
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Aset bisnis adalah hal penting untuk menjaga kelangsungan usaha sekaligus meningkatkan nilai perusahaan.
Fungsi aset bisnis yang utama adalah mendukung operasional harian, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan pendapatan (keuntungan) jangka panjang bagi perusahaan. Aset yang terkelola dengan baik bisa membuat perusahaan lebih siap menghadapi risiko bisnis, baik dari sisi operasional maupun hukum.
Selain itu, aset juga berfungsi sebagai penentu value perusahaan. Investor atau calon mitra tidak hanya melihat besaran omset saja, tetapi juga menelusuri kualitas dan keamanan aset dari sebuah perusahaan.
Jika sebuah perusahaan yang sudah berjalan dan aktif melakukan transaksi bisnis, Anda perlu memahami berbagai jenis aset bisnis. Tujuannya supaya pengelolaan masing-masing aset ini bisa dilakukan dengan strategis dan terarah.
Masing-masing aset bisnis memiliki peran yang berbeda. Berikut ini beberapa jenis aset bisnis yang ada:
Aset lancar merupakan aset yang mudah untuk dicairkan dan tujuannya untuk penggunaan jangka pendek atau kurang dari satu tahun.
Contoh aset lancar adalah kas, persediaan barang, saldo rekening perusahaan, hingga piutang usaha. Fungsi aset ini untuk menjaga transaksi harian tetap lancar, seperti pembayaran operasional, pembelian bahan baku, hingga pengelolaan arus kas.
Jika sebuah bisnis tidak memiliki aset lancar yang sehat, bisnis tersebut akan berisiko mengalami gangguan likuiditas meskipun penjualan terlihat stabil.
Kebalikan dari aset lancar, aset tidak lancar tidak untuk diberikan dengan segera dan penggunaannya jangka panjang. Contoh dari aset tidak lancar adalah aset tetap dan aset tidak berwujud. Keberadaan aset tidak lancar menunjukkan bahwa sebuah bisnis memiliki fondasi kuat dan siap berkembang dalam jangka waktu yang lama.
Aset tetap termasuk dalam aset tidak lancar dan langsung digunakan untuk operasional perusahaan. Contoh aset bisnis jenis ini antara lain gedung, tanah, mesin produksi, kendaraan operasional, dan peralatan kerja.
Biasanya umur manfaat aset tetap lebih dari satu tahun dan bisa mengalami penyusutan. Akan tetapi, aset inilah penopang utama operasional bisnis sehari-hari.
Aset tidak berwujud juga bagian dari aset tidak lancar. Namun di lapangan, banyak yang mengabaikan aset ini padahal nilainya sangat besar. Contoh dari aset bisnis tidak berwujud adalah nama usaha, merek, logo, hak cipta, dan hak kekayaan intelektual perusahaan lainnya.
Meski tidak memiliki wujud fisik, aset ini berperan sangat penting untuk identitas bisnis, menarik kepercayaan pasar, dan memberikan value lebih pada perusahaan.
Investasi jangka panjang adalah aset untuk mengembangkan nilai suatu bisnis di masa depan. Contohnya bisa berupa obligasi, kepemilikan saham, atau memberikan modal pada usaha lainnya.
Aset ini adalah bagian dari strategi bisnis yang fokus pada keuntungan jangka pendek sekaligus mencari pertumbuhan jangka panjang.
Selain diklasifikasikan berdasarkan sifat dan jangka waktunya, ada juga aset bisnis yang dibedakan berdasarkan penggunaannya dalam kegiatan usaha.
Pembagian ini bertujuan untuk membantu pemilik bisnis menentukan prioritas pengelolaan serta tingkat perlindungan dari masing-masing aset.
Aset operasional adalah aset yang secara langsung dipakai sehari-hari untuk menjalankan aktivitas bisnis. Tanpa adanya aset operasional, maka proses produksi, jual beli, hingga layanan tidak bisa berjalan secara optimal.
Mesin produksi, peralatan kerja, kendaraan untuk distribusi, sistem operasional adalah contoh dari aset operasional. Karena perannya cukup krusial, maka perusahaan perlu mengelola aset operasional secara aktif, menjaga nilai aset, hingga memastikan aset bebas dari sengketa maupun risiko kerugian.
Aset non operasional adalah aset perusahaan yang tidak secara langsung digunakan pada operasional bisnis. Contoh aset bisnis non operasional adalah tanah yang belum dimanfaatkan, gedung cadangan, investasi pasif, hingga aset yang sedang disewa oleh pihak lain.
Meski aset non operasional tidak berkontribusi langsung terhadap pendapatan harian, aset ini tetap berpengaruh pada nilai perusahaan. Saat terjadi transaksi bisnis, aset ini seringkali menjadi pertimbangan investor atau calon mitra karena mencerminkan kekuatan dan potensi bisnis.
Mengelola aset bisnis secara tepat adalah langkah penting bagi perusahaan jika ingin bertumbuh dan siap menghadapi transaksi dengan nilai besar.
Strategi pengelolaan aset bertujuan untuk menjaga operasional dan meningkatkan kredibilitas serta value di mata investor maupun mitra bisnis.
Pemilik usaha perlu mencatat semua aset baik yang berwujud maupun tidak berwujud supaya mendapatkan gambaran tentang kekuatan bisnis yang ada, lalu pastikan untuk memisahkan aset pribadi dan aset perusahaan. Pemisahan ini membantu pengelolaan keuangan menjadi lebih rapi serta memudahkan evaluasi bisnis.
Selanjutnya, tentukan aset strategis mana saja yang memiliki nilai jangka panjang, seperti properti, sistem operasional, hingga hak kekayaan seperti merek. Aset strategis ini perlu mendapatkan perhatian lebih karena memiliki pengaruh langsung terhadap kelangsungan usaha.
Pengusaha juga perlu melakukan evaluasi rutin untuk memastikan aset tetap produktif dan tidak menimbulkan pemborosan.
Langkah yang tidak kalah penting yaitu melindungi aset dari risiko hukum. Aset tidak berwujud seperti merek dan nama usaha sering kali menjadi sumber konflik ketika tidak memiliki perlindungan hukum yang jelas.
Pengelolaan aset yang terstruktur dan perlindungan aset yang benar, akan membuat bisnis siap berkembang, melakukan ekspansi, dan menjalin kerja sama tanpa hambatan di masa depan.
Aset tidak berwujud meliputi merek dagang, nama usaha, logo, hak cipta, dan hak kekayaan intelektual lainnya yang memiliki nilai ekonomi bagi perusahaan.
Merek berperan membangun identitas, kepercayaan konsumen, dan nilai jual bisnis. Merek yang terlindungi secara hukum juga mengurangi risiko sengketa di kemudian hari.
Caranya dengan pengelolaan yang rapi, pemisahan aset pribadi dan usaha, serta perlindungan hukum, khususnya untuk aset tidak berwujud seperti merek.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Di antara berbagai aset bisnis, merek menjadi aset tetap tidak berwujud yang sering terabaikan, padahal memiliki value yang cukup besar dalam aktivitas jual beli dan pengembangan usaha.
Nama perusahaan atau merek melekat pada seluruh transaksi, mulai dari pemasaran, penjualan, hingga kerja sama bisnis. Ketika merek bisnis Anda tidak terlindungi, maka akan ada peluang risiko sengketa, klaim pihak lain, hingga kehilangan hak penggunaan nama usaha.
Untuk itu, pastikan merek bisnis yang Anda gunakan aman dan memiliki peluang besar untuk didaftarkan. Anda bisa melakukan Cek Merek Terdaftar di Mebiso, platform pengecekan mereka secara cepat dan akurat bagi pemilik bisnis.
Setelah merek Anda dinyatakan aman, langkah berikutnya adalah mengamankan secara hukum agar benar-benar menjadi aset jangka panjang.
Percayakan proses perlindungan merek kepada layanan profesional melalui Jasa Pendaftaran Merek. Dengan ini, aset bisnis Anda akan aman secara hukum dan akhirnya berpengaruh pada nilai jual yang lebih tinggi.