Interviews

Wawancara Singkat Bareng Enterpreneur Sukses Bapak Pingatno Wibowo, Owner Sepatutrendi.com

 

   

Sepatutrendi.com merupakan salah satu toko online yang menjual berbagai jenis, model, ukuran sepatu dari anak – anak hingga remaja. Sempat merugi saat mencoba mengimport produk dari Cina, tidak menyurutkan niat Bapak Pingatno Wibowo selaku owner untuk terus mengembangkan dan memajukan bisnisnya ini. Kini pria lulusan Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Jurusan Teknologi Informasi ini sudah lebih konsentrasi mengembangkan bisnisnya ke rana online. Dan berikut ini adalah ulasan cerita yang beliau bagikan kepada para pembaca Mebiso:

Bagaimana cerita awal Anda saat masuk ke dunia enterpreneur?

Tahun 2007 saat kuliah semester 4, membuka toko sepatu anak pertama saya di salah satu trade mall di Jakarta. Bisnis awal ini mendapat dukungan dana dari orang tua sendiri dan bantuan serta bimbingan dari keluarga pacar yang sekarang telah menjadi istri saya.

Karena dimulai saat saya kuliah, maka saya sedikit mengorbankan  waktu untuk kuliah. Tidak jarang harus memilih mengurusi bisnis yang sedang dirintis yang sedang ada kendala, misalnya pegawai yang tidak masuk, pintu rolling door macet, pembukuan dan stok yang kacau dan lainnya. Saya juga bisa memilih dengan membiarkan saja dan mengikuti program kuliah yang sudah dipastikan jadwalnya seperti praktikum, kerja praktek dan skripsi.

Dengan keterbatasan waktu dan tenaga, saya masih berusaha menekuni keduanya dan akhirnya dapat lulus kuliah tepat waktu dengan mendapatkan Indeks Prestasi Akademik 3 dan bisnis yang masih berjalan hingga saat ini. Juga pada masa kuliah seharusnya mahasiswa sepantaran saya memiliki kegiatan yang sangat menarik, mereka bisa berkuliah sambil berorganisasi atau mengikuti klub klub yang ada di universitas kami untuk mengembangkan bakat dan minat, hingga mengikuti studi banding ke tempat – tempat yang menarik, sedangkan saya hanya disibukkan oleh bisnis yang ada dan tanggung jawab yang diberikan orang tua untuk tetap menyelesaikan kuliah.

Pada waktu lulus juga dihadapi dua pilihan, yang pertama jelas membesarkan bisnis yang sudah berjalan atau mencoba memasuki dunia karir. Karena ada tawaran kerja dari perusahaan yang memang merupakan perusahaan yang bagus untuk meniti karir di dunia teknologi informasi. Dengan menimbang berbagai masukan dan saran maka saya memutuskan untuk terjun sepenuhnya pada bisnis yang sudah saya tekuni dari semenjak kuliah.

Bisa diceritakan tentang bisnis Anda saat ini dan jenis produk apa yang Anda tawarkan?

Sepatu Trendi khusus menjual produk sepatu dan sandal ukuran anak mulai dari usia 8 bulan hingga remaja. Produk yang kami jual sebagian besar adalah produk dalam negeri baik dari pabrikan sepatu dan juga dari bengkel – bengkel atau pengrajin lokal yang produknya memenuhi standar kualitas yang ditentukan oleh kami. Sebagian lagi adalah produk impor mayoritas dari Cina untuk memenuhi berbagai model dan spesifikasi yang tidak bisa dibuat di dalam negeri. Dengan demikian, kami memiliki lini produk unik yang tidak monoton dan selalu mengikuti tren terbaru.

Lalu bagaimana latar belakang berdirinya bisnis yang Anda miliki ini?

Pada saat kuliah banyak teman saya yang menawari bisnis MLM dan agen asuransi. Saya pernah mengikuti MLM tertentu walau akhirnya berhenti, namun dari situlah saya merasakan dorongan untuk mendapatkan penghasilan semenjak dini, karena toh setelah lulus kuliah kita akan masuk dunia kerja untuk mendapatkan uang agar bisa mandiri memenuhi kebutuhan hidup. Saya mulai mencari potensi bisnis yang sesungguhnya yang bisa saya miliki dan jalankan sendiri, dari situ saya melihat bisnis dagang sepatu milik orang tua pacar saya yang sekarang telah menjadi mertua saya dan tetap memberikan masukan dan bantuan yang berharga.

Pada mulanya saya iseng bertanya bagaimana jika saya buka toko yang sama apakah tidak apa – apa? Ternyata pertanyaan ini dianggap serius oleh mereka dan saya langsung diajarkan lini distribusi produk hingga tempat – tempat produksi sepatu lokal yang ada di sekitar Jakarta beserta importir barang – barang Cina. Ketika bercerita dengan orang tua saya, ternyata mereka pun merespon positif dan membantu pendanaan, mungkin karena di keluarga kami ini dari generasi lintas generasi semuanya pedagang jadi lebih senang bila anak – anaknya juga menjadi pedagang.

Untuk proses pemasarana, bagaimana Anda memasarkan bisnis Anda ini?

Pemasaran produk kami saat ini masih bergantung banyak pada toko – toko fisik. Pemasaran secara online masih belum bisa mengalahkan omzet dari penjualan gabungan toko – toko kami. Namun dengan melihat potensi pertumbuhan pasar di dunia maya maka kami telah serius menggeluti pemasaran melalui media internet juga.

Jika boleh dibilang, sentuhan apa yang membuat bisnis Anda berbeda dengan bisnis lain yang memiliki konsep serupa?

Intinya adalah memiliki produk yang unik dan berkualitas, tidak pasaran namun bisa diterima konsumen dengan harga yang menarik.

Pengalaman apa yang menurut Anda paling berkesan selama menjalani bisnis ini?

Saya pernaha mendapatkan pengalaman tidak mengenakkan yang menjadi pelajaran serta pengalaman berharga, saat saya memesan barang tanpa tatap muka langsung dengan supplier di Cina ternyata barang yang dikirim dengan yang dipesan berbeda model, warna dan jumlahnya. Jadi jika dihitung – hitung memang tidak rugi banyak namun karena kombinasi model dan warnanya norak, barang – barang tersebut sulit sekali dijual dan sebagian menjadi sampah digudang saya. Oleh karena itu jika pesan barang dari Cina saya pasti datang langsung ke lokasi, saya bayar hanya jika barang sudah dikirim ke gudang ekspedisi dan di cocokkan pesanan dengan barang yang masuk. Ternyata tidak bisa cari uang dengan cara gampang.

Lalu bagaimana Bapak menilai ruang lingkup market yang sekarang? Tantangan dan kendala yang pernah anda hadapi dan bagaimana Anda mengatasinya?

Kondisi market saat ini terutama toko – toko fisik kami sudah terlalu jenuh dengan banyaknya pusat perbelanjaan di Jakarta. Jika ingin mempertahankan eksistensi dengan cara membuka cabang dimana – mana, tentu memerlukan cost yang besar dari segi biaya dan tenaga. Belum lagi banyak pemain baru yang bermain nekat (menjual barang terlalu murah atau banting – bantingan harga padahal belum berpengalaman dengan hitung – hitungan bisnisnya).

Dengan asumsi beban tetap usaha yang semakin meningkat (maintenance cost, gaji, sewa, service charge kios dll.) Saya mempunyai rencana yang masih dalam pertimbangan bersama yaitu untuk memusatkan toko tempat penjualan langsung ke konsumen dan meningkatkan penjualan dari media online.

Saya juga ingin terus mempertahankan dan menyempurnakan sistem bisnis yang sudah ada serta semakin mengembangkan potensi sistem onlinenya.

Menurut Anda, siapa tokoh yang menjadi motivasi Anda dan apa Quote yang paling berkesan bagi perjalanan Anda sebagai enterpreneur?

Menurut saya adalah Eka Tjipta Widjaja. Beliau juga memberikan Quote yang sangat memotivasi saya, yaitu “Pikiran akan menjadi perkataan, perkataan akan menjadi perbuatan, perbuatan akan menjadi kebiasaan, kebiasaan akan menjadi karakter, karakter akan menjadi penentu masa depanmu”

Untuk yang terkahir Pak, saran terbaik apa yang dapat Anda berikan seputar dunia enterpreneur?

Saya masih muda di dunia enterpreneur dan belum banyak pengalaman, namun saya mau memberitahukan inti dari pengalaman saya selama berwirausaha, bahwa tidak ada cari uang dengan cara yang gampang, tidak ada keuntungan tanpa resiko, bijaklah melihat kondisi pasar, dan jangan menyia – nyiakan kesempatan.

Wah terimakasih Pak untuk kesempatannya berbagi kisah dan pengalaman bersama kami. Semoga kisah Bapak ini bisa menginspirasi banyak orang dan Sepatutrendi juga semakin sukses. ;-)

Mau bisnis Anda diliput juga oleh mediabisnisonline.com? Silahkan daftarkan bisnis Anda untuk liputan bisnis mediabisnisonline.com. Liputan ini GRATIS tanpa biaya apapun.

Dalam Artikel Ver 2

Ayo daftarkan bisnis Anda sekarang juga, siapa tahu Anda beruntung untuk mendapatkan pelangga baru, reseller, dropship atau bentuk partnership lainnya! Liputan ini terbatas!

                              
Loading...

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *