Running A Business

Pelajaran dari Buku “Beat the Giant” untuk UKM

 
  • 32
    Shares

Loading...

Kali ini saya akan mengulas buku “Beat the Giant” karya Yuswohadi, Dyah Hasto Palupi, dan Teguh S. Pambudhi. Buku ini sangat menarik dan tepat sekali untuk menambah wawasan para pebisnis baik skala kecil maupun besar. Banyak sekali insight bisnis yang bisa didapat dari buku ini. Bagi para pembaca Mediabisnisonline.com yang sudah pernah membaca buku tersebut, saya akan sangat senang sekali jika Anda mau share insight yang didapat disini. :)

Dan karena konten buku tersebut sangat banyak maka akan saya persempit pembahasannya yang khusus untuk UKM saja. Jika Anda ingin mengetahui detail dari buku tersebut, silahkan pergi ke toko buku terdekat. :)

Di dalam buku tersebut, sebuah bisnis/brand dibagi kedalam 4 kuadran yaitu: Smart Flanker, Local Chalenger, National Champion, dan Global Chaser.

Berikut pengertian masing-masing kuadran tersebut:

1. Smart Flanker

Adalah merek lokal yang tidak memiliki local advantage maupun kemampuan mencapai global best practices yang kokoh. Merek lokal di posisi ini umumnya berskala kecil dan produknya tidak memiliki keunikan lokal. Karena itu mereka dihadapkan pada pilihan pelik untuk menyingkir (flank) dalam menghadapi merek global dan mencari niche market di mana ia masih bisa menguasainya.

Contoh: D’Cost, Ranch Market, Bhinneka.com, Bukalapak.com

2. Local Challenger

Adalah merek lokal yang memiliki keunikan lokal tapi masih belum mampu menyamai kemampuan merek global dalam hal kemampuan modal, manajemen, SDM, teknologi, dan lain-lain.

Contoh: Sido Muncul, Martha Tilaar Group, Hotel Santika, Mustika Ratu, Batik Keris, Viva, Pegadaian, Khong Guan, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat.

3. National Champion

Adalah pemain yang memiliki keunikan lokal, sekaligus memiliki kapasitas setara dengan global best practices

Contoh: Garuda Indonesia, BRI, Sosro, JNE, Prodia, Indomaret, Alfamart, Kompas, dan Femina

4. Global Chaser

Adalah pemain lokal yang by-default tidak memiliki keunikan lokal, tapi memiliki kapasitas modal, SDM, manajemen, dan teknologi yang sejajar dengan merek-merek global

Contoh: Polygon, Polytron, Telkom, Pertamina Pelumas, Biofarma, Mayora, GarudaFood, Indofood, Semen Gresik, Bank Mandiri

Yang akan saya ulas disini adalah Smart Flanker dan Local Chalenger, karena UKM Indonesia kebanyakan berada di area tersebut. Setelah membaca penjelasan diatas, pertama-tama saya mengajak Anda untuk menganalisa kembali bisnis Anda, lalu saya ingin Anda mencatat nilai-nilai dasar yang Anda temukan dari hasil analisa tadi.

Berikutnya, langkah kedua adalah mengkategorikan bisnis Anda masuk dalam kuadran mana. Jika Anda mempunyai bisnis online dan produk Anda global, kemungkinan besar Anda masuk kuadran pertama (smart flanker), akan tetapi jika produk / bisnis Anda mempunyai ciri khas lokal/daerah maka sudah pasti Anda berada di kuadran kedua (Local Chalenger).

Lalu untuk langkah ketiga, menerapkan strategi untuk masing masing kuadran:

1. Smart Flanker: FLANK and Create Your Own Pond

Maksudnya disini adalah teruslah Anda mencari ceruk pasar baru yang tidak dilirik oleh pemain besar, atau Anda juga bisa memanfaatkan sisa-sisa dari pasar yang sudah dicaplok pemain besar. Selain itu Anda juga harus terus menerus melakukan inovasi untuk produk Anda.

Lakukan hal ini secara terus-menerus sampai Anda menjadi pemain besar dan berani head to head dengannya.
Anda akan kesulitan jika langsung head to head dengan pemain besar. Misalnya bisnis Anda adalah toko online yang menjual baju, yang Anda harus lakukan adalah mencari pasar yang belum tersentuh oleh zalora. Jika Anda menargetkan pasar yang sama dengan zalora dan tidak ada nilai tambah untuk produk Anda, maka tinggal menunggu waktu sampai zalora menggilas bisnis Anda. :)

Disini saya ingin menambahkan tips untuk bisnis yang ada dalam kuadran ini, yaitu “cari perhatian”. Buat inovasi atau promo yang “nyentrik” untuk menarik perhatian pasar. Jangan meniru inovasi produk atau promo yang dilakukan para pemain besar.

2. Local Challenger: FOCUS on Your Local Uniqueness

Saya tidak perlu menjelaskan dengan detail karena saya yakin Anda sudah mengerti maksud dari strategi diatas hanya dengan men-translate nya ke bahasa indonesia. :)

Disini saya ingin menambahkan tips untuk bisnis yang ada dalam kuadran ini, yaitu “Buat orang penasaran untuk ingin tahu”. Teruslah mencari nilai-nilai budaya daerah Anda, kemudian terapkan menjadi inovasi produk/layanan Anda. Setelah itu kenalkan ke pasar diluar daerah Anda dan buat mereka penasaran & ingin tahu sehingga mereka akhirnya mau mencoba produk Anda.

Langkah yang terakhir, atau keempat, baik Anda masuk dalam kategori pertama maupun kedua, Anda harus berpikir positif bahwa strategi diatas berjalan dengan baik dan bisnis Anda melaju dengan pesat. Lalu apa berikutnya?

Naah ini yang biasanya diabaikan oleh kebanyakan pelaku bisnis, yang saya harap tidak untuk para pembaca mediabisnisonline.com, hal tersebut adalah : “Menyiapkan SDM, manajemen, dan teknologi yang handal”. Ketika strategi bisnis Anda berjalan baik dan bisnis berkembang pesat, tetapi Anda tidak menyiapkan SDM, manajemen, dan dukungan teknologi yang handal, maka akan terjadi ketidakseimbangan didalam bisnis Anda yang akan mengacaukan segalanya.

Jadi lakukan keduanya bersamaan agar bisnis Anda tetap seimbang (balance).

Sekian ulasan yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat buat Anda para pelaku bisnis UKM sekalian. :)

Baca juga:

Tantangan Bagi UKM Dalam Mengelola SDM

5 Perhatian dalam Mengembangkan UKM

5 Tips Memasarkan Bisnis Rumahan dengan Lebih Mudah

Loading...

  • 32
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *