Interviews

Produk Pakaian Muslim Membuat Danang Prasetio Percaya Diri untuk Resign dan Mengembangkan Omahkeke.com

 

   

Memulai perjalanan karir sebagai seorang karyawan swasta di salah satu provider di Indonesia, Danang Prasetio(35) mampu menemukan peluang bisnisnya sendiri. Menjadi salah satu distributor untuk brand Keke di area Jawa Timur awalnya, semenjak 2008 saat mulai memutuskan untuk resign, sampai dengan saat ini beliau benar-benar fokus mengembangkan toko online Omahkeke.com. Lulusan Jurusan Management Pemasaran, Perbanas Surabaya kini sudah memiliki sebuah kantor pusat di daerah Nginden Semolo, Surabaya.

Dan beberapa waktu yang lalu tim Mebiso berkesempatan menggunakan sedikit waktu beliau untuk melakukan wawancara dan sharing pengalaman seputar bisnisnya ini. Lalu bagaimana kisahnya? Berikut ini uraiannya.

Halo pak Danang, sebelumnya bisa dijelaskan sedikit pak apa itu Omahkeke?

Saat ini masih fokus pada bisnis yang bergerak di bidang pakaian muslim, dari anak bayi sampai dengan dewasa yang terdiri dari beberapa merek besar di Indonesia. Namun fokus dan komitmen saya adalah pada pakaian anak balita sampai dengan SD, nama brandnya adalah Keke dan kebetulan saya yang memegang untuk distribusi di Jawa Timur.

Lalu bermula dari seorang staff IT di sebuah perusahaan swasta, apa yang melatarbelakangi Bapak ingin menjadi seorang entrepreneur? Lalu pengorbanan apa yang dirasa sangat memberatkan selama memulai?

Paling gak enak adalah karena ritme kerja di awal tidak mengikuti jam kerja kantor dan kerja bisa sewaktu-waktu dan dulu semua saya kerjakan sendiri mulai dari packing barang, bongkar barang dan sampai kirim barang. Namun seiring waktu dengan pertumbuhan perusahaan serta bertambahnya karyawan, jadi untuk yang bener-bener kerja adalah saat mendekati lebaran, karena kan peak seasonnya ada pada saat lebaran.

Bicara tentang pakaian muslim, apa sih yang membuat Omahkeke berbeda dengan merek lain yang menjual produk senada?

Untuk Keke menggunakan katun murni dengan bahan terbaik, jahitan kita lebih rapi karena menggunakan mesin terbaru dan dikerjakan dengan scoop  pabrik langsung dan tidak di lempar ke maklon atau ke penjahit sehingga untuk quality control lebih terjaga karena berada pada 1 pabrik. Dan kita mengutamakan kualitas, baik kenyamanan, kerapihan, tidak cepat pudar, bisa dikatakan ada harga ada rupa lah ya. Kemudian setiap pembelian 1 pcs pakaian Keke Collection, Rp. 500,- akan disumbangkan ke yayasan yang di kelola oleh Keke Collection.

Selama menjalankan bisnis ini pengalaman paling berkesan seperti apa yang pernah bapak alami?

Pengalaman paling berkesan adalah saat menjelang lebaran begini, karena barang susah namun permintaan banyak jadi sering diomelin sama ibu-ibu, karena pembeli kita mayoritas adalah ibu-ibu. Tapi di balik omelan itu, kami merasa senang karena artinya mereka benar-benar menginginkan product kami.

Memiliki dan menjalankan bisnis sendiri tentu ada tantangan dan kendala yang jauh lebih besar dari sebelumnya, bisa dishare sedikit pak?

Kendala utama dikarenakan adanya market leader di segmen baju muslim adalah brand yang juga di produksi di Surabaya, jadi seperti saya masuk ke dalam kandang macan karena saya asuk ke areanya brand tersebut. Namun itu merupakan tantangan tersendiri bagi saya untuk mencoba merubah mindset anak-anak dari brand yang sebelumnya ke brand “Keke” saya. Dan untuk mengakomodir itu, rencana kami akan ada penambahan outlet di Pasar Turi baru, kemudian melakukan branding di daerah serta pinggiran kota di Jawa Timur.

Buat Bapak sendiri, siapa sih yang paling memotivasi dan menyemangati dalam membangun bisnis Omahkeke ini?

Karena yang menjalani bisnis ini terlebih dahulu adalah kakak saya maka beliau adalah motivator pertama saya yang tentunya saya juga banyak berguru pada beliau dan kemudian saya juga memiliki mentor yang bernama Pak Samsul Arifin, beliau yang mencoaching distributor Keke di seluruh Indonesia dan salah satunya adalah saya.

Wah, semoga Omahkeke semakin sukses untuk online dan offlinenya ya pak. :)

Begitulah setidaknya pembicaraan singkat kami seputar pengalaman Bapak Danang dalam mendirikan dan mengembangkan Omahkeke.com. Baginya untuk menjadi seorang newpreneur, kita harus pandai-pandailah dalam menentukan product yang dijual dengan target segmen yang dipilih, baik segmen atas, menengah atau bawah, karena segmen yang tepat menentukan result yang didapat. :)

           

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *