9 Rekomendasi Bisnis Risiko Rendah yang Cocok Bagi Pemula

Highlights
  • Bisnis risiko rendah adalah usaha yang membuat kamu bisa mengendalikan potensi rugi lewat modal yang bisa diukur, stok minim (pre-order/berbasis pesanan), dan permintaan yang cenderung stabil.
  • Ide bisnis risiko rendah online di bidang digital kreatif ada bisnis jual beli template digital, buka jasa desain UMKM berbasis paket, dan usaha percetakan print-on-demand.
  • Ide bisnis risiko rendah dan stabil di bidang rumahan dan F&B bisa dengan membuka laundry, jasa permak/jahit, home cleaning, catering pre-order, frozen food, serta jual minuman literan.
  • Urus legalitas bisnis dengan mendaftarkan NIB dan hak merek bisnis.
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Apa yang Dimaksud dengan Bisnis Risiko Rendah?

Bisnis risiko rendah adalah jenis usaha yang membuat pelaku bisnis bisa mengendalikan potensi kerugian sejak awal.

Bisnis ini biasanya membutuhkan modal yang lebih terukur, memiliki permintaan yang cenderung stabil, dan tidak memaksa pemilik usaha menumpuk stok besar.

Pelaku usaha juga bisa mengurangi risiko dengan sistem pre-order, kerja berbasis pesanan, atau menjual produk yang cepat habis dan mudah diputar.

Di Indonesia, pemerintah mengatur perizinan usaha berdasarkan tingkat risiko melalui Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dalam PP Nomor 5 Tahun 2021.

Aturan ini membagi kegiatan usaha menjadi beberapa kategori risiko. Jika usaha masuk kategori risiko rendah, pelaku usaha umumnya cukup mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS untuk menjalankan bisnis secara legal.

Meski risikonya lebih kecil, pelaku usaha tetap perlu melindungi merek agar bisnis aman saat berkembang. UU Nomor 20 Tahun 2016 mengatur perlindungan merek dan menggunakan prinsip first to file, sehingga pemilik usaha yang lebih dulu mendaftarkan merek akan memiliki hak yang lebih kuat.

Bisnis Risiko Rendah Bidang Digital Kreatif 

Bidang digital kreatif termasuk bisnis risiko rendah karena kamu menjual karya, layanan, atau file digital. Kamu tidak perlu menyewa tempat besar, kamu tidak wajib menumpuk stok, dan kamu bisa menjalankan bisnis risiko rendah online dari rumah. 

Kamu juga bisa menguji pasar cepat lewat marketplace dan media sosial, lalu memperbaiki produk berdasarkan respons pembeli. Berikut ide bisnis risiko rendah yang paling realistis untuk pemula.

1. Jual Template Digital 

Usaha ini menjual file siap pakai untuk membantu orang lain bekerja lebih cepat. Kamu bisa membuat template katalog produk, template konten Instagram, template invoice, template CV, atau template pembukuan sederhana. 

Usaha ini menjadi bisnis risiko rendah dan stabil karena kamu membuat produk sekali, lalu kamu menjualnya berkali-kali tanpa biaya produksi berulang. Kamu bisa mulai dengan 10 template yang paling dicari UMKM, lalu kamu susun paket bundling agar nilai transaksi menjadi naik.

2. Jasa Desain untuk UMKM 

Jika kamu memiliki pengalaman di bidang desain grafis, tawarkan jasamu untuk memberikan layanan desain bagi pemilik usaha. Kamu bisa menjual paket desain logo, paket desain feed Instagram, atau paket desain katalog produk untuk marketplace. 

Jasa desain ini cocok sebagai bisnis risiko rendah untuk pemula karena kamu hanya butuh laptop, skill, dan portofolio. Untuk mengurangi risiko klien kabur dan tidak bertanggung jawab, kamu bisa meminta DP, membatasi revisi, dan menetapkan ruang lingkup pekerjaan sejak awal. 

3. Print-on-Demand (POD) Merchandise 

Usaha ini menjual produk fisik seperti kaos, totebag, stiker, atau mug, tetapi kamu tidak menyetok barang. Kamu membuat desain, lalu mencetak produk saat ada pesanan. 

Karena kamu baru produksi saat ada pesanan, maka tidak ada tumpukan stok dan aman untuk arus kas. Di awal, kamu bisa menyasar komunitas seperti komunitas olahraga, pecinta anime, hingga Kpop untuk membuatkan merchandise sesuai kebutuhan mereka. 

Bisnis Risiko Rendah Bidang Jasa Rumahan

Bisnis rumahan cocok untuk kamu yang ingin memulai usaha dengan risiko kecil karena kamu bisa mengandalkan kebutuhan sekitar dan menjalankan layanan dari rumah. Kamu juga bisa memulai dari skala kecil tanpa harus menyewa tempat.

1. Laundry Kiloan 

Laundry kiloan termasuk contoh bisnis risiko rendah karena permintaannya cenderung stabil, terutama di area kos, perumahan, dan keluarga sibuk. Kamu bisa memulai dari 1 mesin cuci dan 1 setrika, lalu menaikkan kapasitas saat order bertambah. 

Pastikan kamu memiliki sistem pencatatan yang rapi dan harga yang jelas. Jika sudah semakin berkembang, bisa juga menambah layanan antar jemput laundry untuk menambah customer. 

2. Jasa Jahit dan Permak

Punya keahlian menjahit? Coba buka jasa permak pakaian untuk kebutuhan yang spesifik, seperti mengecilkan celana, memperbaiki risleting, atau menambal sobek. Tidak perlu stok bahan banyak karena kamu bisa menyesuaikan kebutuhan dari setiap pesanan. 

Kamu bisa menambah pemasukan dengan menjual aksesori kecil seperti kancing, resleting, patch, dan benang. Bisnis ini cocok sebagai ide bisnis risiko rendah karena kamu bisa mulai dari rumah dengan alat yang sederhana.

3. Jasa Home Cleaning 

Home cleaning termasuk bisnis risiko rendah dan stabil karena banyak orang membutuhkan bantuan bersih-bersih secara rutin, terutama untuk rumah keluarga, kontrakan, dan kantor kecil. Kamu bisa menawarkan layanan per jam atau per ruangan supaya pelanggan mudah memilih. 

Buatlah daftar pekerjaan yang jelas, misalnya menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi, dan merapikan dapur. Tambahkan juga layanan ekstra seperti deep cleaning atau cuci sofa agar nilai transaksi meningkat. Jika kamu konsisten menjaga kualitas, pelanggan biasanya akan repeat order tanpa perlu promosi besar-besaran.

Bisnis Risiko Rendah Bidang Food and Beverage (F&B) 

Berikut contoh bisnis risiko rendah di F&B yang cocok untuk pemula dan bisa dijalankan dari rumah.

1. Pre-Order Catering Harian

Manfaatkan keahlian memasakmu untuk membuka catering rumahan. Di awal, tawarkan jasamu dengan sistem pre-order. Kamu menerima pesanan lebih dulu, lalu kamu memasak sesuai jumlah order. 

Dengan ini, usaha catering harian masuk dalam kategori bisnis risiko rendah dan stabil karena kamu tidak perlu membuang bahan akibat produksi berlebihan. Kamu bisa menawarkan paket 5 porsi, 10 porsi, atau langganan mingguan supaya pelanggan rutin transaksi.  

2. Frozen Food Rumahan 

Berjualan frozen food termasuk bisnis risiko rendah karena kamu bisa menjualnya lewat tetangga, reseller, dan marketplace lokal. Kamu bisa produksi batch kecil, lalu kamu simpan stok dengan sistem tanggal produksi yang jelas. 

Tidak harus produksi sendiri, bisa juga dengan mulai menjadi reseller dari brand yang sudah dikenal. Setelah kamu mendapatkan pemasukan secara stabil, bisa mulai produksi sendiri. 

3. Minuman Literan

Peluang bisnis minuman siap saji cukup besar. Kamu bisa melihat banyak kedai teh, kedai kopi, hingga di pinggir jalan. Selain minuman siap saji dalam kemasan gelas, banyak juga orang yang mencari minuman dalam botol literan untuk keluarga.  

Model ini bisa menjadi bisnis risiko rendah untuk pemula karena kamu bisa memproduksi sesuai pesanan dan bahan bakunya mudah diukur. Kamu juga bisa menaikkan keuntungan dengan add-on seperti topping, varian rasa, atau paket bundling 2–3 botol sekaligus.

Bagaimana Mengurus Legalitas Usaha Risiko Rendah? 

Ketika sudah memulai bisnis, pastikan bisnismu aman dengan mendaftarkan usaha secara legal. Berikut ini cara mengurus legalitas dari bisnis risiko rendah: 

1. Urus Izin Usaha Lewat OSS (NIB)

Untuk usaha risiko rendah, kamu biasanya cukup mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS. NIB berfungsi sebagai identitas resmi usaha dan menjadi langkah dasar agar bisnismu legal.

Agar prosesnya lancar, siapkan dara seperti:

  • NIK dan data diri pemilik usaha
  • alamat usaha (rumah juga bisa)
  • email dan nomor aktif
  • jenis usaha sesuai kegiatan (KBLI)

2. Amankan Legalitas Merek 

Banyak pebisnis yang fokus jualan dulu, lalu baru memikirkan merek saat bisnis sudah ramai. Padahal, merek yang tidak aman bisa membuat kamu rugi besar karena bisa jadi dipakai oleh pihak lain sehingga kamu terpaksa ganti nama, ganti logo, bahkan ganti kemasan.

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

FAQ

1. Model bisnis mana yang paling mudah?

Bisnis berbasis jasa, pekerjaan lepas, dan konsultasi daring mudah karena hanya membutuhkan keahlian dan biaya operasional minim. 

2. Usaha apa yang tidak pernah sepi?

Usaha yang tidak pernah sepi yaitu kebutuhan pokok (sembako, agen gas/galon), kuliner (warung makan, jajanan, kopi), kecantikan dan kesehatan (skincare, apotek, salon), serta jasa (laundry, fotokopi, transportasi).

3. Apa jenis bisnis yang paling sederhana?

Usaha perseorangan adalah bentuk kepemilikan bisnis yang paling mudah dan sederhana. 

Agar lebih aman, cek dulu apakah nama brand dan logo tidak mirip dengan merek lain yang sudah terdaftar. Kamu bisa klik Cek Merek Terdaftar untuk melihat apakah merek yang kamu inginkan masih tersedia atau tidak

Kalau hasil cek menunjukkan peluangnya aman, kamu bisa lanjut daftar merek supaya brand kamu terlindungi. Merek yang terdaftar membuat kamu lebih percaya diri saat masuk marketplace, kerja sama reseller, dan menjalankan iklan.

Supaya proses pendaftaran merek lebih rapi dan memperkecil peluang penolakan, gunakan Jasa Pendaftaran Merek profesional. Setelah mengantongi izin usaha dan merek yang aman, kamu bisa menjalankan ide bisnis risiko rendah dengan lebih tenang dan lebih profesional.

Prabawanto Wijaya Avatar

Prabawanto Wijaya

Business Strategy Expert M. M

Business Strategy Expert dengan pengalaman lebih dari 11 tahun di bidang bisnis dan pengembangan brand. Berpengalaman dalam menyusun konten analisis, berita bisnis, serta panduan strategis yang membantu pelaku usaha memahami dinamika pasar, pengambilan keputusan, dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Areas of Expertise: Business Consultant, Corporate Strategy Analyst, Growth Strategist, Corporate Strategy Analyst

Authors (2)

Prabawanto Wijaya

Primary Author
Business Strategy Expert M. M
Business Strategy Expert dengan pengalaman lebih dari 11 tahun di bidang bisnis dan pengembangan brand. Berpengalaman dalam menyusun konten analisis,…
Tim Editorial Mebiso
Tim Resmi Editorial
Artikel Terkait
Bisnis Ekspor Impor yang Siap Bersaing di Kancah Global

Bisnis Ekspor Impor yang Siap Bersaing di Kancah Global

Etika Bisnis: Faktor Penentu Konsumen Beli atau Berpaling

Etika Bisnis: Faktor Penentu Konsumen Beli atau Berpaling

Promosi Produk sebagai Penggerak Utama Transaksi Bisnismu

Promosi Produk sebagai Penggerak Utama Transaksi Bisnismu

Bisnis Jangka Panjang: Strategi Cerdas dengan Modal Kecil

Bisnis Jangka Panjang: Strategi Cerdas dengan Modal Kecil

Tantangan Bisnis Era Digital: Bertahan atau Tertinggal?

Tantangan Bisnis Era Digital: Bertahan atau Tertinggal?

Bisnis Modal Kecil 2026: Ide Usaha Untung Besar

Bisnis Modal Kecil 2026: Ide Usaha Untung Besar

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensi Keberhasilannya Dulu!