Technology

Tips Mengamankan Password untuk Kegiatan Berinternet Anda

 

Security adalah sesuatu yang harus kita perhatikan ketika berinternet. Begitu pula dalam mengelola suatu website. Baik script, plugin, maupun theme harus selalu bebas dari hole yang bisa dimasuki oleh hacker. Satu hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah penggunaan password. Baik untuk login ke domain manager, cPanel ataupun ke halaman administrator website Anda. Karena password yang lemah dan digunakan secara sembarangan akan membuat security website anda jadi rentan. Berikut adalah sejumlah aturan ketika memilih password:

1. Pastikan password Anda aman dan kuat. Anda dapat menggunakan gabungan dari huruf kapital, huruf kecil, angka serta karakter khusus. Gunakan banyak karakter minimal 12 karakter.

2. Ketika memilih password, hindari menggunakan kata-kata familiar seperti nama, nomor telpon, tanggal ulang tahun, dan berbagai hal lain yang mungkin anda tulis di halaman Facebook Anda.

3. Lebih baik gunakan password yang terdiri dari gabungan beberapa kata agar lebih aman. Penggunaan 1 kata yang ada di kamus pun cukup riskan.

4. Hindari penggunaan username dan password yang general seperti admin, 12345, pass atau yang lainnya.

5. Password yang anda gunakan untuk Facebook, Gmail, Twitter, dlsb jangan digunakan untuk login ibanking Anda. Level kepentingannya berbeda. Gunakan password paling secure untuk hal-hal yang berkaitan dengan data yang sensitif seperti transaksi dan database keuangan anda. Sedangkan password generic boleh anda gunakan untuk keperluan yang sifatnya hiburan.

[Baca: Apa yang Harus Anda Tahu tentang Memilih Password Anda]

Kemudian, berikut adalah aturan untuk melindungi password Anda:

1. Jangan memberikan password Anda kepada siapapun. Tidak ada orang yang boleh anda percaya selain anda sendiri.

2. Jangan menyimpan password Anda di browser. Biasanya, browser anda akan meminta untuk remember password ketika anda login. Memang jadinya akan praktis. Namun jangan dilakukan untuk login yang sensitif. Password anda akan disimpan di cache browser dan mudah sekali diintip oleh software hacker.

3. Jangan login di sembarang jaringan. Wifi menyimpan cache yang dapat dicegat pula oleh hacker yang iseng menunggu (biasanya di warnet atau public wifi).

4. Hafalkan password yang sudah Anda buat dan jangan pernah ditulis di Notepad. Kami tahu kalau anda mudah lupa. Maka gunakan aplikasi penyimpanan password. Kami rekomendasikan KeePass.

[Baca: 7 Aplikasi untuk Menyimpan Password Anda]

5. Pastikan komputer Anda bebas dari virus. Keylogger dapat membaca ketikan keyboard. Jadi ketika memasukkan password, jangan diketik. Aplikasi penyimpanan password biasanya sudah dilengkapi dengan fitur copy paste password.

6. Yang terpenting adalah ubah password Anda secara berkala. Password standar dengan kombinasi huruf besar, kecil, angka, terdiri dari 5 karakter bisa dijebol dalam waktu 1 tahun oleh beberapa software password cracker. Jika dalam kurun waktu 1 tahun ini anda mengganti password anda, maka mereka butuh 1 tahun lagi untuk menjebol password anda. Begitu seterusnya. Seiring perkembangan teknologi, maka jangka waktu peretasan password bisa lebih singkat lagi. Maka ubah dan ubah password anda secara berkala.

Jadi, sudah amankah password Anda?


1 komentar

  • 8 November 2013 - pukul 10:55

    thanks tipsnya..sangat bermanfaat skli bagi pemula khususnya agar lebih waspada .

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *