Leadership

Penasaran Bagaimana Google Melakukan Wawancara Kepada Calon Karyawan Mereka?

 
  • 12
    Shares

Google bukan hanya dikenal sebagai salah satu search engine terbesar dunia, Google juga dikenal sebagai perusahaan besar yang memiliki keunikan tersendiri. Terlebih pada saat melakukan perekrutan kepada karyawan mereka. Ada yang bilang untuk menjadi karyawan Google tidaklah mudah, ada banyak tahap yang harus dilakukan seperti wawancara yang cukup ketat. Tapi ada juga yang bilang, Google tidak mencari karyawan dengan nilai kelulusan universitas yang tinggi, tapi lebih kepada kemampuan mereka. Nah tapi seperti yang kita tahu bahwa salah satu syarat menjadi karyawan Google adalah dengan melalui proses interview. Lalu bagaimana Google melakukannya?

1. Google selalu bertanya tentang pengalaman

Tujuan utama dari mewawancarai calon karyawan bukan hanya untuk meneliti apakah mereka cocok untuk kita, tapi mengapa mereka menarik untuk kita pilih. Google selalu menggunakan pengetahuan dalam setiap proses wawancara mereka yang telah diperoleh sebelumnya, untuk dapat mengajukan pertanyaan spesifik tentang proyek apa saja yang sebelumnya pernah dikerjakan kandidat karyawan. Apakah mereka memiliki pengalaman bekerja, berorganisasi atau yang lainnya. Karena pengalaman yang dimiliki oleh calon kandidat dinilai mampu untuk menyebabkan sebuah perubahan jika digunakan pada saat bekerja nantinya.

2. Google juga menentukan batas kemampuan setiap calon karyawan mereka

Executive Chairman, Eric Schmidt dan Jonathan Rosenberg yang merupakan penasehat bagi Google menuliskan bahwa meskipun wawancara merupakan syarat yang wajib ada saat melakukan perekrutan karyawan, namun wawancara seharusnya tidak membuat calon karyawan stress. Anda harus mengajukan pertanyaan secara intelektual dan menantang. Pertanyaan yang dapat memancing kandidat Anda untuk mengungkapkan proses pemikiran dan tanggapan mereka.

3. Google selalu berusaha untuk membuat calon karyawan mereka nyaman

Jika Anda ingin bertanya tentang latar belakang kandidat, maka hindarilah pertanyaan yang membuat seorang kandidat bisa menjawab pertanyaan Anda hanya dengan mengungkapkan pengalaman mereka. Buatlah mereka nyaman berada pada posisi wawancara tersebut, sehingga mereka bisa mengungkapkan proses pemikiran dan ide yang mereka miliki. Sekali lagi, karena tujuan akhir dari proses wawancara ini adalah untuk mendapatkan calon yang berani dan bisa mengungkapkan bahkan memamerkan apa yang mereka pikirkan bukan apa yang mereka sudah persiapkan.

4. Google tidak pernah melupakan skenario pertanyaan mereka

Skenario pertanyaan adalah list pertanyaan yang memuat krisis manajemen dan juga keputusan besar. Tips ini berlaku bagi mereka yang akan menggunakannya untuk menciptakan kepercayaan kepada calon karyawan mereka. Idenya adalah untuk mencari tahu apakah calon karyawan dapat berkolaborasi pada saat – saat yang sulit sekalipun dengan baik atau tidak. Mereka bisa mengkaji apakah calon karyawan mau bekerja dengan perusahaan selama waktu krisis mereka.

5. Google juga menggunakan beberapa pertanyaan yang mengasak otak calon karyawan

Schmidt dan Rosenberg mengakui bahwa saat ini Google telah menghapus permainan asah otak mereka. Karena banyak dari kandidat mereka yang melakukan wawancara secara online, sehingga sulit untuk mengetahui apakah jawaban tersebut muncul pada saat itu sendiri atau dari memori yang telah mereka miliki. Namun, permainan asah otak masih diakui dapat mengungkapkan pemikiran tajam dari calon karyawan. Dan Google mengatakan bahwa mereka ingin menyewa atau memiliki karyawan dengan pemikiran terbaik yang mereka miliki.

6. Google malakukan pengembangan wawancaranya

Pewawancara di Google adalah orang – orang dari sebuah tim terbaik yang melakukan sebagai besar wawancaranya. Dan jika Anda ingin melakukan wawancara di Google, sebaiknya Anda melakukan beberapa pelatihan terlebih dahulu, karena Google sering melakukan pengembangan terhadap proses wawancara mereka, tujuannya untuk meningkatkan kualitas dari seluruh aspek calon kandidat mereka.

7. Google memiliki jadwal wawancara selama 30 menit

Strategi ini akan mencegah wawancara dengan calon yang jelas tidak cocok dengan Google untuk tidak berlarut – larut dalam wawancara. Hal ini juga mengurangi basa – basi dan pertanyaan sia – sia yang nantinya akan diajukan. Ini juga berguna untuk mengefisiensikan waktu wawancara Anda dengan waktu kerja Anda.

8. Google menyarankan untuk tidak mewawancarai calon yang sama lebih dari 5 kali

Terlalu banyak kandidat yang akan diwawancarai membuat kita akan menemukan orang yang sama untuk beberapa kali. Dan Google pun melakukan penelitian dan menemukan bahwa setelah wawancara yang keempat, maka setiap kandidat hanya akan meningkatkan akurasi keputusan sebesar 1 persen saja, dan ini tidak baik juga untuk kita. Kita akan memiliki penambahan biaya untuk melakukan wawancara tambahan melebihi nilai umpan balik yang akan diterima.

9. Google juga mengukur calon karyawan dengan 4 kategori

Leadership(kepemimpinan): Google ingin mengetahui bagaimana seseorang akan menggerakkan usaha mereka yang berbeda dalam berbagai situasi untuk memobilisasi sebuah tim. Hal ini juga mencangkup penegasan peran kepemimpinan di tempat kerja atau di dalam organisasi, atau bahkan kemampuan mereka dalam membantu tim sukses ketika mereka tidak secara resmi ditunjuk sebagai seorang pemimpin.

Peran terkait pengetahuan: Google ingin memastikan bahwa calon karyawan mereka memiliki pengalaman dan latar belakang yang akan mengatur mereka untuk sukses dalam posisi mereka masing – masing. Untuk calon insinyur, secara khusus Google akan memeriksa keterampilan mereka dan di bidang teknik akan diperiksa keahlian coding mereka.

Kemampuan kognitif umum: Memang benar jika Google tidak terlalu peduli terhadap transkip nilai calon karyawan mereka. Dan mereka lebih tertarik kepada bagaimana calon karyawan mereka berfikir.

Googleyness: Google ingin memastikan bahwa disini adalah tempat calon karyawan akan berkembang, jadi mereka mencari tanda- tanda di sekitar agar dapat memberikan kenyamanan kepada karyawan mereka dengan ambiguitas, keleluasaan untuk bertindak dan mendukung sifat kolaboratif.

10. Google sangat mengutamakan kualitas

Menurut Schmidt dan Rosenberg, aturan emas sebuah perekrutan yaitu terletak pada kualitas dalam mempekerjakan seseorang, bukan lagi hanya kecepatan.

Nah, lalu bagaimana dengan Anda? Apa saja yang Anda persiapkan untuk melakukan proses wawancara kepada calon karyawan Anda? :)

Baca juga:

Belajar Mengenal Apa Itu Kompensasi Karyawan

5 Cara Menghindari Miscommunication dengan Karyawan

7 Point Singkat Memberi Penghargaan untuk Membangun Komitmen Karyawan


  • 12
    Shares

2 komentar

  • 18 Oktober 2014 - pukul 23:11

    nice tips, poin 10 kayaknya ada salah tulis ya.

    • Administrator
      20 Oktober 2014 - pukul 7:28

      hehe benar pak ada yang salah tulis. Terima kasih Pak atas koreksinya :)

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *