . Karena sebagai pebisnis UKM, Anda cenderung lebih banyak terlibat secara langsung dalam hal produksi, pemasaran, dan lainnya. Dengan kata lain, keterlibatan ini juga membuat Anda banyak menghabiskan waktu dengan pegawai atau bawahan.

Namun, pernahkah Anda mengevaluasi diri sendiri dalam berkomunikasi dengan pegawai yang beda generasi dengan Anda? Mengingat bahwa keberagaman generasi dalam satu UKM juga dapat berpengaruh pada hasil produk yang maksimal. Karena itu dapat terjadi jika semua generasi dapat bekerja sama dan menjalin komunikasi dengan baik.

Supaya komunikasi dalam bisnis UKM Anda dapat terjalin dengan tepat dan tidak terjadi kesenjangan, penting bagi Anda untuk mengetahui cara komunikasi dengan pekerja antargenerasi.

Bos, hindari sikap ‘bossy‘ ya!

Hindari bersikap bossy sebagai pebisnis UKM
Sumber: Koinworks

Dalam memberikan tugas pekerjaan pada bawahan, ada baiknya bagi Anda untuk menghindari cara komunikasi yang terkesan ‘bossy’ atau bernada memerintah. Sebab, hal ini justru membuat pegawai bawahan Anda merasa tertekan dan tidak dihagai sebagai karyawan.

Akibatnya, lambat laun mereka akan semakin menjaga jarak dengan Anda yang berperan sebagai bosnya. Oleh karenanya, cobalah untuk memulai cara komunikasi yang lebih sederajat dan tidak meninggalkan kesan hirarki antara bos dan bawahan.

Sampaikan keinginan Anda atas suatu pekerjaan kepada mereka dengan lebih terkesan seperti arahan dan bukan perintah. Dengan begitu, hal ini akan membuat mereka merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat dan melaksanakan arahan, serta Anda pun dapat lebih didengarkan dan dihormati.

Pebisnis UKM juga butuh ruang

Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi milenial maupun gen Z cenderung lebih mandiri dan tidak suka jika ruang geraknya dibatasi. Kebebasan dalam berkarya dan bekerja adalah kunci semangat pegawai generasi tersebut.

Oleh karena itu, untuk membangun tim yang lebih baik dengan bawahan, para atasan perlu menjadi senior yang lebih pengertian. Hindari melakukan sesuatu yang dapat menggangu ruang gerak bagi junior dan justru membuat mereka merasa ‘gerah’.

Beri mereka ruang dan kurangi kebiasaan mencampuri urusan pribadi mereka. Selain itu, cobalah pula untuk mengerti bahwa anak-anak muda kurang suka mendengar cerita panjang apalagi jika tidak menarik bagi mereka. Perbanyak empati dan kenali lawan bicara Anda.

Selalu inisiatif memberi feedback kepada pegawai

Pebisnis UKM harus senantiasa memberi feedback
Okezone Ekonomi

Perlu diingat, begitu perintah pekerjaan Anda sebelumnya telah selesai dikerjakan oleh pegawai atau bawahan, jangan lupa untuk memberikan feedback dalam bentuk apapun. Feeback yang dimaksud di sini lebih merujuk kepada respon yang gunanya untuk memberi tahu pegawai apakah yang dilakukan mereka itu sudah benar atau memuaskan.

Terlepas dari feedback Anda yang positif ataupun negatif, tetap berikan support dan guideline bagi para pegawai. Jika Anda hendak memberikan pujian atas pekerjaannya yang bagus, coba lakukan di depan orang banyak. Sementara sebaliknya, jika Anda hendak mengkritik, usahakan lakukan di tempat yang privat.

Di luar itu semua, tetap berikan apresiasi atas semua usaha dan kerja keras yang pegawai lakukan untuk bisnis UKM Anda. Perbanyak ucapkan afirmasi positif yang dapat membangun intimasi dan loyalitas antarpegawai.

Jangan jadi pebisnis UKM yang baperan

Perbedaan generasi usia menjadikan pembeda pula dalam cara setiap orang dalam bersikap. Bisa jadi, hal yang dulunya dianggap tidak sopan, kini menjadi hal yang lumrah dan biasa saja.

Oleh karenanya, ada baiknya bagi Anda untuk tidak mudah terbawa emosi jika melihat perilaku pegawai yang mungkin terkesan kurang sopan. Karena dalam kebanyakan kasus, sesungguhnya mereka tidak bermaksud demikian.

Selama yang mereka lakukan tidak melanggar etika perusahaan, norma sosial, dan tidak mengurangi tanggungjawab mereka dalam melakukan pekerjaan, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk resah dan terbawa perasaan emosi.

Setelah mengetahui cara komunikasi dengan pegawai beda generasi, semoga Anda bisa semakin memahami perbedaan antargenerasi di dalam bisnis UKM yang sedang dijalani. Supaya bisnis UKM Anda tetap dapat fokus menghasilkan ‘produk’ yang maksimal dan berkembang. Jadi, mulai sesuaikan sejak saat ini ya!

Baca Juga:


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *