Technology

Tutorial Networking: Mengenal CISCO OER (Optimized Edge Routing)

 

Loading...

Kadang, kita sebagai admin jaringan dihadapkan pada situasi dimana terdapat packet loss pada salah satu perangkat yang lokasinya ada di tengah2x hop. Padahal jalur tersebut sebelumnya merupakan best path. Kita baru tahu setelah user kita mengajukan komplain mengenai terputusnya session koneksi mereka

Optimized Edge Routing (OER), dirancang untuk mengontrol dan mengidentifikasi isu terhadap performa pada IP routing standar.

Contohnya begini, pada standar IP routing, masing-masing perangkat saling mengkomunikasikan apa yang disebut cost/metric, terhadap IP tujuan. Jalur terbaik dipilih berdasarkan cost yang paling rendah dan dimasukkan ke dalam routing information base (RIB) perangkat tersebut. Nah, cost dari metric ini kadang sengaja di-set secara static oleh user, berdasarkan point of view user tersebut. Mungkin hanya berdasar bandwidthnya lebih lebar (misalnya karena menggunakan gigabit ethernet dibanding fast ethernet, dll).

Tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa dipantau terus-terusan. Seperti performansi dari link tersebut. Contohnya, jika ada paket loss yang ada di tengah2x jalur, kadang akan terlewat dari pengawasan admin jaringan. Admin biasanya baru tahu kalau ada masalah setelah terputusnya sesi koneksi yang dilaporkan oleh user.

Itulah kenapa kita membutuhkan OER untuk mengatur klasifikasi trafik. OER akan mengukur performansi masing-masing kelas, dan membandingkannya dengan default metric atau OER policy yang sudah dikonfigurasi. Jika kelas tersebut tidak sesuai dengan standar policy tersebut, maka OER memilih jalur yang lain.

OER dapat merespon terhadap :
– Response time
– Packet loss
– Path availability
– Traffic load distribution

OER menggunakan satu router yang berfungsi sebagai Master Controller (MC). Dan MC tersebut berkomunikasi secara client server messaging mode dengan Border Router (BR) yang terhubung ke jaringan lain. Berikut contoh beberapa konfigurasi MC dengan BR:

Seperti yang ditampilkan pada gambar, MC dan BR dapat digabung ke dalam satu router. Untuk topologi yang lebih komplek, hal ini bisa juga dilakukan. Karena syaratnya, minimal harus ada dua koneksi yang berbeda ke arah destination. Jika satu saja, rasanya tidak perlu lah menggunakan OER :-)

 

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *