Kelas Merek Dagang sebagai Penentu Keamanan Penjualan Produk

Highlights
  • Kelas merek dagang menentukan ruang gerak bisnis dalam menjual produk atau jasa secara legal
  • Pebisnis perlu pahami kode dan jumlah kelas agar penjualannya tak terbatasi di kemudian hari
  • Proses cek dan penentuan kelas merek yang tepat membantu bisnis berkembang tanpa konflik hukum
  • Kombinasi fitur cek merek di Mebiso dan pendaftaran merek di Jasa Merek jadi langkah strategis sebelum transaksi meluas
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Kelas Merek Dagang dalam Aktivitas Jual Beli Bisnis

Di dalam praktik bisnis yang berjalan, pemilik bisnis sering kali baru menyadari pentingnya kelas merek dagang ketika transaksi bisnisnya meluas. Produk sudah masuk marketplace, promosi sudah berjalan, dan kerja sama distribusi mulai terbangun. Tapi masalah justru saat bisnis ingin ekspansi tapi ruang geraknya terbatasi oleh klasifikasi merek.

Kelas merek dagang tak hanya berfungsi sebagai sistem klasifikasi saja, tapi juga sebagai batas legal atas jenis barang atau jasa yang boleh pemilik bisnis dagangkan menggunakan satu merek. Artinya, walaupun nama mereknya sama, tapi transaksi baru aman kalau dilakukan dalam ruang lingkup kelas yang terdaftar.

Di luar itu, bisnis akan berada dalam zona abu-abu yang rawan konflik. Sebab bagi pemilik bisnis, kelas merek bukan hanya urusan administratif saja. Kelas atau klasifikasi merek berkaitan langsung dengan seberapa jauh produk bisa mereka jual, promosikan, dan kembangkan tanpa risiko hukum.

Selengkapnya terkait materi klasifikasi merek bisa kamu pelajari dalam ulasan artikel di bawah berikut!

Fungsi Kelas Merek Dagang bagi Kelancaran Penjualan

Memahami fungsi kelas merek dagang jadi sangat penting karena bisa membantu pemilik bisnis dalam melihat hubungan langsung antara pendaftaran merek dan aktivitas transaksi. Fungsi utama klasifikasi ini tak lain untuk mengelompokkan jenis barang dan jasa agar tak terjadi tumpang tindih hak antar pelaku usaha.

Lebih lanjut dalam konteks penjualan, fungsi ini biasanya akan berdampak pada beberapa hal berikut:

  • Keamanan produk saat sudah masuk tahap pemasaran di marketplace
  • Kepastian saat menjalin kerja sama distribusi dengan para mitra
  • Fleksibilitas dalam menambah varian produk bisnis
  • Perlindungan saat terjadi sengketa merek yang menyerang bisnismu

Banyak bisnis merasa sudah aman karena mereknya terdaftar, tapi kelas merek yang bisnis pilih terlalu sempit. Akibatnya, saat penjualan berkembang ke produk lain yang masih satu kategori pasar, merek tersebut tak bisa bisnis gunakan secara legal.

Kode Kelas Merek Dagang dan Dampaknya terhadap Ekspansi Produk

Setiap kelas merek dagang yang ada pasti akan punya kode kelasnya sendiri yang merujuk pada klasifikasi merek secara internasional. Kode ini nantinya akan menentukan produk atau jasa apa yang akan dilindungi. Karena itu, kesalahan dalam membaca atau menafsirkan kode sering jadi sumber masalah bagi bisnis yang sedang bertumbuh.

Sebagai contoh misalnya, ada dua produk yang terlihat serupa apabila terlihat secara kasat mata konsumen, namun bisa berada di kelas yang berbeda secara hukum. Jika bisnis hanya mendaftarkan produk tersebut hanya pada satu kode kelas saja, maka penjualan produk di luar kode tersebut akan berpotensi bermasalah.

Oleh karena itu, memahami kode kelas sejak awal akan membantu pemilik bisnis dalam:

  • Merancang roadmap produk bisnis
  • Menentukan prioritas pendaftaran terhadap merek mana yang mau kamu daftarkan duluan
  • Menghindari biaya pendaftaran ulang di masa depan yang bisa membebani secara finansial

Karena itu, agar proses pendaftaran merek bisnismu bisa berjalan maksimal, memahami kode dalam klasifikasi merek jadi sangat penting.

Jumlah Kelas Merek Dagang dan Strategi Penggunaannya

Secara umum, jumlah kelas merek dagang terbagi ke dalam puluhan kelas barang dan jasa. Ada 45 kelas merek yang secara total terbagi dalam sistem klasifikasi NICE yang terpakai, khususnya di Indonesia. Pembagiannya sendiri terdiri dari 34 kelas untuk produk barang (kelas 1-34) dan 11 kelas untuk produk jasa/layanan (kelas 35-45).

Masing-masing kelas merek tersebut mengelompokkan jenis produk atau layanan tertentu untuk memudahkan pendaftaran dan perlindungan merek. 

Secara umum dalam praktiknya, pemilik bisnis tak terbatasi hanya pada satu kelas saja, tapi juga bisa mendaftarkan mereknya pada beberapa kelas sekaligus sesuai strategi bisnis.

Pendekatan ini biasanya akan banyak terpakai pada bisnis yang punya karakteristik sebagai berikut:

  • Menjual lebih dari satu jenis produk dalam bisnis
  • Menyiapkan ekspansi bisnis dalam waktu dekat
  • Ingin mengamankan merek dari peniruan merek lintas kategori

Namun yang jadi masalah adalah ketika pemilik bisnis memutuskan untuk menambah kelas merek tanpa perencanaan yang efisien. Sebab setiap klasifikasi merek tentu akan punya konsekuensi biaya dan prosesnya sendiri. Karena itulah, keputusan terkait berapa jumlah kelas yang mau kamu ambil harus berbasis pada kebutuhan transaksi, bukan asumsi.

Penentuan Kelas Merek Dagang sebagai Keputusan Bisnis

Penentuan terhadap kelas merek dagang idealnya dilakukan dengan orientasi sudut pandang jangka panjang. Bukan hanya melihat produk yang kamu jual hari ini, tapi juga terkait potensi produk yang akan kamu pasarkan dalam beberapa tahun ke depan.

Lebih jauh, dalam praktiknya sendiri penentuan klasifikasi merek yang tepat akan mempertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Model bisnis dan jalur penjualan yang mau kamu pakai
  • Segmentasi pasar yang mau kamu targetkan
  • Rencana terhadap diversifikasi produk yang akan kamu jual
  • Potensi kolaborasi atau lisensi merek dengan mitra atau bisnis lainnya

Kesalahan di tahap ini sering kali bisa berujung pada pembatasan penjualan atau kebutuhan pendaftaran merek ulang, yang mana sudah tentu akan memakan waktu dan biaya tambahan.

Kelas Merek dan Pengaruhnya terhadap Kerja Sama Penjualan

Di dalam transaksi yang melibatkan pihak ketiga — seperti reseller, distributor atau mitra lisensi — kelas merek sering kali menjadi salah satu poin penilaian utama. Sebab mitra bisnis tidak hanya akan melihat potensi pasar dan margin keuntungan, tetapi juga menilai apakah merek yang kamu pakai aman untuk kamu pasarkan atau tidak.

Lebih lanjut dalam banyak kasus, bisnis yang sejak awal melakukan penentuan kelas merek secara strategis akan lebih mudah dalam mengembangkan jaringan penjualannya. Kelas yang sesuai akan membuka peluang untuk memperluas kerja sama, menambah lini produk, dan memperkuat posisi merek di pasar.

Dengan demikian, kelas merek bukan hanya sebagai alat proteksi saja, tapi juga sebagai fondasi penting dalam membangun hubungan penjualan jangka panjang.

FAQ

Apakah satu merek bisa terdaftar di lebih dari satu kelas?

Ya, bisa. Pendaftaran merek secara multi-kelas sangat umum dilakukan untuk bisnis yang punya produk yang bervariasi.

Apa risiko salah memilih kelas merek?

Risikonya adalah pembatasan penjualan dan potensi sengketa saat bisnis berkembang.

Apakah kode kelas merek bisa bisnis ubah setelah pendaftaran?

Sayangnya tak bisa kamu ubah. Jika ingin menambah kelas maka kamu perlu lakukan pendaftaran baru.

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Cek Kelas Merek Dagang sebelum Ekspansi Penjualan

Sebelum merek kamu gunakan lebih jauh dalam promosi dan transaksi, pebisnis sangat perlu melakukan cek merek sekaligus kelasnya untuk memastikan kesesuaian antara produk dan proteksi hukumnya.

Untuk kebutuhan ini, fitur cari kelas merek dari Mebiso sangat bisa kamu jadikan opsi sebagai langkah awal untuk memetakan kelas yang sesuai dengan produk yang kamu jual.
Setelah kelasnya kamu tentukan, proses pendaftaran merek bisa kamu lanjutkan dengan menggunakan jasa daftar merek dari Jasa Merek untuk membantu memastikan kelas yang kamu pilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Hesti Dinalia Avatar

Hesti Dinalia

Legal Intellectual Property Expert M.H

Legal Intellectual Property Expert dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang Hak Kekayaan Intelektual, khususnya merek. Berpengalaman dalam menyusun konten berita merek, analisis kasus merek, jurnal merek, serta panduan proses pra permohonan hingga pasca permohonan merek untuk mendukung pemahaman dan kebutuhan pelaku usaha.

Areas of Expertise: Hak Kekayaan Intelektual, Jurnal Merek, Kasus Merek, Peraturan Hukum

Authors (2)

Hesti Dinalia

Primary Author
Legal Intellectual Property Expert M.H
Legal Intellectual Property Expert dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang Hak Kekayaan Intelektual, khususnya merek. Berpengalaman dalam menyusun…
Tim Editorial Mebiso
Tim Resmi Editorial
Artikel Terkait
Pendaftaran Merek Bisnis agar Produkmu Bebas Klaim di Pasar

Pendaftaran Merek Bisnis agar Produkmu Bebas Klaim di Pasar

Nama Merek sebagai Penentu Kelancaran Penjualan Produk

Nama Merek sebagai Penentu Kelancaran Penjualan Produk

Bahayanya Kasus Plagiasi Merek Bagi Transaksi Bisnis

Bahayanya Kasus Plagiasi Merek Bagi Transaksi Bisnis

Tools Cek Merek: Cara Mengurangi Resiko Penolakan

Tools Cek Merek: Cara Mengurangi Resiko Penolakan

5 Platform Penyedia Cek Merek Terdaftar yang Recomended

5 Platform Penyedia Cek Merek Terdaftar yang Recomended

Rahasia Cepat Cek Merek Gratis Sebelum Bisnis Kamu Besar

Rahasia Cepat Cek Merek Gratis Sebelum Bisnis Kamu Besar

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensi Keberhasilannya Dulu!