Leadership

Ternyata, Kopi Bisa Menghambat Kreativitas Anda

 

   

Honoré de Balzac setiap harinya mengkonsumsi biji kopi yang setara dengan 50 cangkir kopi untuk membantunya menemukan ide-ide novelnya. Tetapi bukannya diminum, ia menumbuk halus biji kopi dan memakan bubuk kopi kering itu ketika perutnya masih kosong. Dia mengatakan bahwa pendekatan yang menurutnya “mengerikan dan agak brutal” ini hanya boleh dicoba para pria yang mempunyai “tenaga berlebih”. Hasilnya didokumentasikan pada sebuah esai berjudul “Traité des Excitants Modernes” (“Traits on Modern Stimulants”) yang diterbitkan tahun 1839.

Beberapa dekade kemudian, novel dan drama Balzac masih bertahan. Namun ilmu pengetahuan modern mulai menantang esainya yang menganggap kafein dapat membuat seseorang menjadi kreatif.

Temuan modern menyatakan bahwa meski kafein memiliki banyak manfaat, namun daripada merangsang kreatifitas, kafein rupanya lebih banyak menghambatnya.

Kafein ketika dikonsumsi dapat dengan cepat melintasi penghalang antara otak dan darah. Penghalang ini didesain untuk melindungi sistem saraf pusat dari bahan kimia yang berbahaya dan senyawa natural lain, yaitu zat yang disebut Adenosin. Normalnya, asam Adenosin berfungsi untuk menghambat pelepasan berbagai bahan kimia ke otak, menurunkan kadar energi, dan menyebabkan rasa kantuk. Ketika aktivitas ini diblokir, kita cenderung tidak akan mengantuk, jatuh tertidur, dan kehilangan konsentrasi. Berdasarkan tinjauan yang berasal dari beberapa ratus studi, kafein memiliki beberapa manfaat yaitu meningkatkan level energi, mengurangi rasa lelah, meningkatkan kinerja fisik, kognitif, motorik, dan alat bantu memori jangka pendek, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan konsentrasi. Namun tidak ada satu pun di antaranya yang menyebutkan bahwa kafein meningkatkan kreativitas.

Sains secara perlahan mulai mengungkap kompleksitas lengkap yang terjadi di balik misteri dari mana asalnya kreativitas. Sebuah studi ilmiah menunjukkan bahwa ketika peserta melakukan tugas yang berbeda dan ringan, pikiran mereka cenderung berkeliaran memikirkan hal lain. Semakin jauh pikiran mereka berkeliran, maka semakin dekat mereka dengan kreativitas. Sementara manfaat kafein adalah menjaga fokus kita dan mencegah pikiran kita untuk tidak berkeliaran kemana-mana.

Dalam sebuah studi, mengkonsumsi 200 miligram kafein (Kopi yang diseduh pada sebuah cangkir berdaya tampung 8 ons mengandung 95-200 miligram kafein) dapat meningkatkan durasi untuk terjaga lebih lama pada malam hari. Namun dia juga berdampak buruk pada kualitas tidur Anda. Dia akan menurunkan durasi tidur tahap dua Anda (titik dimana tubuh mempersiapkan diri untuk tertidur nyenyak). Kafein meningkatkan jumlah berapa kali Anda terbangun pada malam hari dan bagaimana Anda akan merasa lelah di pagi harinya.

Manfaat kafein terhadap fokus secara psikologis pun telah lama diperdebatkan. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa atribut seperti peningkatan kewaspadaan dan fokus dapat direplikasi oleh efek plasebo. Dalam sebuah studi tahun 2011 di University of East London, sekelompok psikolog meneliti efek kafein pada kemampuan pemecahan masalah dan tanggapan emosional. Delapan puluh delapan peminum kopi diberi secangkir kopi berkafein dan tanpa kafein secara acak. Setengah dari mereka diberi tahu bahwa mereka mendapat kopi biasa dan setengahnya lagi mendapat kopi tanpa kafein. Subyek percaya bahwa mereka yang telah meminum kopi berkafein memiliki akurasi yang lebih tajam daripada yang tidak meskipun sebenarnya mereka sendiri tidak meminum kafein. Sehingga ketika ujian pengurutan kartu, mereka bisa melakukannya lebih cepat daripada mereka yang ‘menganggap’ mereka minum kopi tanpa kafein.

Balzac boleh jadi hidup dalam tempo yang sangat jauh dari masa kita saat ini. Pada saat itu, belum ada penelitian pakem tentang kafein. Maka boleh saja dia mempercayai bahwa kafein memiliki efek terhadap kreativitasnya. Karena mungkin kepercayaan adalah kunci yang mengantarkannya pada produktifitas. Kafein hanya media perantaranya saja.

Jadi bagaimana Anda bisa lebih kreatif tanpa kafein?

Istirahat. Dengan mengistirahatkan otak yang sedang berada pada konsentrasi tinggi, anda dapat memunculkan proses asosiasi alam bawah sadar Anda. Pada saat seperti itu, kita bisa lebih peka melihat corak-corak langka yang kita lewatkan pada hari-hari biasa. Membiarkan pikiran kita melayang dapat meningkatkan komunikasi antara jaringan otak yang sedang dalam mode “default” dengan bagian otak yang lebih aktif di daerah “eksekutif” (area penalaran dan pengambilan keputusan), Keduanya akan tersinkronasikan ketika kita sedang dalam kondisi rileks. [newyorker.com]

Bagaimana menurut Anda?

                              
Loading...

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *