5 Macam Aset Bisnis dan Strategi Pengelolaannya

Highlights
  • Aset bisnis mencakup aset berwujud dan tidak berwujud yang menentukan nilai dan keberlanjutan usaha.
  • Jenis aset bisnis meliputi aset lancar, aset tidak lancar, aset operasional, dan aset non operasional.
  • Pengelolaan aset bisnis yang tepat membantu menjaga stabilitas keuangan dan kesiapan ekspansi.
  • Perlindungan aset tidak berwujud, seperti merek, penting untuk menghindari risiko hukum dan sengketa.
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Memahami Fungsi Aset Bisnis bagi Perusahaan

Aset bisnis adalah hal penting untuk menjaga kelangsungan usaha sekaligus meningkatkan nilai perusahaan. 

Fungsi aset bisnis yang utama adalah mendukung operasional harian, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan pendapatan (keuntungan) jangka panjang bagi perusahaan. Aset yang terkelola dengan baik bisa membuat perusahaan lebih siap menghadapi risiko bisnis, baik dari sisi operasional maupun hukum. 

Selain itu, aset juga berfungsi sebagai penentu value perusahaan. Investor atau calon mitra tidak hanya melihat besaran omset saja, tetapi juga menelusuri kualitas dan keamanan aset dari sebuah perusahaan. 

Jenis-Jenis Aset Bisnis Perusahaan

Jika sebuah perusahaan yang sudah berjalan dan aktif melakukan transaksi bisnis, Anda perlu memahami berbagai jenis aset bisnis. Tujuannya supaya pengelolaan masing-masing aset ini bisa dilakukan dengan strategis dan terarah.

Masing-masing aset bisnis memiliki peran yang berbeda. Berikut ini beberapa jenis aset bisnis yang ada: 

1. Aset Lancar

Aset lancar merupakan aset yang mudah untuk dicairkan dan tujuannya untuk penggunaan jangka pendek atau kurang dari satu tahun.

Contoh aset lancar adalah kas, persediaan barang, saldo rekening perusahaan, hingga piutang usaha. Fungsi aset ini untuk menjaga transaksi harian tetap lancar, seperti pembayaran operasional, pembelian bahan baku, hingga pengelolaan arus kas. 

Jika sebuah bisnis tidak memiliki aset lancar yang sehat, bisnis tersebut akan berisiko mengalami gangguan likuiditas meskipun penjualan terlihat stabil.

2. Aset Tidak Lancar

Kebalikan dari aset lancar, aset tidak lancar tidak untuk diberikan dengan segera dan penggunaannya jangka panjang. Contoh dari aset tidak lancar adalah aset tetap dan aset tidak berwujud. Keberadaan aset tidak lancar menunjukkan bahwa sebuah bisnis memiliki fondasi kuat dan siap berkembang dalam jangka waktu yang lama.

3. Aset Tetap Berwujud

Aset tetap termasuk dalam aset tidak lancar dan langsung digunakan untuk operasional perusahaan. Contoh aset bisnis jenis ini antara lain gedung, tanah, mesin produksi, kendaraan operasional, dan peralatan kerja.

Biasanya umur manfaat aset tetap lebih dari satu tahun dan bisa mengalami penyusutan. Akan tetapi, aset inilah penopang utama operasional bisnis sehari-hari. 

4. Aset Tetap Tidak Berwujud

Aset tidak berwujud juga bagian dari aset tidak lancar. Namun di lapangan, banyak yang mengabaikan aset ini padahal nilainya sangat besar. Contoh dari aset bisnis tidak berwujud adalah nama usaha, merek, logo, hak cipta, dan hak kekayaan intelektual perusahaan lainnya. 

Meski tidak memiliki wujud fisik, aset ini berperan sangat penting untuk identitas bisnis, menarik kepercayaan pasar, dan memberikan value lebih pada perusahaan. 

5. Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah aset untuk mengembangkan nilai suatu bisnis di masa depan. Contohnya bisa berupa obligasi, kepemilikan saham, atau memberikan modal pada usaha lainnya.

Aset ini adalah bagian dari strategi bisnis yang fokus pada keuntungan jangka pendek sekaligus mencari pertumbuhan jangka panjang. 

Jenis Aset Bisnis Berdasarkan Penggunaannya

Selain diklasifikasikan berdasarkan sifat dan jangka waktunya, ada juga aset bisnis yang dibedakan berdasarkan penggunaannya dalam kegiatan usaha. 

Pembagian ini bertujuan untuk membantu pemilik bisnis menentukan prioritas pengelolaan serta tingkat perlindungan dari masing-masing aset.

1. Aset Operasional

Aset operasional adalah aset yang secara langsung dipakai sehari-hari untuk menjalankan aktivitas bisnis. Tanpa adanya aset operasional, maka proses produksi, jual beli, hingga layanan tidak bisa berjalan secara optimal. 

Mesin produksi, peralatan kerja, kendaraan untuk distribusi, sistem operasional adalah contoh dari aset operasional. Karena perannya cukup krusial, maka perusahaan perlu mengelola aset operasional secara aktif, menjaga nilai aset, hingga memastikan aset bebas dari sengketa maupun risiko kerugian.

2. Aset Non Operasional

Aset non operasional adalah aset perusahaan yang tidak secara langsung digunakan pada operasional bisnis. Contoh aset bisnis non operasional adalah tanah yang belum dimanfaatkan, gedung cadangan, investasi pasif, hingga aset yang sedang disewa oleh pihak lain. 

Meski aset non operasional tidak berkontribusi langsung terhadap pendapatan harian, aset ini tetap berpengaruh pada nilai perusahaan. Saat terjadi transaksi bisnis, aset ini seringkali menjadi pertimbangan investor atau calon mitra karena mencerminkan kekuatan dan potensi bisnis.

Cara Mengelola Aset Bisnis

Mengelola aset bisnis secara tepat adalah langkah penting bagi perusahaan jika ingin bertumbuh dan siap menghadapi transaksi dengan nilai besar. 

Strategi pengelolaan aset bertujuan untuk menjaga operasional dan meningkatkan kredibilitas serta value di mata investor maupun mitra bisnis.

1. Inventarisasi Aset Bisnis Secara Menyeluruh

Pemilik usaha perlu mencatat semua aset baik yang berwujud maupun tidak berwujud supaya mendapatkan gambaran tentang kekuatan bisnis yang ada, lalu pastikan untuk memisahkan aset pribadi dan aset perusahaan. Pemisahan ini membantu pengelolaan keuangan menjadi lebih rapi serta memudahkan evaluasi bisnis.

2. Tentukan Aset Strategis dengan Jangka Nilai Panjang

Selanjutnya, tentukan aset strategis mana saja yang memiliki nilai jangka panjang, seperti properti, sistem operasional, hingga hak kekayaan seperti merek. Aset strategis ini perlu mendapatkan perhatian lebih karena memiliki pengaruh langsung terhadap kelangsungan usaha. 

Pengusaha juga perlu melakukan evaluasi rutin untuk memastikan aset tetap produktif dan tidak menimbulkan pemborosan.

3. Lindungi Aset dari Risiko Hukum dan Bisnis

Langkah yang tidak kalah penting yaitu melindungi aset dari risiko hukum. Aset tidak berwujud seperti merek dan nama usaha sering kali menjadi sumber konflik ketika tidak memiliki perlindungan hukum yang jelas. 

Pengelolaan aset yang terstruktur dan perlindungan aset yang benar, akan membuat bisnis siap berkembang,  melakukan ekspansi, dan menjalin kerja sama tanpa hambatan di masa depan.

FAQ

1. Apa saja yang termasuk aset bisnis tidak berwujud?

Aset tidak berwujud meliputi merek dagang, nama usaha, logo, hak cipta, dan hak kekayaan intelektual lainnya yang memiliki nilai ekonomi bagi perusahaan.

2. Mengapa merek disebut sebagai aset bisnis yang penting?

Merek berperan membangun identitas, kepercayaan konsumen, dan nilai jual bisnis. Merek yang terlindungi secara hukum juga mengurangi risiko sengketa di kemudian hari.

3. Bagaimana cara melindungi aset bisnis agar tetap aman?

Caranya dengan pengelolaan yang rapi, pemisahan aset pribadi dan usaha, serta perlindungan hukum, khususnya untuk aset tidak berwujud seperti merek.

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Lindungi Aset Hak Merek dengan Mebiso!

Di antara berbagai aset bisnis, merek menjadi aset tetap tidak berwujud yang sering terabaikan, padahal memiliki value yang cukup besar dalam aktivitas jual beli dan pengembangan usaha. 

Nama perusahaan atau merek melekat pada seluruh transaksi, mulai dari pemasaran, penjualan, hingga kerja sama bisnis. Ketika merek bisnis Anda tidak terlindungi, maka akan ada peluang risiko sengketa, klaim pihak lain, hingga kehilangan hak penggunaan nama usaha.

Untuk itu, pastikan merek bisnis yang Anda gunakan aman dan memiliki peluang besar untuk didaftarkan. Anda bisa melakukan Cek Merek Terdaftar di Mebiso, platform pengecekan mereka secara cepat dan akurat bagi pemilik bisnis. 

Setelah merek Anda dinyatakan aman, langkah berikutnya adalah mengamankan secara hukum agar benar-benar menjadi aset jangka panjang.

Percayakan proses perlindungan merek kepada layanan profesional melalui Jasa Pendaftaran Merek. Dengan ini, aset bisnis Anda akan aman secara  hukum dan akhirnya berpengaruh pada nilai jual yang lebih tinggi.

Prabawanto Wijaya Avatar

Prabawanto Wijaya

Business Strategy Expert M. M

Business Strategy Expert dengan pengalaman lebih dari 11 tahun di bidang bisnis dan pengembangan brand. Berpengalaman dalam menyusun konten analisis, berita bisnis, serta panduan strategis yang membantu pelaku usaha memahami dinamika pasar, pengambilan keputusan, dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Areas of Expertise: Business Consultant, Corporate Strategy Analyst, Growth Strategist, Corporate Strategy Analyst

Authors (2)

Prabawanto Wijaya

Primary Author
Business Strategy Expert M. M
Business Strategy Expert dengan pengalaman lebih dari 11 tahun di bidang bisnis dan pengembangan brand. Berpengalaman dalam menyusun konten analisis,…
Tim Editorial Mebiso
Tim Resmi Editorial
Artikel Terkait
4 Rekomendasi Aplikasi AI Penghasil Uang untuk Pelaku Bisnis

4 Rekomendasi Aplikasi AI Penghasil Uang untuk Pelaku Bisnis

4 Aplikasi Chatbot AI untuk Mengubah Chat Menjadi Transaksi

4 Aplikasi Chatbot AI untuk Mengubah Chat Menjadi Transaksi

9 Rekomendasi Bisnis Risiko Rendah yang Cocok Bagi Pemula

9 Rekomendasi Bisnis Risiko Rendah yang Cocok Bagi Pemula

Bisnis Ekspor Impor yang Siap Bersaing di Kancah Global

Bisnis Ekspor Impor yang Siap Bersaing di Kancah Global

Etika Bisnis: Faktor Penentu Konsumen Beli atau Berpaling

Etika Bisnis: Faktor Penentu Konsumen Beli atau Berpaling

Promosi Produk sebagai Penggerak Utama Transaksi Bisnismu

Promosi Produk sebagai Penggerak Utama Transaksi Bisnismu

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensi Keberhasilannya Dulu!