Biografi Insider Inspirasi Leadership

Sejarah Steve Jobs: Perjalanan Karir Seorang Perfeksionis

 

Sejarah Steve Jobs – Jobs merupakan salah satu tokoh inspiratif yang berani memberikan gebrakan baru dalam dunia teknologi. Apple menjadi produk paling diminati di era sekarang karena menawarkan antarmuka sederhana, keeksklusifan, dan prestige tersendiri bagi para penggunanya.

Biografi Steve Jobs

Pria bernama lengkap Steven Paul Jobs lahir pada tanggal 24 Februari 1955 di San Frascisco, California, U.S dari pasangan Abdulfattah Jandali dan Hoanne Carole Schieble. 

Jobs kemudian diadopsi dan dibesarkan oleh pasangan Paul Reinhold Jobs dan Clara Hagopian di Monta Loma, salah satu wilayah di Montain View, California.

Jobs memiliki pengalaman kurang menyenangkan selama masa sekolah. Ia cenderung kesulitan dengan sistem kelas biasa, sering membuat masalah bahkan sempat diskors beberapa kali. Bukan karena ia bodoh, melainkan karena cara pandang Jobs yang berbeda di usianya yang masih beliia.

Sejarah Steve Jobs
Ilustrasi Garasi. Photo by John Paulsen on Unsplash

Hingga akhirnya keluarga Jobs memutuskan untuk pindah ke Los Atos, California agar ia bisa mendapat lingkungan dan pendidikan yang lebih baik. Rumah itu kemudian dinyatakan sebagai situs bersejarah pada tahun 2013.

Hal ini karena garasi rumah tersebut merupakan tempat lahirnya Apple Computer pertama kali. Tempat dimana cikal bakal sejarah Steve Jobs dimulai.

Sejarah Steve Jobs Sebelum Mendirikan Apple

Tidak hanya tertarik dalam dunia sains dan teknologi, Jobs juga sempat mendalami sastra. Shakespreare dan Dylan Thomas menemani masa mudanya sembari menimba ilmu mengenai elektronik.

Di sekolah tinggi ini juga Jobs bertemu dengan dengan Steve Wozniak, yang mana nanti akan menjadi rekannya merintis perusahaan Apple sejak awal.

Jobs sempat berkuliah di Reed College, namun hanya bertahan satu semester. Ia memutuskan untuk keluar karena tidak ingin membebani orang tuanya dengan biaya kuliah. Memperdalam ilmu spiritual dan meditasi dengan pergi ke India menjadi pilihan Jobs selanjutnya.

Pada tahun 1976, Wozniak menunjukkan desain Apple I komputer pada Jobs. Jobs sangat tertarik dan optimis terhadap rancangan tersebut hingga berinisiatif untuk memasarkannya secara luas.

Meski awalnya ragu, namun Wozniak akhirnya setuju dan mereka mengandeng Ronald Wayne untuk mengurus administrasi Apple Computer Company, yang saat ini telah menjadi Apple Inc.

Dipecat oleh Perusahaannya Sendiri

Pada tahun 1983, Jobs meminta John Sculley untuk menjadi CEO Apple dan meninggalkan Pepsi-Cola. Namun dalam perjalanan bisnisnya, Jobs dan Sculley memiliki pandangan yang berbeda tentang cara memajukan perusahaan.

Tidak hanya dari kedua belah pihak, banyak pula karyawan yang pergi termasuk Wozniak karena mereka menganggap perusahaan sudah salah arah.

Hingga akhirnya komputer Macintosh yang diunggulkan oleh Jobs mengalami kekalahan dalam daya saing. Hal ini membuat posisi Sculley makin kuat dan berwenang untuk menentukan strategi perusahaan ke depan.

Jobs pun dipindahkan dari proyek Macintosh ke sebuah proyek pengembangan baru, yang mana melemahkan posisinya di perusahaan, Namun pada pada tahun 1985 Jobs memutuskan untuk meninggalkan Apple diikuti oleh lima karyawan seniornya.

Sejarah Steve Jobs
Photo by Mélanie THESE on Unsplash

Tak patah semangat, Jobs yang memang sangat mencintai dunia teknologi kemudian mendirikan sebuah usaha baru bernama NeXT yang masih bergerak di bidang teknologi komputer pula.

Jobs pun pernah menjadi seorang produser dalam sebuah perusahaan yang kini namanya menjadi Pixar. Ia menjalin kerja sama dengan Disney dan mengeluarkan film perdananya berjudul Toy Story di tahun 1995.

Kembali ke Apple dan Membuat Gebrakan

Satu tahun berikutnya, Apple mengumumkan akan membeli NeXT yang mana menjadi gerbang kembalinya Jobs. Saat NeXT telah resmi tergabung dengan Apple, produk-produk baru mulai berevolusi.

Jobs kembali menjadi CEO secara permanen diiringi dengan gebrakan baru berupa desain dan branding Apple yang sangat kuat. Berani tampil beda dibanding pesaingnya membuat Apple makin gahar di pasaran.

Produk Apple
Photo by Vista Wei on Unsplash

Perusahaan Apple semakin berkembang dengan dikeluarkannya berbagai produk unggulan seperti iPod, iTunes, iPhone, Mac dan masih banyak lagi. Tentu kamu atau mungkin temanmu memiliki salah satunya.

Apple menjadi sebuah brand yang sangat diminati di era sekarang karena memiliki ciri khas serta menawarkan berbagai kemudahan dan kemewahan secara bersamaan.

Hubungan dengan Karyawan dan Sifat Perfeksionis

Namun taukah kamu? Dibalik semua kesuksesan Jobs yang dapat kita rasakan sampai saat ini, Jobs dikenal sebagai seorang yang mudah marah, egosi,  dan memiliki kata-kata yang menusuk.

Hal tersebut didasari oleh sifat perfeksionisnya sehingga mendorong lingkungan sekitarnya ikut berkembang dan terus mengejar kesempurnaan.

Sejarah Steve Jobs
Photo by Sebastian Herrmann on Unsplash

Tak jarang Jobs secara langsung menegur dan memberikan sanksi bagi para karyawan yang tidak bisa mengikuti ritme kerjanya atau tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Namun tidak semua orang menganggap Jobs adalah orang kejam. Orang-orang terpilih yang benar-benar mau dan mampu untuk berkembang bersamanya akan tetap berada di sekeliling Jobs dan bisa menghadirkan produk-produk yang luar biasa untuk kita.

Sejarah Steve Jobs bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Bahwa ternyata sebuah kesuksesan besar tidak akan luput dari berbagai macam pengorbanan dan perselisihan dengan orang-orang di sekitar.


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *