Leadership

Sudahkah Bisnis Anda Membuat KPI untuk Manajemen Kerja yang Lebih Baik?

 

Loading...

KPI atau Key Performance Indicator adalah satu dari sekian banyak alat ukur yang seringkali dipilih oleh enterpreneur untuk menilai kerja karyawan mereka. Namun bukan hanya karyawan, KPI seringkali juga dipakai untuk mengukur hasil kerja enterpreneur sendiri. Khususnya bagi mereka yang menginginkan kinerja mereka dapat dievaluasi hingga ke batas maksimal.

KPI setiap unit divisi / departemen di dalam sebuah perusahaan itu berbeda. Namun meski demikian, mereka bergerak dalam 1 visi. Misalnya KPI perusahaan adalah “Peningkatan Kepuasan Pelanggan”, KPI tersebut kemudian diterjemahkan di masing-masing departemen dalam bentuk yang berbeda. Contohnya KPI di Departemen Manufaktur jadi: “Jumlah Unit yang Ditolak oleh Departemen Quality Control”, sedangkan KPI di Departemen Support jadi: “Durasi Lama Jawaban terhadap Komplain Customer”. Kesuksesan pemenuhan KPI pada Departemen Manufaktur dan Departemen Support akan membantu perusahaan memenuhi KPI secara keseluruhan.

Contoh KPI yang Salah:

  • Judul KPI: Meningkatkan Sales.
  • Deskripsi: Peningkatan volume penjualan dari bulan ke bulan.
  • KPI: Total Penjualan per Wilayah.
  • Target: Peningkatan setiap bulan.

Apa yang hilang? Yang pertama, “Peningkatan Sales” tidak di breakdown lebih detail, apakah yang dimaksud adalah angka pemasukan, ataukah dihitung dalam unit? Jika dengan angka rupiah, apakah dia diukur berdasarkan harga daftar atau harga jual? Apakah retur diikutsertakan dalam hitungan? Jika demikian apakah dia diikutkan dalam KPI untuk bulan penjualan atau mereka dihitung pada bulan ketika retur terjadi? Berapa banyak (by % atau rupiah atau unit), kita ingin peningkatan volume penjualan terjadi?

KPI yang benar tidak boleh mengundang pertanyaan berantai seperti ini. (Catatan: Beberapa pertanyaan di atas mungkin dapat dijawab oleh standar operating procedure / SOP perusahaan anda, namun bukan dengan KPI).

Contoh KPI yang Benar:

  • Departemen: Human Resource.
  • Judul KPI: Perputaran Karyawan.
  • Deskripsi: Presentase SDM baru yang dapat dipenuhi oleh Human Resource Departement untuk menggantikan tenaga kerja yang berhenti.
  • KPI: Total jumlah karyawan yang mengundurkan diri karena alasan apapun, ditambah jumlah karyawan yang diberhentikan karena alasan kinerja. Totalnya dibagi dengan jumlah karyawan yang masuk di awal tahun. Karyawan hilang karena Reduction in Force (RIF) tidak dimasukkan dalam hitungan.
  • Target: Mengurangi perputaran karyawan sebanyak 5% pertahun.

Apa yang Dapat Dilakukan Sebuah KPI?

KPI akan berfungsi sebagai alat manajemen kinerja. KPI memberikan setiap stakeholder dalam bisnis anda gambaran yang jelas tentang apa tujuan mereka dan apa yang harus mereka lakukan untuk mewujudkannya. Anda dapat memastikan semua orang di bisnis Anda agar fokus dalam memenuhi KPI mereka. KPI juga bertindak sebagai ‘suplemen’. Tempel KPI dimana-mana; di kantin, di dinding setiap ruang konferensi, hingga di situs web perusahaan anda. Karyawan anda akan mendapat pengingat yang halus, sekaligus motivasi untuk mencapai target mereka.

Nah, untuk menerapkan metode KPI, pertama, Anda harus menanamkan mindset dulu bahwa setiap proyek yang anda kerjakan harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *