Technology

Pulsk.com Membukukan 200 Ribu Member di Tahun Pertama

 

Loading...

Pulsk.com adalah sebuah situs layanan berbagi gambar dan informasi asli dari Indonesia. Baru-baru ini, Pulsk memasuki usia 1 tahun. Melalui sebuah press release, Pulsk memberitakan bahwa di usia baru ini, mereka meluncurkan sejumlah fitur dan tampilan baru yang lebih segar. Mereka menambahkan sebuah sidebar yang menunjukkan daftar teman yang diikuti dan daftar pengguna yang direkomendasikan. Mereka juga memperbarui tampilan untuk personal profile yang dapat menampilkan sebanyak mungkin informasi dengan lebih ringan. Kini Pulsk juga telah dilengkapi dengan sistem penamaan atau identitas akun yang unik. Pengguna kini bisa memiliki laman pribadi di Pulsk.com dengan format namauser.pulsk.com.

Mereka berharap tampilan baru ini akan membuat para pulsker (sebutan bagi para pengguna layanan PULSK) betah berlama-lama menelusuri situs ini dan semakin bangga untuk mengajak teman-teman mereka yang lain untuk turut membuat akun di Pulsk.com.

Pulsk.com digawangi oleh Rendy Bryanzah dan Irwan Fahmy. Ketika ditanya mengenai harapan di masa depan, Irwan Fahmy, co-founder dan Business Director menyatakan bahwa Pulsk ingin menyaingi Pinterest di Indonesia bahkan sebelum layanan berbagi konten kelas dunia itu sempat mengambil tempat di Indonesia.

“Kami ingin Indonesia menjadi seperti Cina dalam hal penyedia layanan konten lokal. Cina punya layanan sendiri pengganti Google, mereka juga punya pengganti Twitter dan Facebook, asli buatan dalam negeri mereka sendiri. Mengapa kita tidak bisa?” ungkapnya.

Irwan juga dengan bangga menyebutkan salah satu kelebihan Pulsk.com dibanding Pinterest adalah jumlah konten lokal yang dimiliki. “Jika kita hitung, tentu Pulsk.com punya jauh lebih banyak konten lokal Indonesia dibandingkan dengan Pinterest.”

Dalam usia yang terbilang masih sangat belia, Pulsk.com telah sukses menarik minat 200 ribu anggota. Hal ini mengisyaratkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap industri kreatif lokal di Indonesia begitu tinggi. Jadi developer, apakah anda masih minder bersaing dengan konten asing? Prestasi Plusk membuktikan bahwa industri kreatif dengan pendekatan lokal sangat diterima di Indonesia.

Loading...

1 komentar

  • 26 Januari 2015 - pukul 15:33

    Semoga tambah sukses…

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *