Leadership

Strategi Mengelola Emosi untuk Membangun Budaya Tim yang Hebat

 
  • 1
    Share

Loading...

Saya yakin setiap orang pasti memiliki emosi yang berbeda – beda, dari jenis sampai dengan tingkatan. Dan perlu diketahui bahwa emosi bukan hanya rasa amarah yang sudah kita tahu sebelumnya. Karena sebenarnya emosi adalah reaksi yang tunjukkan seseorang kepada orang lain atau sebuah kejadian. Jenis emosi yang beragam bisa membuat kinerja seseorang juga berbeda. Nah dalam bekerja, emosi juga diperlukan, salah satunya yaitu saat hendak membentuk sebuah tim kerja. Lalu bagaimana strateginya ketika kita ingin menggunakan emosi untuk membangun sebuah tim yang solid?

1. Anda harus tahu bagaimana emosi yang Anda miliki

Ketika Anda bekerja bersama dengan banyak orang, tentu Anda akan menjumpai banyak karakter orang yang berbeda – beda. Anda juga akan bertemu dengan berbagai emosi dari tim Anda. Sebelum Anda mempelajari dan mengerti emosi yang mereka tunjukkan, Anda harus tahu emosi seperti apa yang Anda miliki dan bagaimana mengendalikan emosi tersebut. Jika Anda sudah tahu bagaimana emosi diri Anda, Anda akan dengan mudah melihat dan mengelola emosi orang lain.

2. Setelah Anda tahu kemudian Anda bisa menggunakan pikiran untuk mengelola perasaan

Untuk mengelola emosi secara efektif, Anda harus tahu bahwa emosi selalu lebih kuat daripada pikiran Anda. Bahkan ketika orang yang paling rasional juga akan dihadapkan dengan emosi mereka yang kuar, dan mereka juga bisa kehilangan kemampuan untuk berfikir jernis. Seorang pemimpin harus mampu memahami kekuatan perasaan dan mengesampingkan emosinya. Untuk membangun keadaan yang efektif, Anda harus membuka diri dan fikiran di setiap konflik yang muncul untuk dapat mencari solusi dengan efektif pula. Sebagai pemimpin, pemikiran Anda harus jauh lebih besar dan lebih luas dari siapa yang Anda pimpin.

3. Anda juga harus pintar – pintar menjaga perasaan orang lain

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus mampu menjaga setiap perasaan orang lain saat Anda berada di antara mereka. Emosi yang Anda miliki harus dikelola dengan sebaik – baiknya, agar apa yang Anda ucapkan tidak menyakiti lawan bicara Anda. Setiap orang memang memiliki emosi yang berbeda dan harus mampu mengontrol emosi saat berhadapan dengan orang lain, tapi seorang pemimpin harus memiliki kemampuan yang lebih daripada itu. Rasa senang, sedih dan marah yang Anda miliki jangan sampai membuat orang lain merasa tersakiti. Jadilah penengah antara emosi yang ada dalam sebuah tim.

4. Selebihnya emosi Anda bisa digunakan untuk memotivasi tim Anda

Emosi yang berbeda akan membuat pemikiran setiap orang juga berbeda. Belajarlah untuk menavigasi perasaan Anda sedniri dan melihat emosi setiap karywan dengan tanda – tanda dan pola pengungkapan yang berbeda. Setelah kita tahu bagaimana pola itu terbentuk di dalam pikiran, kita dapat memanfaatkannya untuk memotivasi karyawan lebih dalam lagi. Anda bisa memotivasi mereka dengan imbalan nilai atau hadiah pada akhir atau keberhasilan penjualan mereka. Dalam ilmu psikologi, seorang yang dirangsang dengan stimulus yang menyenangkan akan cenderung menginginkannya lagi, sekalipun harus ada syarat yang mereka penuhi sebelum mendapatkan itu.

5. Emosi Anda bisa menjadi solusi efektif bagi mereka

Setiap karyawan pasti memiliki urusan atau agenda mereka sendiri di luar agenda tim ataupun perusahaan. Anda harus menciptakan suatu lingkungan dimana Anda dan perusahaan ikut mendukung hal baik yang mereka lakukan. Jangan pernah memaksa karyawan dan membuat mereka merasa dibatasi oleh aturan yang melanggar hak mereka. Anda bisa menciptakan sebuah rasa partisipasi, tetapi dengan tidak melanggan aturan yang sudah diciptakan. Setiap orang atau tim yang Anda kelola akan membutuhkan sesuatu yang berbeda dari Anda. Motivasi setiap individu dengan cara tertentu dalam upaya untuk membuat seluruh anggota tim menjadi lebih baik. Ajarkan kepada mereka untuk tetap fokus pada tujuan, tidak memusingkan hal – hal kecil dan menghargai kontribusi setiap orang.

6. Jika ingin membangun sebuah tim, gunakan emosi Anda untuk meningkatkan semangat

Setiap orang pasti memiliki tingkat emosi yang berbeda. Anda bisa mulai mempelajari bagaimana emosi Anda dapat muncul dan bagaimana Anda mengendalikannya ketika itu semua sudah dirasa berlebihan. Ketika Anda mampu mengontrol emosi diri Anda sendiri, dengan mudah Anda bisa menggunakan emosi itu untuk menumbuhkan semangat kepada tim Anda. Semangat yang bagaimana? Yang jelas menjurus ke arah yang positif. Menggunakan emosi yang keluar untuk hal yang positif. Ajak mereka untuk lebih banyak memahami diri sendiri dan juga kelompok. Mereka juga harus tahu betapa pentingnya kekompakan itu ada di dalam sebuah tim. Dan unsur yang terpenting saat hendak membangun semangat adalah kecepatan dan kemampuan beradaptasi anggota tim yang berbeda.

Baca juga:

Kontrol Emosi Anda saat Bekerja di Kantor dengan Cara Ini

Kolaborasi dengan Rekan Kerja

7 Tips Memandu Tim Menuju Sebuah Perubahan

Loading...

  • 1
    Share

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *