
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Banyak orang tertarik memulai bisnis toko parfum karena produk ini mudah terjual lewat pengalaman langsung. Calon pembeli biasanya tidak perlu penjelasan panjang. Cukup mencoba tester, lalu memilih aroma yang paling cocok. Pola ini membuat proses transaksi lebih cepat dibanding produk lain yang butuh edukasi rumit.
Dari sisi pasar, parfum termasuk kebutuhan yang relatif stabil karena dipakai untuk aktivitas harian, acara tertentu, hingga kebutuhan tampil rapi di lingkungan kerja. Selain itu, peluang repeat order juga besar. Pembeli bisa kembali karena parfum habis, ingin ganti varian, atau membeli untuk pasangan dan keluarga.
Lalu bagaimana cara memulai bisnis parfum? Simak artikel ini untuk mendapatkan langkah praktisnya!
Modal usaha toko parfum awal umumnya terbagi ke tiga komponen yaitu stok parfum, kemasan, dan perlengkapan jualan. Berikut gambaran biaya yang biasa dipakai pelaku usaha pemula.
Untuk memulai usaha, setidaknya kamu harus menyetok bibit parfum dengan gambaran:
Ketika membuka bisnis toko parfum, kamu juga butuh beberapa perlengkapan seperti:
Selanjutnya kebutuhan untuk display di toko membutuhkan:
Dalam bisnis toko parfum, produk yang cepat terjual adalah produk yang paling familiar di hidung pembeli. Untuk mendapatkan keuntungan bisnis parfum, kamu harus memahami bahwa stok parfum di toko terbagi menjadi tiga kategori. Apa saja?
Peluang bisnis parfum refill cukup besar karena mudah disesuaikan dengan selera pasar. Varian yang cepat terjual umumnya merupakan inspirasi parfum populer, misalnya aroma fresh ala parfum brand internasional, aroma sweet yang sedang tren, atau aroma clean untuk pemakaian harian.
Contoh jenis aroma refill yang sering jadi best seller:
Banyak customer repeat order parfum refill karena ingin membeli aroma yang sama atau mencoba varian lain dengan ukuran berbeda.
Parfum arab yang cepat terjual biasanya bukan yang wanginya enak atau ketahanannya lama, melainkan varian yang sudah dikenal luas oleh pasar. Biasanya, toko parfum sering menjual parfum arab dari merek-merek populer seperti:
Jenis parfum arab ini laku karena wanginya tahan lama dan banyak orang menjadikan parfum arab sebagai hadiah. Harga parfum arab juga biasanya lebih mahal daripada parfum refill.
Parfum botolan siap jual adalah parfum yang sudah dikemas dan siap langsung dijual tanpa proses refill. Contohnya antara lain:
Produk ini sering dipajang di etalase depan karena cocok untuk impulse buying. Pembeli yang tidak ingin menunggu proses refill biasanya langsung memilih jenis ini, terutama jika kemasannya terlihat profesional.
Kekurangannya, margin parfum botolan siap jual biasanya lebih tipis dibanding parfum refill karena harga beli sudah tetap dari supplier.
Dalam bisnis toko parfum, strategi harga yang efektif bukan ditentukan hanya dari harga mahal atau murah saja. Ada trik khusus yaitu mengelompokkan produk dan mengarahkan pilihan pembeli. Toko parfum yang memiliki tingkat closing tinggi biasanya sudah memiliki pola harga yang jelas sejak awal.
Salah satu strategi pricing yang bisa diterapkan untuk pebisnis parfum pemula adalah harga bertingkat atau tiered pricing. Contoh penerapannya sebagai berikut:
Harga ini ditujukan untuk pembeli baru ataupun parfum untuk pemakaian harian. Misalnya parfum refill 10 ml dengan aroma fresh memiliki harga paling rendah daripada jenis parfum lainnya. Tujuannya agar pembeli bisa langsung beli tanpa ragu.
Kategori best seller adalah produk yang paling sering repeat order. Misalnya parfum refill ukuran 30 ml yang laris ataupun parfum arab varian populer. Harganya lebih tinggi dari kategori Low Entry karena sudah memiliki pelanggan tetap.
Kategori premium fokus pada parfum dari brand terkenal atau memiliki kemasan eksklusif. Biasanya dibeli untuk acara khusus atau hadiah. Pembeli di kategori premium biasanya tidak sensitif terhadap harga dan fokus membeli parfum karena
Setiap bisnis tentunya memiliki risiko masing-masing, begitu pula ketika kamu memilih untuk terjun ke bisnis toko parfum. Berikut ini beberapa contoh risiko yang bisa terjadi dan bagaimana cara menanggulanginya:
Risiko ini cukup fatal dan biasanya terjadi pada jenis parfum refill. Mulai dari aroma yang berubah di setiap batch hingga ketahanan wangi menurun. Akhirnya pelanggan yang sudah cocok menjadi ragu untuk repeat order.
Solusinya ketika membeli di grosir parfum, selalu lakukan uji tester tiap batch, kemudian harus ada catatan varian parfum yang stabil. Yang terpenting usahakan jangan berganti-ganti supplier hanya untuk mencari harga terkecil.
Kendala ini seringkali terjadi pada pebisnis pemula yang sering stok produk dengan aroma “unik” yang tidak familiar di konsumen. Akhirnya stok ini menjadi mati karena tidak ada yang membeli.
Untuk mengatasinya, fokuslah pada produk fast moving dan lakukan evaluasi penjualan secara rutin untuk mengetahui produk best seller. Untuk restok, upayakan bertahap supaya cashflow tetap sehat.
Botol atau atomizer yang kurang bagus bisa menyebabkan parfum bocor atau semprotan yang tidak stabil. Pelanggan pun tidak puas meskipun mereka suka dengan aroma parfumnya.
Maka kamu harus memilih kemasan yang aman dan selalu melakukan quality check sebelum diberikan ke pembeli.
Nama toko ataupun nama brand adalah identitas bisnis yang akan dikenal oleh customer. Jika bisnismu memiliki nama yang sama dengan bisnis lain atau bahkan kompetitor, tentu pembeli akan bingung.
Oleh karena itu, lakukan pengecekan nama bisnis toko parfum terlebih dahulu untuk menghindari risiko ini. Setelah mendapatkan nama brand, usahakan untuk segera mendaftarkan merek secara legal untuk kelangsungan bisnis di masa depan.
Iya, bisnis parfum cukup menjanjikan karena permintaannya stabil, memiliki margin yang tinggi dan segmentasi pasar yang luas.
Benar, parfum termasuk produk kosmetik yang harus memiliki izin edar dari BPOM.
Mengurus ijin BPOM untuk produk parfum sendiri biasanya akan dibantu oleh maklon. Untuk waktunya sekitar 4-8 minggu sesuai kelengkapan data.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Salah satu risiko bisnis toko parfum adalah nama brand atau nama toko yang mirip dengan nama pebisnis atau kompetitor lainnya. Hal ini tentunya menjadi masalah besar karena bisnis bisa dituntut karena penggunaan nama secara ilegal.
Agar hal seperti ini tidak terjadi, kamu harus mengecek apakah nama brand atau nama tokomu terlebih dahulu. Caranya mudah cukup lakukan Cek Merek Online untuk melihat apakah nama tersebut sudah terdaftar atau masih belum ada yang menggunakannya.