Leadership

Tips Menjaga Kesehatan Pebisnis Milenial dari Segi Psikologis

 

Tips Menjaga Kesehatan Pebisnis – Memasuki usia di atas 25 tahun seringkali memicu kecemasan bagi sebagian orang. Rasa cemas ini biasanya disebut sebagai quarter life crisis. Jika Anda sedang mengalaminya, tenang, ada baiknya Anda perlu mengetahui tips menjaga kesehatan pebisnis berikut demi meraih kunci hidup bahagia yang seutuhnya.

Awali tips menjaga kesehatan pebisnis dengan tidak bersikap keras pada diri sendiri

Coba deh, Anda ingat-ingat lagi, apakah Anda sudah cukup baik dengan diri sendiri? Jangan-jangan, hanya karena ingin dianggap sempurna, Anda jadi terlalu keras pada diri sendiri. Anda jadi lebih mudah kecewa dan meragukan kemampuan.

Sifat tidak mudah puas pada manusia memang baik untuk memacu semangat. Namun, ada kalanya Anda perlu mengapresiasi kerja keras sendiri. Meski masih terdapat kekurangan, yakini bahwa Anda pantas dihargai. Santailah sejenak dan buat diri Anda nyaman tanpa terganggu urusan pekerjaan untuk sementara waktu. Jangan lupa bersenang-senang!

Berhenti membandingkan, yuk!

Yuk, kurangi kebiasaan membanding-bandingkan kesuksesan orang lain dengan diri sendiri. Karena salah satu kunci hidup bahagia adalah fokus pada kebahagiaan diri sendiri.

Sebagian orang mungkin merasa iri saat teman-teman sebayanya telah mapan, menikah, atau sukses membangun bisnis secara mandiri. Sementara dirinya sendiri masih berusaha meraih mimpinya. Jangan khawatir. ingatlah bahwa setiap orang memiliki prosesnya masing-masing dalam meningkatkan taraf hidup. Anggap saja di saat teman-teman Anda sukses di tempat kerjanya, Anda sedang sibuk menuju keberhasilan atas potensi lain yang belum tentu dimiliki orang lain.

Tips menjaga kesehatan pebisnis lainnya adalah dengan memprioritaskan hal positif

Jika Anda ingin meraih kunci hidup bahagia di tengah quarter life crisis, kurangi kebiasaan salah fokus. Hindari kebiasaan memikirkan hal-hal yang justru membuat Anda tertekan dan tidak produktif.

Ketika Anda sudah menginjak usia di atas 30 tahun, mulailah prioritaskan hal-hal positif yang membuat bahagia. Tentukan tujuan utama dalam mencapai mimpi-mimpi. Bila perlu, diskusikan dengan orang-orang terdekat agar Anda lebih semangat.

Biasakan selalu tersenyum

Penelitian yang dilakukan University of Kansas menunjukkan bahwa tersenyum dapat membantu mengurangi kadar hormon kortisol yang memicu stres. Bahkan, meski perasaan Anda sedang tidak baik, tersenyum akan mempengaruhi kondisi emosional tanpa disadari. Tersenyum saat Anda sedang suntuk dan jengah karena pekerjaan juga menunjukkan kedewasaan dan sikap profesional, lho.

Berani membangun batasan

Kalau Anda bersungguh-sungguh ingin mencapai kunci hidup bahagia, tak ada salahnya untuk mengatakan”tidak” pada hal-hal yang tidak sesuai isi hati. Jangan hanya karena merasa sungkan, Anda jadi serba menuruti orang lain.

Anda berhak menentukan batasan dalam berhubungan dengan orang lain. Jangan takut untuk memprioritaskan diri sendiri. Karena Anda berhak untuk merasa bahagia dengan cara sendiri.

Semua hal di atas tentu butuh proses dan tidak mudah bagi sebagian orang. Tak perlu panik saat menginjak usia Anda saat ini. Ingatlah bahwa setiap orang punya kesempatan masing-masing dalam mencapai impian.
(dok. Pexels)

Baca juga:


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *