Technology

Spam Filter, Senjata Google dalam Memerangi Gmail Phising

 

Selasa kemarin Google telah mengumumkan bahwa mereka telah menambahkan dukungan penyaringan spam bagi alat pengiriman surat yaitu Gmail. Dukungan ini digunakan untuk membantu Gmail dalam menindak sebuah serangan phising.

Pekan lalu, Gmail telah berhasil menambahkan dukungan bagi penyaringan karakter non latin, sebagai langkah pertama dalam emmbantu email menjadi lebih global. Ini adalah berita yang baik bagi negara – negara yang menggunakan ucapan dan ungkapan dalam bahasa non latin. Namun ini juga berpotensial dalam tantangan keamanan email itu sendiri.

Karena beberapa karakter non latin dapat memiliki penampilan yang sama dengan karakter latin biasanya. Terutama jika digunakan dalam pasangan tertentu. Selama bertahun – tahun, scammers dan phisher telah mengambil fakta, bahwa domain bahasa campuran dengan tujuan korban dapat membingungkan untuk dicerna oleh situs dan URL yang mereka kunjungi.

Berikut ini adalah tampilan dari beberapa karakter yang dapat membingungkan dari berbagai huruf non latin.

confusable-characters

Dengan memberikan dukungan karkater non latin ke Gmail, Google tahu jika ada kemungkinan bahwa hal ini juga bisa terjadi pada sebuah alamat email, bukan hanya isi. Itu sebabnya Google menerapkan teknik penyaringan spam baru untuk mengurangi potensi penyalahgunaan semacam ini.

Pada blognya, Google menjelaskan bahwa Gmail akan mulai menolak email dengan kombinasi karakter masyarakat Unicode yang telah diidentifikasi sebagai sesuatu yang mencurigakan atau menyesatkan. Gmail akan menggunakan Unicode Consortium yang sangat terbatas, untuk mencari tahu karakter dan kombinasi seperti apa yang akan disaring.

Google mengatakan bahwa mereka berharap orang dalam sebuah industri akan mengikuti aturan baru seperti ini. Internet harus global, tidak hanya satu yang ada dalam karakter lain. Globalisasi ini yang masih harus diseimbangkan dengan motif keuntungan untuk menggunakan karakter – karakter dan bagaimana mereka diberikan oleh font Unicode yang sebenarnya berbahaya.

Sumber

Baca juga:

Google+ Stories: Fitur Terbaru G+ Untuk Membuat Jurnal Perjalanan

6 Cara Master SEO Tanpa Google Analytics

6 Langkah Meningkatkan Website Bisnis Anda Melalui Mesin Pencari Google


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *